Alvaro's POV
Saat ini gue lagi di halaman belakang rumah gue. Disini juga ada Ihsan, Alvin, Adit, dan Abi. Abi sekarang udah seneng kumpul bareng gue. Dia juga udah tau kalo gue suka sama Bella.
"Guys! Tadi gue udah nyatain perasaan gue ke Bella" ucap gue santai.
"Apa?!" jawab mereka serentak.
"Terus gimana reaksi Bella?" tanya Adit tak percaya.
"Wah.. Wah.. Wah" celetuk Alvin sambil geleng geleng kepala.
"Dia malah bilang gini 'mm..maksudnya? gu..gue gak peka gimana?' " jawab gue sambil menirukan gaya bicara Bella.
"Ha..ha..ha kasian banget lo Ro!" Ihsan ketawa dengerin jawaban gue. Kejam banged guys!
"Ululuh... Gak peka guys, gak peka!" goda Alvin yang bikin gue tambah naik darah.
"Bi, lu tau nggak kesukaan Bella apa?" tanya gue pada Abi.
"Es krim sama taman" jawab Abi sambil menaruh HP nya di atas meja.
"Dia suka suasana yang damai. Dia suka ketenangan" lanjut Abi.
Setelah ngedengerin penjelasan Abi, gue langsung chat dia buat ngajakin keluar malam ini.
*Line on
Alvaro DT
Nanti malem keluar yuk :))
A.R Arabella
Ha? Kemana?
Alvaro DT
Udah ikut aja! Setengah tujuh gue jemput
Ps : Dandan yang cantik :*
A.R Arabella
Hm, iya
Read
*Line off
***
Setelah gue sampe di rumah Bella, gue pamitan sama bonyok dia.
"Hati hati ya nak. Tolong jagain Bella" kata nyokap Bella sambil tersenyum ke arah gue.
Setelah itu nyokap dia masuk dan menyisakan gue sama Bella diluar.
"Pegangan! Gue gak mau lo kenapa napa" ucap gue.
Gue liat ekspresi dia dari spion. Tampak muka dia yang ragu ragu untuk pegangan.
"Hm, yaudah deh kalo gamau"
Gue pun langsung nge gas dengan kecepetan yang lumayan tinggi. Sontak Bella yang gak siap pun akhirnya refleks meluk gue. Ya lumayanlah, cari cari kesempatan :v
"Huwaa!! Pelan pelan dong!" teriak Bella.
Gue menyeringai lebar. Karna bagi gue, ada ketenangan tersendiri saat dia meluk gue.
***
Setelah 15 menit perjalanan, gue sama Bella berhenti di salah satu taman kota.
Gue ajakin dia buat duduk duduk di seberang kolam sambil menikmati pemandangan malam disana.
"Bel, lu cantik malam ini" bisik gue tepat di telinga kanan Bella.
Dia yang denger pun langsung Blushing!
Hahahah... Gue suka liat lo melting gitu. Batin gue.
"Ro, gue mau ngomong masalah obrolan kita di rooftop tadi" ucap Bella tiba tiba serius.
"Silahkan, ngomong aja"
"Gini, bukan maksud gue ke GR-an atau gimana. Maksud lo itu, lo su-" ucapan Bella terhenti.
"Iya, gue suka sama lo. Bukan sekedar suka aja, gue juga sayang sama lo. Gue pengen ada di samping lo kapanpun"
Gue menjelaskan kata kata itu dengan serius. Gue gak mau nahan perasaan yang gue rasain saat ini. Gue gak mau Bella jatuh ke cowok lain.
Saat itu, suasana di antara gue sama Bella begitu hening. Tidak ada jawaban dari Bella tentang pernyataan gue tadi. Gue jadi makin yakin, kalo Bella gak ada perasaan yang sama seperti gue ke dirinya.
Lama lama gue juga bosen dengan keadaan diam seperti ini. Akhirnya gue mutusin buat cari penjual es krim di sekitar taman.
"Lo tunggu sini ya" kata gue.
"Lo mau kemana?"
"Gue bentar kok"
Gue lihat ada penjual es krim deket parkiran. Gue pun langsung membeli 2 es krim. Satu rasa coklat, dan satunya rasa strawberry.
Setelah 5 menit disana, gue langsung kembali menghampiri Bella.
"Nih buat lo" ucap gue sambil menyodorkan es krim rasa strawaberry tersebut.
"Eh, makasih ya"
Di sela sela menikmati es krim tersebut, gue gak sengaja liat rambut Bella yang terurai terkena angin. Begitu cantik!
Gue rapiin rambut Bella yang terhelai dan langsung gue sangkutkan di belakang telinganya.
"Lo itu ya... Selalu sukses bikin jantung gue deg deg an. Gue suka merhatiin lo, gue suka liat lo pas marahin gue atau temen temen yang lain. Lo liat bintang disana? Dan lo liat bulan yang ada di sebelahnya? Terlihat indah bukan? Keduanya terlihat nyaman, meski ada perbedaan dari bentuk ataupun sinar yang mereka pancarkan" ucap gue sambil menunjuk ke arah langit malam.
Bella mendengarkannya dengan seksama. Dia tersenyum saat gue bilang seperti itu.
"Gue pengen kita kayak mereka. Saling melengkapi satu sama lain. Disaat yang lain nggak ada, salah satunya menunggu dengan sabar dan selalu percaya bahwa seseorang yang dia tunggu pasti datang menemuinya" lanjut gue.
"Ro, gue juga suka saat ada disamping lo. Hm... You know why?" balas Bella yang bikin gue sedikit tersentak.
"Because, I'm comfortable with you!" lanjut Bella dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya itu.
Gue seneng banget pas Bella bilang gitu ke gue.
Bel, tunggu gue. Gue bakal tembak lo secepatnya!
Aduuhh! Si Varo bikin baper aja nih...
Jangan lupa bintangnya ya😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me [COMPLETED]
Teen FictionBella, seorang ketua kelas yang tegas dan disiplin. Tapi ketika Alvaro mulai menyukainya, semuanya berubah seketika.
![Stay With Me [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/130185900-64-k902083.jpg)