It Starts from Here

407 43 2
                                        

MARLYN'S POV

Deg deg deg

Oh tidak. Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku yang berkecamuk dari tadi.

Aku bingung sekaligus senang. Bingung karena tiba-tiba dia mengajakku pergi ke gym. Senang karena.. aku tidak tahu tepatnya karena apa, tapi ya.. mungkin karena.. sudahlah lupakan!

Sekarang aku sedang berjalan menuju gym, dua meter lagi aku akan sampai di muka pintu gym.

Aku membenahi diri. Merapikan rambut dan bajuku.

Eh? Apa yang ku lakukan! Itu hanya Daiki, Marlyn.

Bum bum bum

ckit ckit

Terdengar dengan jelas suara decitan sepatu dan debuman basket di dribble. Dia pasti sudah sampai dari tadi.

Aku berjalan menuju pintu gym dan diam di ambang pintu.

"Apa yang kau lakukan disana? Masuk dan duduk disana!" Daiki berhenti bermain dan menunjuk ke arah pinggir lapangan. Tempat yang kemarin aku duduki.

Dengan patuh aku berjalan ke arah yang dia tunjuk dan duduk disana.

Relax Marlyn, relax

Pipiku terasa hangat, badanku mematung, menunggu reaksi Daiki selanjutnya.

"Kenapa pipimu memerah?"

"Hah? Memerah? Untuk apa wajahku memerah?" Aku menjawab asal.

"Bodoh. Mana ku tahu." Daiki menjawab dingin dan mulai mendekatiku.

deg deg deg

Oh my god. Perasaan apa ini?

Daiki menunduk dan menatapku.

Apa yang dia lakukan?

Wajahku terasa semakin hangat. Mataku tidak bisa lepas dari mata biru itu. Rasanya aku sedang menyelam di samudera yang paling dalam dan semakin dalam.

Daiki masih diam di posisi itu dan memandangku langsung ke menuju mataku.

Jantungku berdegup sangat kencang.

Daiki dan aku beku dalam keheningan sejenak. Sampai Daiki membuang pandangannya lalu duduk di sampingku.

DAIKI'S POV

Aku sedang berusaha membaca fikirannya tadi. Tapi nihil. Dia benar-benar pintar menyembunyikan perasaannya. Apa dia tidak merasakan apa-apa tadi setelah dihina seperti itu?

Aneh.

Sekarang apa yang harus ku lakukan? Aku sudah berlatih untuk mengatakan ini. Tapi rasanya susah sekali.

Blue Angel [Aomine Daiki]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang