Daniel rindu. Rindu dengan hal hal yang biasa ia lakukan dengan Seong Wu. Bukan hal hal besar, hanya beberapa hal hal kecil yang dapat menghangatkan hatinya. Sesederhana makan haver dipagi hari. Ia bisa merasakan rasa manis tanpa mencampur haver itu dengan madu hanya karena ia memakannya bersama Seong Wu.
Melihat salju malam di taman sangat menyenangkan. Walau hanya memakai kaus lengan panjang biasa, ia merasa hangat, hanya karena jaket yang ia pakai tadi sedang dikenakan Seong Wu di sampingnya.
Malam hari di dalam bis, setelah pergi kencan, ia sering merasa bahunya sangat berat. Tetapi tidak apa apa, ia malah menyukainya, karena Seong Wu jatuh tertidur di sampingnya dan menyenderkan kepalanya di bahu Daniel.
Hanya momen momen sederhana itu. Daniel sangat merindukannya.
Terakhir kali Chanyeol mengirim foto Seong Wu, Daniel merasa marah, sedih dan sangat merasa bersalah. Ia menyalahkan dirinya karena Seong Wu terbaring tak berdaya dengan luka di seluruh tubuhnya. Daniel sudah memutuskannya, ia tak akan memberontak dan mengikuti apa yang Chanyeol inginkan, karena satu kesalahan kecil saja, Seong Wu adalah taruhannya.
Daniel mulai menawarkan jasa pembunuhan dengan harga fantastis. 10.000 dollar untuk membunuh orang biasa, dan 250.000 dollar lebih untuk membunuh orang orang penting atau terkenal. Ia akan menambahkan biaya tambahan tergantung pada tiap target. Pelanggan tidak akan rugi, servis Daniel sangat memuaskan. Daniel pernah menjadi hitman sebelumnya, memulainya kembali tak akan sesulit itu, ia juga akan dibantu dengan teman mafianya.
Sudah 2 minggu Daniel melakukan pekerjaan ini, ia tidak ingin membuang terlalu banyak waktu, sehingga ia menambah pekerjaan lainnya. Setelah membunuh orang orang itu, ia akan menjual dagingnya di situs kanibal perdagangan manusia dalam keadaan utuh. Oh, tidak, Daniel tak ingin repot repot mengotori tangannya untuk memotong tubuh manusia satu persatu. Ia punya uang untuk menyewa psikopat, tetapi ia juga tak ingin rugi. Setiap mendapat bayaran, Daniel langsung mengirimkan uang itu pada Chanyeol.
Memang kehilangan Seong Wu sudah membuatnya semakin kehilangan sisi kemanusiannya. Cahaya di matanya sudah sangat redup, dan entah apakah ia masih bisa merasakan hangatnya cinta di akhir hari. Hatinya seolah menghitung mundur untuk memulai proses pembekuan. Tetapi, sedikit lagi ia sudah dapat melunasi hutangnya pada Chanyeol. Tinggal sedikit lagi.
-|Locked|-
"Bisa ambilkan 'payung'ku?" Pinta Chanyeol sembari menggulung lengan bajunya.
"Payung? Kau akan latihan menembak di dalam ruangan kan? Untuk apa menggunakan payung?" Tanya Baekhyun kebingungan.
"Cerewet sekali kau ini. Maksudku Bulgarian Umbrella milikku." Jelas Chanyeol sambil menoyor dahi Baekhyun pelan.
"Oh, bilang yang jelas." Baekhyun berjalan mendekati lemari antik yang sangat besar. Ia membukanya dan mengambil satu kotak kayu panjang lalu menaruhnya di atas meja. Ia membukanya lalu menyerahkan isinya pada Chanyeol. Chanyeol tersenyum senang menerimanya.
"Tinggal satu lagi, aku akan genap memiliki 8." Ucap Chanyeol sambil mengelus pelan payung di tangannya. Senyuman tak pudar dari wajahnya
Baekhyun menaikan alisnya. "Si pemuda Kang itu sudah membayar penuh?" Tanyanya sambil menyenderkan punggungnya di dinding.
Chanyeol melirik Baekhyun sekilas lalu kembali memperhatikan payung yang ada di tangannya. "Yah, sedikit lagi, cepat juga dia. Benar benar budak cinta."
"Lalu?"
Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun bingung. "Lalu? Lalu apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked ✔
FanfictionKang Daniel dan Ong Seong Wu, the sweetest couple of the day, month dan year. Kedekatan mereka terlihat sangat manis, tapi siapa sangka Kang Daniel menutupi sesuatu dari Seong Wu yang membuat Seong Wu diculik oleh sekelompok mafia yang diketuai Park...
