lxix

1.4K 56 1
                                        




bosan? sepertinya kata itu akan selalu terdapat di setiap hubungan. bosan akan dirinya yang selalu posesif, bosan akan perhatiannya yang berlebihan, bosan akan dirinya yang semakin hari menjadi kurang menarik, bosan akan kehadirannya.

bosan. setiap orang pasti mengetahui definisi kata tersebut. bosan dengan hubungan yang dijalani setiap hari, juga bosan dengan orang yang selalu ada setiap saat.

bosan itu wajar, menurut saya. karena setiap orang pasti sering merasakan bosan. seperti ingin mengakhiri hubungan, namun masih ingin juga memperjuangkan. alasannya? karena mereka masih belum menemukan pengganti yang pasti. pasti setia, pasti selalu ada, dan pasti selalu menarik perhatian saya.

saya juga sering merasakan bosan, jujur saja. saya sering juga sengaja menunda balasan, untuk sedikit meminimalisir percakapan yang terjadi manakala tak memiliki suatu hal untuk dibicarakan. bukan, itu bukan berarti saya menjaga jarak dengan dirinya. namun, itu karena saya sedang mencoba agar saya tidak semakin bosan dengan dirinya.

sering juga saya mencari alasan, beralibi, untuk memiliki waktu tersendiri untuk diri saya. beralasan bahwa saya tertidur, atau saya habis melakukan sesuatu. padahal, tidak semua yang saya ucapkan kedia benar-benar saya lakukan di kehidupan nyata. namun, tidak juga saya berbohong sepenuhnya. saya hanya beralibi, agar saya memiliki waktu untuk menyendiri.

rasa bosan memang terus menghantui hubungan ini. namun, bukan perpisahanlah jalan keluarnya, dan itu menurut saya. karena, jika saya mengakhiri hubungan saya dengan dirinya, walaupun artinya saya bisa terlepas dari kebosanan saya dan mencari yang baru, sebenarnya itu malah menambah permasalahan dalam diri saya.

setelah saya mengakhiri hubungan saya dan pergi menjauhinya, apa yang akan terjadi setelahnya?

ya, saya akan merasakan rindu yang sangat pedih. rindu akan perhatiannya. rindu akan sifat posesifnya. rindu akan omelannya. rindu akan kehadirannya. rindu akan semua yang ia lakukan terhadap saya ketika kami masih bersama.

dan menurut saya, menahan rasa rindu jauh lebih berat daripada harus menahan rasa bosan yang bersifat relatif. karena menurut saya juga, bosan cepat hilang, jika kalian mengetahui dengan pasti cara menghilangkan rasa bosan tersebut. sedangkan rindu, mau seberat apapun kalian mencoba untuk menghilangkan rasa itu, jalan tercepat untuk menghilangkannya adalah memilikinya kembali. karena, jika hanya bertemu sekejap mata saja, itu sama sekali tidak mengurangi rasa rindu. malah, itu akan jauh memperdalam rasa terhadap orang tersebut.

rasa bosan sering kali datang, juga sering kali hilang. sedangkan rindu, jarang sekali datang, namun sekalinya ia menetap, ia akan sulit sekali untuk hilang. dan cara untuk menghilangkan bosan bukanlah dengan mengakhirinya. namun, dengan memanfaatkan waktu tersendiri dengan baik, dan berubah menjadi pribadi yang lebih berarti.

aku, kamu, (tanpa) kita.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang