Author pov~
Seorang pria duduk didalam ruang kerjanya yang gelap. Hanya mengandalkan cahaya rembulan yang membias lewat jendela besar di ruangannya, matanya menelisik seluruh dokumen terkait kasus kematian putri Diana. Hasil forensik menunjukkan Diana meninggal karena diracuni sebelum di bunuh. Dari foto yang telah diambil dari beberapa saksi mata, hanya Ethan yang terlihat bersama dengan Diana saat itu. Dan alibinya sangat tepat karena pria itu pergi ke toilet sebelum Diana terbunuh. Namun ada yang terlihat mengganjal dari kasus ini. Sesuatu yang besar terlihat seperti tersembunyi padahal sekalipun tersembunyi dari sesuatu yang kecil itu terlihat sangat nyata dan jelas. Pria itu mengeram, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya dan mempertaruhkan posisinya sebagai kepala kepolisian terbaik di amerika untuk mengungkap kasus ini.
Pria itu mengambil secarik foto Ethan ke tangannya dan ia menatap foto itu penasaran.
"Siapa kau sebenarnya?".
Ethan berdiri dibalik kegelapan cahaya yang remang. bahunya melemas. Dia berdiri disana memandangi mereka dengan tatapan tajam yang menyedihkan.
"Kau memang bajingan. . Tidak, tidak . Semua pria bajingan".
"Apa kau sedang ada masalah dengan seorang pria? Siapa itu ? katakan padaku".
Gadis itu terkekeh. "Kau. Kaulah masalahnya Bil".
"Aku?" pria itu berdeham.
"Ya, itu semua karena kau. Andai kau tidak berselingkuh dengan cirra waktu itu. Andai kita tidak putus waktu itu. Andai saja. . hiks. . andai saja".
Jangan. . Kumohon jangan menangis.. lagi.. Ethan bersuara dalam hatinya.
"Andai saat itu aku masih bersamamu. . aku mungkin tidak akan bertemu dengannya".
"Apa itu Ethan?".
Dia melihat gadis itu mengangguk.
Sialan. . Ethan berpaling. Pria itu membersit hidungnya.Bob melihatnya dan bertanya. "Tuan, apa anda baik-baik saja?".
Ethan berusaha untuk menenangkan dirinya. "Ya".
Mereka kembali mendengar percakapan Bianca dan Billy. Dia melihat Billy menghubungi seseorang dengan ponselnya.
"Ah Halo Chase. . aku butuh bantuanmu".
Dia melihat Bianca menahan Billy. "Cukup Billy, aku tidak ingin kau membantuku".
"Tapi kau butuh pengacara Bianca".
"Tidak perlu. Aku bisa mengatasinya sendiri. Kau urus saja urusanmu dengan Cirra".
"Aku akan membantumu Bianca. Bagaimanapun caranya".
"Apa maksudmu?".
"Aku akan membantumu. Aku pastikan kau tidak akan pernah lagi terlibat dengan Ethan. Kau akan bebas. . dan setelah itu. . ".
. .
. .
. .
"Kembalilah Padaku".Brengsek!
Ethan sudah tidak tahan lagi, pria itu berjalan menghampiri mereka dengan menggebu-gebu. Bianca sempat melihatnya. Namun sebelum gadis itu mencegahnya, Ethan sudah memukul pria itu dengan sekali pukulan hingga kepalanya membentur gelas dan pecah.
PRANK!
Bianca yang melihat itu segera menutup mulutnya. Dia melihat Billy meringgis kesakitan.
"Jangan membodohinya lagi sialan! Dia milikku!" ucap tajam Ethan pada Billy sebelum dia pergi membawa Bianca keluar dari tempat terkutuk itu dan membiarkan orang-orang terperangah melihat mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away With MR.'SHELDON'
Romance"Bagaimana mungkin aku bisa mencintai dan mencurigai seseorang dalam waktu bersamaan?"- Bianca. Bianca benar-benar benci hari itu. Hari dimana dirinya di pecat dari tempat kerjanya dan putus dengan pacarnya yang selingkuh dengan sahabatnya. Kebusuk...