Pulkamnya para member

721 67 2
                                        

***
-
-
Drrrttt drŕrrrtt drrrrtt

Aku melirik hand phoneku yang bergetar di atas meja. Aku dengan lemas mengambilnya, tapi sebelum itu aku melihat siapa yang menelfonku jam segini.

"Nomor?? Just number??"

Aku pun mematikannya, aku tidak mau berurusan dengan orang jahil yang menelfon tengah malam. Aku pun melihat ke arah jendela dan mendekatinya.

Lampu gedung-gedung yang terlihat indah pada malam hari itu merupakan pemandangan yang sangat bagus, dan terlihat hanya ada 1 sampai 2 kendaraan saja yang ada di jalanan.

"Tenang, begitu tenang" monologku, dan hand phoneku kembali bergetar. Aku pun menatapnya dengan kesal.

"Nomor siapa sih ni?!!!" Ucapku mencak-mencak. Dengan perasaan kesal aku pun mengangkatnya.

"WOI JANGAN GANGGU ORANG TIDUR NAPA SIH!!!"  Ucapku langsung ketika telfon tersambung.

"Ekhem. Itu kalimat pertama yang kuterima saat menelfon, setelah sekian tahun huh"

Kalimat itu dan tidak salah lagi ini suaranya. Ini suara nya,
-
-
***

#Sunwi Pov

Kalimat itu dan tidak salah lagi, ini suaranya. Ini suara nya, suara dari ayah.

"Maaf ayah, Sunwi salah." Ucapku. Aku berjalan menuju tempat tidur dengan hand phone yang masih ada di telinga kiriku.

"Tidak apa-apa Sunwi-ya. Bagaimana dengan pekerjaan mu? Apa kau lebih senang seperti ini daripada dulu?"

Aku memikirkan itu lama sampai ayah kembali memanggil namaku.

"Sunwi"

"Ah iya yah, ya senang sekali. Mungkin yah, tapi Sunwi masih takut untuk bertemu mereka " ucapku yang menunduk seakan-akan ayah ada di depanku.

"Kau masih sama seperti 2 bulan lalu. Ku lihat mereka sudah tidak menanyakan tentangmu lagi. Jadi bagaimana dengan artismu itu?"

"Kuharap mereka begitu, yah. Artisku? Artisku sedang menikmati liburannya, hanya ada dua orang di dorm dan mereka berdua akan pulang untuk sementara besok. Dari tadi ayah menanyakan ku terus, lalu bagaimana dengan ayah?" Ucapku yang sambil tiduran menerima jawaban.

"Ya biasa saja, tidak ada yang berubah disini. Dan nilai saham juga masih stabil-stabil saja. Sunwi, ingat waktu yang ayah berikan untukmu"

Ucapan ayah itu membuatku teringat kenapa aku ada disini dan menjadi manager dari day6.

"Ya yah, aku ingat" ucapku agak ragu, tapi kurasa ayah tak merasakannya.

"Baiklah, ini sudah larut. Jallja Sunwi"

"Jallja appa" ucapku dan mematikan sambungan itu. Aku meletakkan tanganku di atas dahi dan mulai berfikir.

Kenapa ayah harus mengingat itu? Itukan waktu aku bercanda dengannya? Hah, ayah selalu menganggap serius suatu hal.

Aku memejamkan mata, berusaha untuk tidur. Tapi hasilnya nihil, aku terus mengubah posisi tapi tak ada yang bisa membuatku terlelap. Aku memutuskan untuk ke dapur mengambil air dan menonton tv sebentar.

New Manager, Saranghae ! (DAY6 FF) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang