Setibanya, Gilang langsung menarik cewek bernama Aira itu menjauh dari Alea. Aira tidak mengelak. Ia terus mengikuti langkah cepat Gilang menuju mobil yang terparkir di depan gerbang sekolah. Tatapan Alea mengekori mereka sambil bertanya-tanya, siapa cewek itu?
"Gilang sama siapa, tuh? Cantik banget." Delon menghentikan motornya tepat di samping Alea yang masih mematung.
Alea hanya melirik sekilas. Ia berusaha mencerna kejadian barusan. Ia hanya tidak ingin bermasalah dengan siapa pun tanpa tahu penyebab pastinya.
"Lo kenapa sendirian di sini? Ratih mana?"
Alea menoleh ke belakang, mobil Ratih sudah tidak ada di sana.
"Gue nebeng sama lo, ya."
"Siap!"
Gilang membanting pintu mobilnya lalu mencengkram setir kuat-kuat. Dadanya naik turun, pertanda ada amarah meluap-luap di sana. ia menjatuhkan punggung di sandaran jok lalu menghela napas panjang beberapa kali.
"Gue nggak ngerti dengan sikap lo barusan," ucapnya setelah cukup tenang.
"Lo emang nggak pernah ngerti, Lang, dan nggak pernah mau ngerti." Aira menunduk, memerhatikan jemari tangannya yang sibuk saling mengusik.
"Please, Ra, kita udah sering bahas ini." Gilang memelankan suaranya. Tangannya berangsur dari setir ke pundak Aira yang semakin dalam menunduk. Rambut yang sengaja dibikin ikal dari tengah ke ujung mulai kusut, menutupi sebagian wajahnya.
"Lo nggak pernah mau jujur soal alasan lo pindah ke sekolah ini. Tapi hari ini sepertinya gue udah tahu. Selain untuk ngehindarin gue, juga karena cewek tadi."
Gilang ingin menyanggah, tapi Aira buru-buru keluar tanpa menoleh sedikit pun. Ia bergegas ke mobilnya yang terparkir di seberang jalan, menerobos kepadatan kendaraan yang lalu-lalang, mengabaikan suara klakson yang bersahutan karena ulahnya.
Gilang cukup khawatir melihat kenekatan Aira, tapi ia hanya bisa mengawasinya dari dalam mobil.
***
Gilang sedang melototi akun instagram Alea sambil tiduran. Sudah cukup jauh scroll ke bawah, namun hanya foto-foto buku yang bermunculan. Ya iyalah, namanya juga akun booksstagramer, rutuknya dalam hati. Nyaris saja ia menghentikan pencariannya, ketika menemukan foto selfie Alea bersama setumpuk buku di tangan kanannya. Gilang mengabaikan caption-nya, telanjur terpikat sama senyum yang mulai meracuninya akhir-akhir ini.
Alea memang tidak secantik Aira, tapi entah apa yang membuat mata betah memandanginya lama-lama. Lihat gigi gingsul yang turut mengintip di sela senyumnya, cowok mana yang tidak gemes? Mau-maunya Delon hanya bersahabat dengan cewek semanis ini, renung Gilang.
Gilang senyum-senyum sendiri, diam-diam jempolnya mengusap pipi Alea di layar ponselnya. Saat itulah Delon menyelonong dan langsung banting diri di sampingnya. Gilang buru-buru mengantongi ponselnya.
"Lo nonton bokep, ya?" tuduh Delon setelah menangkap keterkejutan sepupunya itu. Ia senyum-senyum jail sambil mengacungkan telunjuk di depan wajah Gilang yang masih tampak aneh.
"Sembarangan, lo. Siapa yang nonton bokep?" Gilang pura-pura bergidik lalu menepis telunjuk Delon.
"Terus, kenapa hapenya buru-buru dikantongin? Apa, coba, kalau nggak lagi browsing yang aneh-aneh?"
"Kepo, lo."
"Iya juga nggak apa-apa, kok. Gue ngerti. Sesama cowok nggak usah ditutup-tutupinlah." Delon terus menggoda Gilang sambil memainkan alisnya.
Gilang tidak merespons. Ia menautkan jemari tangan di bawah kepala, tatapannya menyelami langit-langit kamar. Ia kembali terbayang Alea. Foto tadi harus di-screenshot setelah Delon keluar dari kamar ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Idola [TERBIT]
Novela Juvenil📖 Sudah diterbitkan oleh BPI dengan judul "My Real Boy". Tersedia di Gramedia, bisa juga beli online di Tokopedia atau aplikasi berbelanja lainnya 📖 Bagi Alea, tak ada yang lebih membahagiakan ketika membaca puisi-puisi Gilang. Cewek itu pun kaget...
![Rahasia Idola [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/108615640-64-k841729.jpg)