Enam bulan sebelumnya ....
Delon tak mengkhususkan satu waktu untuk menulis puisi, kapan pun bisa. Cukup dengan mengingat momen apa saja yang dilauinya bersama Alea seharian, atau memandangi koleksi foto pemilik gigi gingsul itu—yang kebanyakan diambil secara candid—di galeri ponselnya seperti sekarang, cukup membuat imajinasinya mengalir deras.
Meski sudah ratusan kali mengamati foto-foto itu, tak sedikit pun Delon merasa jenuh. Sebaliknya, rasa sukanya kian mekar, semekar senyum yang selalu hadir tanpa diundang tiap kali meneliti foto-foto itu satu per satu.
Merasa cukup, Delon meletakkan ponselnya dan beralih mengambil pocket note di dalam laci meja belajar. Masih dengan senyum yang tadi, ia mulai menulis puisi di sana.
🍁🍁🍁
Assalamualaikum.
Mohon maaf sebelumnya, bab ini hanya berupa cuplikan. Kalau kamu penasaran dengan lanjutannya, silakan baca di:
* KBM App
* KaryaKarsa
Di semua platform nama akunku sama (Ansar Siri). Ketik aja di kolom pencarian. Kalau akunku udah ketemu, silakan pilih cerita yang ingin kamu baca.
Cara gampangnya, langsung aja klik link yang aku sematkan di halaman depan Wattpad-ku ini.
Aku tunggu di sana, ya.
Makasih.
Salam santun 😊🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Idola [TERBIT]
Teen Fiction📖 Sudah diterbitkan oleh BPI dengan judul "My Real Boy". Tersedia di Gramedia, bisa juga beli online di Tokopedia atau aplikasi berbelanja lainnya 📖 Bagi Alea, tak ada yang lebih membahagiakan ketika membaca puisi-puisi Gilang. Cewek itu pun kaget...
![Rahasia Idola [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/108615640-64-k841729.jpg)