Kau tak perlu melerai, setiap luka hatiku yang diperdalam oleh waktu. Tempatku terlalu jauh dari tawa orang-orang yang berjuang demi cinta.
Aku dikelilingi taman-taman yang dihancurkan oleh cinta itu sendiri. Di depan mataku aku menyaksikan begitu banyak luka dan air mata, kau tau mengapa? Ohh ya ampun, lagi dan lagi karena cinta....
Mereka memuja cinta selayaknya cinta itu menghancurkan mereka. Mereka tak hanya hancur, tapi pecah berkeping-keping, tapi mereka tetap utuh untuk menyaksikan kehancuran mereka sendiri.
Aku bukannya menghina cinta. Siapa yang berani melakukan itu?
Menghina keindahan yang diberikan sang Penguasa.
Tidak, aku tidak menghina apalagi mengutuk. Aku hanya mengutuk mereka yang mengada-ada soal cinta, seolah mereka paham apa sebenarnya cinta itu.
Dan sungguh jutaan pasang nama yang hancur karena cinta. Mereka tak hanya merusak diri mereka sendiri, mereka nyaris menipiskan kepercayaanku padamu, atau pada seseorang atau pada dia, atau pada siapa pun yang coba-coba mencuri-curi hatiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heartstrings
PoetryTerkadang galau hampiriku. Terjadi saat aku merindukanmu! Dan aku berakhir melankolis saat aku tahu, rinduku sulit untuk sampai ditujuan.
