|11|Tegami (maaf...)

121 21 3
                                        

5 Juli 2017

Hai cewek origami
Maaf gue gak pernah bales surat yang pernah lo kirim. Gue bingung harus menanggapinya dengan cara apa. Mengetahui kebanyakan cewek sekolah ini lebih memilih sosial media sebagai sarana 'pendekatan' atau 'caper' sama gue, jadi gue agak bingung gitu caranya nulis surat. Hehe, kedengaran percaya diri ya?

Dan lagi gue gak tahu harus balas surat ini kemana, di surat origami yang lo buat gak ada nama ataupun alamat. Yang ada hanya tulisan 'Avicenna' di akhir surat. Meskipun gue kurang suka biologi, gue juga tahu kok kalau itu nama ilmuan, bukan nama asli elo. Dengan saran Bagas, akhirnya gue taruh balasan surat ini di loker gue sendiri. Aneh? Ya gimana lagi, daripada gue taruh di salah satu loker cewek mereka bakalan histeris 'kan?

Gue juga mau ngomong sesuatu serius. Sepertinya gue tertarik dengan keanehan lo. Lo aneh, remaja SMA kaya elo ternyata masih bisa bikin origami, bahkan anak-anak SD sekarang pun belum tentu bisa karena mereka sibuk dengan gadgetnya. Lo juga aneh, kenapa naruh surat itu di loker gue, bisa di tas atau di laci meja kelas 'kan? Lah ini malah di loker gue yang baunya minta ampun. Gimana cara lo menahan bau itu? Lo hebat untuk ukuran seorang cewek yang biasanya gampang jijik sama sesuatu.

Lo orangnya kayak gampang nggak enakan gitu, entah kenapa selalu ada kata maaf di setiap surat yang lo tulis. Asal lo tahu, gue enggak terganggu sekalipun lo ngirim surat tiga kali sehari. Gue senang karena dengan ini nama Kendra perlahan bisa gue lupakan. Dengan bantuan lo dan Bagas gue bisa melupakan Kendra perlahan lahan. Makasih ya..

Bagas bilang kalau Kendra terlalu manja dan labil untuk gue pertahanin. Dia selalu menuntut gue untuk patuh kepada apa yang dia mau. Nonton drama romance, makan di caffe ala Korea, manggil gue dengan panggilan 'oppa' dan hal lain yang terkesan cewek banget gitu. Dan parahnya gue nurut. Nah, ini kekurangan gue. Sebagai laki-laki gue terlalu mengalah dengan perempuan. Salah satunya Kendra.

Pernah suatu hari gue hampir tahu siapa elo sebenarnya, tapi ada cewek dari kelas lain yang tiba-tiba minta tolong gitu. Gue kasian karena dia terlihat butuh bantuan gue banget dan akhirnya gue tolong dia bukain lemari perpus. Gagal deh misi pertama gue sama Bagas.

Surat lo yang entah keberapa itu udah gue baca. Yang isinya tentang harapan lo buat tahu kehidupan gue lebih dalam. Gue gak keberatan dengan permintaan elo, surat berikutnya gue akan cerita banyak dari mulai Devan janin sampai jadi Devan ganteng kaya sekarang ini.
Tapi ada syaratnya. Pertama, berhenti membuat seribu origami itu dengan tujuan supaya harapan lo terkabul, gue akan mewujudkannya pelan-pelan. Kedua, besok gue ajakin lo ketemu di perpustakaan waktu istirahat bisa?. Ketiga, balas surat ini ya cewek manis. Gue gak akan tahu jawaban dari ajakan gue diatas kalau elo gak bales. Dan yang terakhir gue mau lo maafin gue karena udah bikin lo sakit hati apapun alasannya. Gue juga minta maaf karena surat ini gak berbentuk origami dan malah gue bungkus pake angpau lebaran milik gue beberapa tahun lalu. Maafin Devan ya cewek origami, Devan gak bisa membuat apa yang kamu buat.

Tertanda,

Devano

Senbazuru Tegami (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang