Seong Wu membuka matanya perlahan. Matanya terasa sangat berat dan pandangannya sungguh buram. Ia menatap sayu ke arah depan. Dinding dinding putih mengelilinginya dan tempat ia tertidur sekarang adalah sebuah kasur kecil yang juga berwarna putih. Seong Wu nyaris berpikir ia buta warna karena apa yang ia lihat hanya warna putih, tak ada warna lain.
Seong Wu melihat tangannya. Siapapun penculiknya, ia sangat baik hingga tak mengikat erat tangan maupun kaki tawanannya. Seong Wu memang bodoh, dengan keadaan masih lemah begini, ia berusaha untuk bangun.
"Khh.. ah.." Seong Wu mengerang pelan, tiba tiba rasa ngilu menjalar di seluruh tubuhnya.
Seong Wu baru menyadarinya.
Ia tak bisa menggerakan tubuhnya.
"Tsk." Seong Wu memandang tangannya putus asa. Ia bahkan tidak dapat menggerakan jari jarinya. Seharusnya mudah bukan? Tapi berapa kali pun ia mencoba, pria kecil itu tak bisa melakukannya. Seong Wu hanya bisa menggerakan matanya.
Sinar mata Seong Wu sedikit meredup, ia tiba tiba merasa sangat mengantuk.
Cklek
Seong Wu membuka lebar matanya, dengan cepat ia melihat ke arah pintu. Siapa yang datang?
"Ah, kau sudah sadar."
Seorang pria tinggi dengan suara berat itu berdiri di depan pintu. Tatapan matanya sangat tajam dan menusuk, Seong Wu ketakutan bahkan hanya untuk menatap matanya.
Pria itu mendekati Seong Wu. Rambut merah dan pakaian serba hitamnya berhasil membuat pria tampan itu terlihat lebih menyeramkan.
Seong Wu berusaha berbicara padanya, tapi hanya rintihan kecil yang keluar dari bibirnya.
"Ah.. kau pasti merasa lemas sekali," Pria itu menarik lengan kemeja Seong Wu, melipatnya hingga ke siku. "Bisa gerakkan tanganmu?"
Seong Wu tak tahu bagaimana harus meresponnya. Menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri tak pernah sesulit ini.
"Ku anggap itu sebagai 'tidak bisa'. Ku yakin kau belum melihatnya." Ucap pria itu sambil menunjukan jari telunjuknya pada lengan Seong wu.
Seong Wu memandang heran pria itu lalu melirik lengannya.
Jantung Seong Wu berdegup kencang ketakutan ketika melihat lengannya. Ia menatap takut mata pria itu dan dibalas dengan seringaian.
Psikopat macam apa yang menyuntikan obat tidur lebih dari 10 kali hingga meninggalkan bekas lubang di lengan orang lain?
"Aku tidak suka orang yang memberontak," Pria itu duduk di tepi ranjang Seong Wu. "Aku suka melihat lawanku tak berdaya seperti ini. Ekspresi putus asa dan ketakutan terlihat jelas di wajahnya." Lanjutnya, jari pria itu mengelus pelan pipi Seong Wu. Seong Wu sungguh ingin menghindar, tetapi ia tak bisa.
Pria itu terkekeh pelan.
"Sungguh menarik."
Ia berdiri lalu berjalan pelan ke arah pintu. Langkahnya terhenti di bibir pintu, lalu ia berbalik menghadap ke arah Seong Wu. "Perkenalkan,"
"Aku Park Chanyeol."
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked ✔
FanfictionKang Daniel dan Ong Seong Wu, the sweetest couple of the day, month dan year. Kedekatan mereka terlihat sangat manis, tapi siapa sangka Kang Daniel menutupi sesuatu dari Seong Wu yang membuat Seong Wu diculik oleh sekelompok mafia yang diketuai Park...
