DOULEUR

3.1K 404 93
                                    

Berbaring dengan banyak luka yang telah diobati. Begitu sakit melihat temannya diperlakukan seperti ini. Bahkan, ia pernah berpikir, apa ini semua karena dirinya, semua orang yang dekat dengannya akan di sakiti? Tapi di mana letak kesalahannya?

"Sudahlah Kyung, aku tahu ini bukan salahmu dan berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" tersenyum lembut ke arah Kyungsoo yang kini menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Di satu sisi ia bahagia bisa melihat Baekhyun kembali, namun di sisi lain ia takut akan apa yang sudah menimpa Baekhyun di masa lalu akan terulang lagi baik pada Baekhyun ataupun pada Luhan yang sudah mereka tindas.

"Mereka hanya tak suka dengan orang-orang sepertiku ataupun seperti temanmu yang masih terbaring ini" bingung tentu saja, tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Baekhyun. Tak bisakah dirinya mendapatkan teman dan menjalani kehidupan sekolah yang bahagia? Selalu pertanyaan itu yang muncul dalam benaknya, namun tak pernah ia sampaikan pada siapapun. Kyungsoo tak takut untuk mengatakannya, namun ia tahu jika ia mengatakan itu, tak akan ada yang acuh padanya.

Semuanya seperti memiliki dunia masing-masing dan dengan batas dunia yang amat jauh berjarak. Sulit bagi Kyungsoo untuk mampu menggapai semua orang, setidaknya orang-orang yang ada di kelasnya, orang-orang yang ia anggap harus berjuang bersama-sama. Semakin sulit lagi kala ia menatap Sehun dengan wajah angkuh yang tak pernah lepas dari wajahnya. Sehun seakan raja di atas segalanya, Sehun seolah sesuatu yang agung yang tak dapat dibantah oleh siapapun di sekolah ini bahkan mungkin di luar sekolah juga.

"Kau...ah bukan, kita sebaiknya melindungi siswa ini, siapa namanya?" Menatap teduh ke arah Luhan yang terbaring dengan alis yang masih menekuk tajam, mata yang terpejam namun mengerut, dan keringat yang membasahi pelipisnya.

"Luhan, seorang siswa berkebutuhan khusus yang sangat rapuh" tiap kali ia mengucapkan nama itu, ia sangat ingin melindungi Luhan bagaimanapun caranya. Melindungi sebisanya tak akan merubah segalanya.

Apakah ia harus menghentikan Sehun?

Setidaknya hal itu sudah ia coba saat Baekhyun dituduh melakukan tindak kekerasan pada Sehun, Chanyeol, dan Kai. Kyungsoo tahu jika Baekhyun tak akan melakukan hal keji seperti itu, bahkan ketika dulu, mereka lah yang selalu menindas Baekhyun dengan alasan yang sangat tidak masuk ke logikanya. Menindas Baekhyun dengan alasan bahwa Baekhyun hanya anak yang mendapatkan beasiswa. Namun ketika Baekhyun dituduh, semua yang ada padanya dicabut dengan paksa ditambah dengan Baekhyun harus menjalani masa skors selama enam bulan lamanya.

Kyungsoo tahu jika ia harus segera melawan, namun ia juga tahu seperti apa kedudukan Sehun di mata sekolah. Seperti tadi, Sehun adalah raja di atas segalanya.

Namun kini ia tak sendiri, ia masih memiliki Baekhyun untuk bisa melindungi Luhan. Karena ia tahu jika Luhan akan mampu mengubah sosok Sehun.

CRACK

Tirai terbuka begitu kasarnya hingga membuat Baekhyun dan Kyungsoo terkesiap. Namun saat tahu siapa pelakunya, Baekhyun pun memicing ke arah si pelaku yang tak lain adalah Chanyeol. Begitu juga dengan Chanyeol yang sama terkejutnya melihat kehadiran Baekhyun di sana. Bahkan ia sudah lupa tujuan awalnya pergi ke ruang kesehatan. Tujuan awalnya untuk berbicara pada Kyungsoo.

"Untuk apa kau kemari?" Menatap tepat di mata Chanyeol. Sama sekali tak ada rasa gentar yang terpancar dari raut wajah maupun nada bicaranya.

Mendengar itu, Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat Baekhyun masih bisa sedingin itu padanya. Tersenyum ke arah orang yang ia cintai selama ini. Tersenyum begitu manisnya hingga membuat Baekhyun heran dibuatnya. Heran namun juga rasa benci semakin mengalir di darahnya.

"Jika kau kemari hanya untuk tersenyum, sebaiknya pergi dari sini" begitu dingin namun Chanyeol begitu menyukainya. Tangannya ia bawa meraih tubuh Baekhyun. Mencoba untuk memeluk tubuh orang yang sangat ia cintai.

UNE BELLE VOIX [HunHan] | ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang