[20 menit sebelum jam 19.00]
Suara deritan nyaring terdengar jelas ketika Daniel membuka pintu. Ia sudah disambut dengan penjaga penjaga lain yang berbaris rapi disepanjang lorong. Ia berjalan masuk dan dengan gerakan cepat Daniel menutup pintu itu, agar para penjaga tidak melihat mayat yang berada di depan pintu.
Sama seperti dua penjaga sebelumnya, para penjaga yang lain juga menatapnya heran dan saling melempari pandangan bertanya tanya. Daniel hanya memutar matanya malas. Ia mengetuk ujung sepatu kanannya lalu berjalan melewati mereka dengan angkuh. Daniel tersenyum miring.
Ya. Daniel tidak berencana untuk menyerang mereka sekarang. Jumlah mereka cukup banyak, dan Daniel tidak senaif itu untuk menyerang mereka semua. Ia tahu batasannya, kapasitas orang yang bisa ia lawan dan kekuatannya. Akan sangat tidak menguntungkan jika ia menyerang salah satu dari mereka.
Ketika langkahnya telah sampai di dekat anak tangga, ia menatap ke atas. Yah, bahkan Chanyeol menaruh penjaga pada tiap 7 anak tangga. Daniel menghela nafasnya.
"Bisa beritahu dimana letak ruangannya?"
-|Locked|-
"Hanya sendirian?" Ulang Chanyeol. Ia tertawa sarkas. "Dia hanya belum menunjukan kejutannya untuk kita. Tetaplah waspada!" Perintahnya lalu mematikan sambungan komunikasi dengan bawahannya.
"Dia datang sendirian?" Tanya Baekhyun.
"Yah... sulit dipercaya."
"Aku yakin itu hanya akal akalannya." Ucap Baekhyun. Ia mengangkat sedikit lengannya untuk melihat jam. "11 menit dan 26 detik menuju jam 7 malam."
Chanyeol mengangguk. "Tidak kah dia datang terlalu awal?"
"Sepertinya begitu." Ucap Baekhyun mengiyakan.
Chanyeol menoleh ke arah jendela, di sana ia mendapati sebuah mobil hitam yang berhenti tepat di depan markasnya. Tunggu, bukan sebuah, tetapi beberapa mobil hitam. Chanyeol mengernyitkan dahinya ketika melihat seseorang turun.
Ia menyentuh lengan Baekhyun, bermaksud untuk membuatnya menoleh, tetapi yang disentuh tidak menunjukan pergerakan apapun. Chanyeol menghela nafasnya, terkadang ia lupa tentang rare disease yang Baekhyun miliki.
"Baek." Panggil Chanyeol.
"Ya?"
"Kau turun saja dulu, bawa dia padaku." Ucap Chanyeol sambil menunjuk ke arah jendela.
Baekhyun mengangguk patuh, tepat ketika ia hendak membalikan badan, sebuah suara menginterupsinya. Chanyeol menaikkan dagunya ketika mendengar suara ketukan pintu. Tamu yang ia tunggu tunggu sudah datang, dan dengan rendah hatinya tamunya ini datang lebih awal dari perjanjian.
Baekhyun membukakan pintu ruangan Chanyeol. Wajah penuh amarah Daniel lah yang menyapanya tepat setelah pintu dibuka. Tanpa diberi permisi, Daniel masuk dan berdiri di hadapan Chanyeol yang sedang duduk nyaman di sofanya. Sedangkan Baekhyun? Ia keluar dan menutup pintu, memberikan Daniel dan Chanyeol ruang.
"Selamat mal-"
"Aku datang untuk mengambil milikku." Potong Daniel.
Chanyeol mengulum bibirnya yang sebelumnya terbuka lalu tersenyum pada Daniel. Terkadang ia lupa kalau lawannya ini tidak memiliki sopan santun padanya. Memotong ucapan Chanyeol, sepertinya adalah hobi Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked ✔
FanfictionKang Daniel dan Ong Seong Wu, the sweetest couple of the day, month dan year. Kedekatan mereka terlihat sangat manis, tapi siapa sangka Kang Daniel menutupi sesuatu dari Seong Wu yang membuat Seong Wu diculik oleh sekelompok mafia yang diketuai Park...
