4. Clue

575 82 32
                                        

Seong Wu menatap langit langit kamar. Pandangannya kosong. Sesekali ia mengangkat tangannya menggapai gapai udara lalu menjatuhkannya asal. Ia menghela nafas putus asa.

Sudah 6 jam Seong Wu dikurung di dalam kamar putih ini, dan Seong Wu belum makan atau minum sedikit pun. Perutnya berteriak sedari tadi dan tenggorokannya terasa seperti padang pasir. Kalau begini terus, mungkin ia akan mati lima hari lagi. Ia memegang lehernya, berusaha meredakan dahaganya hanya dengan menelan ludah, dan asal kalian tahu, itu semakin membuatnya haus.

Cklek.

Chanyeol? Pikir Seong Wu.

Oh bukan...

Siapa lagi ini? Lagi lagi seorang pria tinggi dengan aura gelap, tapi lihat apa yang ada di tangannya! Sebuah nampan berisi semangkuk nasi dan segelas air. Saking laparnya, nampan itu berhasil membuat Seong Wu membulatkan matanya.

"Kau terlihat lapar." Celetuk laki laki itu. Dari nada bicaranya, ia tak seburuk Chanyeol, dan kelihatannya ia sedikit kekanak kanakan.

"Kurasa aku sudah dikurung cukup lama untuk merasa lapar." Sindir Seong Wu.

Pria itu memberikan nampannya pada Seong Wu. Sungguh Seong Wu ingin langsung menghabiskannya sekarang, tapi ia harus menahannya. Pria itu memberi isyarat dengan matanya agar Seong Wu makan, tetapi Seong Wu menggeleng.

"Kau- "

"Jongin. Kim Jongin."

Seong Wu menaikan satu alisnya. "Oke Kim Jongin... Bagaimana kalau kau memakannya lebih dulu." Ya. Seong Wu takut, mungkin saja ada obat bius di nasinya, mengingat Chanyeol sangat suka membicarakan tentang obat bius.

"Tak akan ada racun disitu, toh kami membutuhkan kau dalam keadaan hidup." Ujar Jongin.

Seong Wu menatap mata Jongin dan Jongin membalasnya. Sepertinya Jongin tidak berbohong bukan?

Setelah cukup lama menatap Jongin, Seong Wu akhirnya memutuskan untuk menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya. Ini hanya nasi dan nori, tapi sejak kapan rasanya seenak ini? Pasti karena Seong Wu lapar. Tanpa Seong Wu sadari, ia sudah menghabiskan setengah mangkuk.

"Oke pelan pelan, semua ini milikmu, kau bisa terse-"

"Apa pedulimu?" Tanya Seong Wu sinis, lalu lanjut memakan nasinya.

"Hanya mengingatkan."

"Tak butuh."

Sepertinya Seong Wu sedang dalam mood buruknya. Jongin memutar bola matanya malas, ia melirik Seong Wu yang makan seperti orang yang belum makan setahun, tapi yasudahlah, mungkin memang lapar.

"Omong omong, kelompok mafia kekasih mu itu ya bla bla bla... ." Celoteh Jongin. Seong Wu hanya mengabaikan omongannya.

"Namanya Ride kan? Atau Tide ya? Eh mungkin Pide? Atau ... ."

"Tsk!" Seong Wu berdecak kesal. "Vide."

"Ooh, pacarmu hebat juga ya, bisa membohongi bos ku. Padahal kudengar peringkatnya lebih rendah dari- "

"Tak peduli!" Ketus Seong Wu

Ini hobi baru Seong Wu. Memotong omongan orang.

Jongin berdecak sebal. "Kau ini seharusnya berterima kasih, aku sudah bersikap baik padamu, apa kau berani menyela begini jika aku Chanyeol?"

Seong Wu meremat sendok yang ada di tangannya, "Psikopat gila itu! Tentu saja aku berani!" Teriak Seong Wu bersemangat. Sepertinya laparnya sudah hilang, jadi sikapnya berubah drastis.

Locked ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang