Addar Quthni Poldi, Pria blesteran indonesia inggris dengan wajah tampan, kemampuan basket , kepandaiannya dan sifat coolnya yang menambah nilai di mata para gadis. Tak heran ia menjadi most wanted di SMA QHULDI, putra dari Alzkhar Qutni Poldi, pe...
Petra langsung lari ketika melihat kekasihnya yang sedang berdebad dengan arcya dan athya
addar pun hendak berlari karena melihat devara di sana, entah ada apa. Addar takut terjadi apa apa terhadap devara .
Calvin dan kenzyo pun binggung dan langsung menuju Addar dan Petra
" Permisi " Ucap addar menyelipkan tubuhnya hingga dia sampai di depan, dan melihat petra sedang menenangkang perdebadan antara calla , athya dan arcya. Saat ini mereka jadi bahan tontonan para siswa yang sedang berada di dekatnya
" BUBAR " Teriak addar yang membuat semuanya bubar
saat sudah bubarAddar langsung menemui devara
" Addar? " Tanya devara
" lo gapapa? " Tanya addar yang membuat devara binggung
" gue gapapa" Ucap devara tersenyum
" ini apa? " tanya addar sambil menunjukkan Pergelangan tangan devara yang merah
" itu cuma jatuh aja ko " Ucap Devara berbohong
" lo bohong " Ucap addar yang membuat devara menggaruk lehernya yang tak gatal
" ok gue ngaku gue bohong " Ucap devara " Ini karena perbuatan anna " Sambung devara
" Anna? " Tanya addar yang diangguki devara
" iya , anna suruh arcya dan athya buat bully gue tadi , tapi ada calla yang bantu " Jelas devara.
Petra dan Calla menuju ke Addar dan devara sambil menggenngam tangan
" Ayo ke kelas, kita jadi bahan totonan disini " Ucap Petra yang diangguki Addar dan devara
" Ga , ini masalah devara. Gue ga mau kasih tau " Ucap Candy
" Ayolah can , atau lo bakal jatuh cinta ke gue gak lama lagi " Ucap Calvin
" Gue sama lo? hellow denger ya gue ga cinta sama lo " Ucap candy
" Berisik si, kalian ribut aja tuh. kalo masih berisik awas aja. Gue jodohin lo berdua " Ucap Petra
" Amit amit " Ucap Candy
" Yuk lah " Ucap Calvin yang dipelototi Candy Yang membuat calvin menyengir kuda
" Eh apaan tadi? " Tanya Kenzyo polos
" ken , lo liat ga sih tadi itu ada perdebatan " Ucap Quuesha
" Tau sih " Ucap Kenzyo
" Tadi napa tanya hah " Ucap Queesha kesal melipat tangan di depan dada sambil menatap kenzyo sinis
Mereka pun saling melemparkan candaan dan tertawa lepas. Mereka terlihat seperti sungat bahagia dan sangat akrab
Tiba tiba ThreeAr mendatangi mereka. Dengan santai anna duduk di sebelah addar sambil menyenderkan kepalanya di bahu kokoh addar
Dengan kasar addar berdiri sehingga kepala anna terbentur Dan duduk dan bergabung bersama Devara , Kenzyo,Queesha , Petra, Candy, Calvin dan Calla. Dan duduk di samping devara
Dengan cepat Anna mendekati addar dan duduk disamping addar
" Pergi sana " Ucap Addar risih
" Eh lo mau ngapain kesini hah? " Ucap Calla ketus saat melihat ThreeAr
" Sayang, jangan marah marah terus " Ucap Petra halus sambil mengelus kepala calla halus
" Gue udah muak liat muka threeAr " Ucap Calla ketus yang membuat ThreeAr pergi meninggalkan mereka karena kesal dengan Calla yang selalu mencampuri dan menggagalkan rencana mereka
Devara kaget ketika ia merasa ada yang berat di bahunya , saat dilihat ternyata addar menaruh kepalanya di bahunya
" Cieeeee...... " Ucap teman teman devara yang membuat devara menutup wajahnya karena blushshing
" Dar , posisis yang bener donk " Ucap devara kecil tapi masih bisa didengar addar. Addar pun memperbaiki posisinya seperti semula
" Diam diam addar mulai berubah seperti dulu " Ucap Petra
" Seperti dulu? " tanya devara
" iya , addar itu baik dan romantis " Ucap Petra " Tapi karena dia, addar berubah" Sambung Calvin
" Dia? Dia siapa? " Tanya lagi devara
" gue kasih tau" Ucap addar " tapi nanti" sambung addar Yang dibalas anggukan oleh Devara
" Eh jalan jalan yuk " Ucap Calla
" Yuk lah tapi kemana cal? " Tanya Devara
" Ada deh... " Ucap Calla
*** Biar pada penasaran sengaja digituin
Aku mau ganti cover
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
klo ada yang setuju atau ga setuju comment aja ok? Oh ya sama alasannya juga ya
Semoga suka sama Chapter ini Jan bosen ya baca karyaku Jan lupa vote and comment See you next chapter