02. Hutan Terlarang

502 34 11
                                        

Devian benar-benar melihatnya. Dia yang sangat Devian kenali, sangat dikaguminya, Dia yang selalu mengisi mimpi-mimpi Devian setiap dia tidur, Dia yang sangat diinginkan Devian kehadirannya. Ini bukan kali pertama Devian melihatnya.

Flasback on.

Devian, Albert dan Darwyn nekat memasuki hutan terlarang. Katanya hutan ini dipenuhi dengan binatang buas, hutan ini memang terkenal mistis. Konon!! Dahulu ditemui 5 mayat pemuda yang terbunuh sangat sadis dengan tubuh mereka yang tercabik-cabik. Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda sedikit pun atas kematian mereka.

Devian, Albert dan Darwyn memasuki hutan terlarang ini, tak lain hanya bertujuan mencari Bunga orskyrose yang akhir-akhir ini mereka teliti banyak mempunyai beribu-ribu kegunaan. Sialnya bunga orskyrose hanya dapat di temui di hutan ini.

Mereka bertiga memang mahasiswa penelitian yang sangat ahli dalam bidangnya. Mereka rela melakukan berbagai cara hanya untuk menyelesaikan rumusan penelitian yang belum terungkap.

Syurrr ... Syurrr ...

Suara pohon yang tertiup angin begitu nyaring, menambah mengerikan dihari yang mulai senja ini.
Sudah berjam-jam lamanya mereka mencari Bunga Orskyrose. Tetapi, tidak ada tanda-tanda bunga itu tumbuh disini.

"Aku nyerah," ujar Darwyn pasrah, "tidak ada tanda-tanda bunga itu tumbuh disini," sambungnya.

"Kita sudah di tengah perjalanan, jangan menyerah begitu saja," jawab Albert.

"Yakin mau lanjut? Hari juga mulai sore," tambah Darwyn.

"Mau bagaimana lagi, tidak mungkin kita menyerah begitu saja. Kalau seperti ini, mending dari pertama tidak usah kemari!"

"Aku bukannya mau menyerah begitu saja. Tapi, Aku yakin bunga orskyrose tidak tumbuh disini."

"Kalian jangan berdebat dulu, lebih baik kita istirahat sebentar, dari tadi kita belum istirahat sama sekali," sela Devian di tengah pembicaraan.

Mereka pun akhirnya istirahat di bawah naungan pohon yang lumayan besar.

Syurrr...
Mereka bertiga hanya diam menikmati hembusan angin sore hari yang menyejukkan.
Angin kali ini berbeda, terasa lebih segar dan sangat harum, itulah yang dirasakan Devian saat ini. Devian mengikuti arah mata angin, makin dekat makin terasa harum. Devian terus berjalan mencari sumber bau, semakin dekat semakin membuat Devian penasaran, semakin dekat semakin jelas, Dan.

Deg ...
Deg ...
Deg ...

Jantung Devian bergetar hebat seperti tikaman belati menebus jantung. Dia mematung di tempat dengan apa yang dia lihat saat ini.

Seorang gadis cantik, sangat cantik bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Gadis itu sedang memetik bunga Orskyrose, ya bunga orskyrose yang sedang di cari Devian. Gadis itu menghirup bunga orskyrose dalam-dalam, matanya terpejam sambil tersenyum. Oh, senyumnya sangat manis dengan bibirnya yang merah menggoda, hidungnya mancung, kulitnya putih mulus bersinar terkena matahari senja bak permata yang sangat indah, ditambah rambutnya yang pirang, panjang, bergelombang diterpa angin sore yang menutupi wajah mulusnya, jari tangan lentiknya memindahkan helaian rambut yang menutupi wajah mulusnya. Dan, hal yang tak terduga, gadis itu menatap ke arah Devian.

Deg ... Deg ... Deg ...
Tatapannya sanggup menggetarkan hati Devian tak karuan. Oh dia memiliki bulu mata yang lentik, berbola mata indah yang sangat memesona, dia seperti bidadari. 'Bidadari' sungguhan.
Ini nyata, dia benar-benar ada, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dia seorang gadis bak Bidadari.

FLOWERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang