Ethan pov~
"Tuan. . " .
Aku tiba-tiba tersadar dari lamunanku. "Ya?".
"Ada masalah apa Tuan?" tanya Bob padaku.
Aku menghela napas. "Masalah ini semakin rumit Bob".
Kami sekarang berada di aula hotel dimana aku dan Bianca akan mengucapkan sumpah pernikahan kami. Ditemani beberapa saksi yakni suami dari Jenny dan putra semata wayangnya yang entah kenapa bocah kecil itu terus menatap sinis kearahku.
Kami tidak butuh siapapun lagi, hanya mereka yang bisa menjadi saksi pernikahan kami dan seorang pendeta yang Bob sewa sebagai orang yang mengesahkan pernikahan kami berdua.
"Aku merasa Bianca ingin mengetahui lebih dalam tentang Bertania".
"Maksud anda?" tanya Bob bingung.
"Dia ingin bulan madu di bertania".
"Apa?!" tanya Bob syok.
Aku juga masih tidak percaya dengan semua ini. tapi aku merasa , Bianca mulai mengetahui sesuatu .
***
#flashback.
"Mari kita membicarakan hal ini. . di Bertania".
Aku terhenti sejenak. dan menoleh kearahnya. "Bertania?".
Bianca mengangguk. "Ya. . mungkin kita bisa . . berbulan madu. . atau semacamnya?".
Mustahil. "Darimana kau tahu soal Bertania?".
Gadis itu beranjak dari posisi tidurnya dan menatapku. "Kau tidak perlu bertanya darimana aku mengetahui itu Ethan" .
Apa hanya aku yang melihat dia tersenyum licik?
"Aku hanya ingin tahu, kenapa kau begitu ingin memiliki resort itu? apa ini ada hubungannya dengan keluarga James? . . atau. . " . Gadis itu mendekat di hadapanku. Dan dia mencoba menyudutkanku.
"Keluargamu?" bisiknya membuatku sontak terkejut.
Sialan, siapa yang memberitahunya?
Bagaimana dia bisa tahu. . soal. .
keluargaku?
"Ethan?" .
Sial—aku mengerang dalam hati.
Mataku menatapnya. "Keluarga james".
Gadis itu melipat kedua tangannya. Merasa menang .
"Ah, keluarga James. Apa kau punya kisah masa lalu dengan keluarganya?".
Aku mencoba menenangkan diriku sekali lagi. "Ya". Apa sebenarnya yang dia inginkan?
"Oh. Begitukah? " kedua matanya meninterogasiku. "Apa kau akan menceritakannya ketika kita di Bertania nanti? Kita bisa menghabiskan bulan madu bersama sebelum aku benar-benar pergi darimu".
"Apa itu maumu?".
Gadis itu mengangguk. dan aku mencoba menarik napas sekali lagi. Menyerah.
"Baiklah. Jika itu maumu, aku akan melakukannya. Kita akan pergi ke bertania , dan menjawab semua rasa penasaranmu itu" . Apa kau puas?
Gadis itu tersenyum penuh kemenangan dihadapanku. Lalu dia memelukku seolah tidak terjadi apa-apa.
"Apa kau marah padaku? maafkan aku. aku hanya butuh penjelasan, itu saja".

KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away With MR.'SHELDON'
Romance"Bagaimana mungkin aku bisa mencintai dan mencurigai seseorang dalam waktu bersamaan?"- Bianca. Bianca benar-benar benci hari itu. Hari dimana dirinya di pecat dari tempat kerjanya dan putus dengan pacarnya yang selingkuh dengan sahabatnya. Kebusuk...