R E V A N

1.7K 80 2
                                    

     Saat aku sedang asyik dengan berbagai macam sugestiku, tanpa aku sadari gadisku hilang dari genggamanku dan yang terakhir kali kulihat dia berjalan dengan tangannya yang sangat mulus itu berada di genggaman Ed. Dasar Ed sia*an!! Ingin sekali aku mengejar mereka tapi sungguh disayangkan sebuah acara pertukaran cincin tidak bisa aku dan Tyas hindari lagi dan dengan sebuah senyum palsu kami berdua menaiki panggung dan bersiap melakukan rangkaian pesta sia*an ini.

..........

      Waktu El sedang berdebat dengan orang tuanya, kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru pesta dengan tujuan mengalihkan perhatian dari perdebatan itu tapi sungguh disayangkan sosok yang sudah sangat lama tidak ingin kulihat tanpa sengaja kulihat lagi malam ini, di pesta ini. Aku tidak perlu heran dengan keberadaannya di pesta ini karena tentu saja ini adalah tempatnya. Yang ku tahu dia adalah calon pewaris, seorang Edwardo Derevano. Kalian jangan heran kenapa aku bisa kenal dengan sosok besar seperti dia karena dia pernah masuk dalam bagian kehidupanku dulu, yaah dulu... eetss! Jangan salah paham dulu maksudku waktu aku masih berumur 12 tahun dan waktu itu aku dan keluarga masih tinggal di Bali dan juga waktu itu Mbak Asha belum menikah tapi dia sudah bekerja sebagai guru mengaji di salah satu yayasan agama islam di Bali.

FLASHBACK ON

      Hari itu, hari di mana aku dan Mbak Asha tanpa sengaja bertemu dengan Edwardo Derevano. Aku tidak tau bagaimana dia bisa tau tempat kerja Mbak Asha karena Mbak Asha tidak mau jatuh terlalu dalam ke pelukan Revan karena masalah agama yang menghambat. Hari itu hujan dan karena sebuah paksaan dari Revan akhirnya aku dan Mbak Asha menerima tawaran untuk menaiki mobil mewahnya. Dan yah karena factor pemisah yang ada di mereka berdua terlalu kuat ditambah mereka berdua yang sudah terlalu jatuh dalam dunia asmara mereka. Mbak Asha memutuskan untuk berpisah dan memaksa kami sekeluarga untuk pindah dari Bali. Sebelum perpisahan itu terjadi, aku sempat bertemu dengan anak yang seusia denganku yang datang bersama dengan Revan tapi aku tidak terlalu memperhatikan anak itu karena waktu yang tidak mengizinkan. Dan karena perpisahan yang terjadi hanya dari sebelah pihak, Revan terus mengejar Mbak Asha dan Revan terus memaksa Mbak Asha agar kembali padanya walaupun Mbak Asha sudah menjelaskan kalau mereka tidak bisa bersama karena masalah agama dan itu adalah masalah yang sangat serius bagi Kami sekeluarga tapi Revan terus bersikukuh dan yang membuat Revan percaya diri terus mengejar Mbak Asha adalah dia yakin kalau Mbak Asha masih sangat mencintainya dan keyakinan Revan itu tidaklah salah, Mbak Asha masih sangat mencintai Revan tapi kecintaan Mbak Asha kepada Allah lebih besar dari apapun.

    Dan disaat Mbak Asha sedang terpuruk, datanglah seorang penyelamat hidup Asha 'Raditya Andi Sultan' yang sekarang menjadi suaminya.

Sungguh kisah cinta yang sangat rumit bagi kakakku.

FLASHBACK OFF

"Dimana dia?" pertanyaan Revan membuatku kembali tersadar dari lamunanku.

"Siapa kamu?" aku berusaha bijak dengan pura-pura tidak mengenalnya karena ayolah.. apa seseorang seperti Revan yang tampan nan kaya ini masih akan mengejar perempuan yang sudah bersuami? Sejujurnya aku kasihan melihat dia dan merasa cintanya yang sangat luar biasa bagi kakakku sudah sia-sia jadi aku berniat untuk menolongnya dengan berpura-pura tidak mengenalnya.

"Jangan berpura-pura Aisyah, sekarang katakan di mana Asha!!!" Revan mulai terlihat tidak sabar dan genggamannya berubah menjadi sebuah cekalan. Demi kebahagiaan keluargaku aku tidak akan pernah mengatakan di mana kakakkku berada. Karena hanya aku yang tau kalau sebenarnya Kak Asha masih sangat mencintai Revan tapi di saat yang sama dia berusaha menepis rasa itu dan berusaha untuk memindahkan cintanya yang sangat besar itu kepada suaminya sekarang. Di sisi lain aku mengagumi kekuatan ingatan Revan karena masih tau siapa aku.

"Maafkan saya. Tapi saya tidak bisa mengatakan di mana dia berada sekarang. Tolong lepaskan saya, saya harus kembali ke pesta itu"

"Untuk apa kamu kembali ke sana? Kamu mau dipermalukan?"

"Saya ingin menyelamatkan sahabat saya jadi tolong lepaskan"

"Oh Dios! (Tuhan) kenapa kamu terlalu baik menolong seseorang Aisyah? Aku akan antar kamu pulang"

"Tidak terima kasih. Tolong jangan terlalu baik kepada saya"

"Oke! Aku tidak akan memaksa. Tapi kenapa kamu tidak bisa mengatakan di mana Asha?"

"Dia sudah bahagia bersama suaminya Revan! Jadi tolong lepaskan saja. Kamu adalah pria idaman para wanita. Kenapa kamu tidak mencoba dengan yang seiman denganmu? Kenapa harus Kak Asha?"

"Ini cinta Aisyah! Kelak kalau kamu sudah mau membuka hati untuk pria lain, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan tapi semoga kamu hanya menyukai yang seiman denganmu".

Assalamualaikum CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang