Seong Wu tidur menyamping di sofa sembari memeluk boneka anjing laut kesayangannya. Mulutnya mengerucut kesal. Ia menatap tajam Daniel yang menganggurinya dari tadi, padahal Daniel sendiri yang mengajaknya mampir ke apartemennya, malah sekarang ia hanya di suruh menonton film dan Daniel terus terusan sibuk dengan laptopnya. Sebenarnya apa yang sedang Daniel lakukan dengan laptopnya hingga ia dicueki seperti ini? Seong Wu awalnya mengira ia tidak memiliki lawan dalam memperebutkan Daniel, tetapi siapa sangka benda mati bisa menjadi rivalnya.
Seong Wu mendengus kesal, ia mendekati Daniel yang duduk di atas karpet yang berada di sebelah sofa lalu bersender di pundaknya.
"Sedang apa?" Tanya Seong Wu tiba tiba.
"Ow shi-" Daniel reflek menutup laptopnya karena terkejut, ia memotong ucapannya lalu melirik ke arah Seong Wu. Tidak, Daniel tidak ingin berkata kasar di depan Seong Wu.
"Shintaku.. tolong jangan mengejutkanku seperti ini." Ucapnya sambil mengelus pelan surai gelap Seong Wu.
"Kau duluan yang mencari gara gara, Ramaku." Balas Seong Wu.
"Padahal kau yang mengajakku untuk mampir. Aku sudah datang tetapi kau malah sibuk dengan laptopmu." Cebik Seong Wu.
Daniel mengusap dadanya menahan gemas. Kalau Seong Wu sudah mencebik begini, rasanya Daniel ingin menguyel uyel Seong Wu. Daniel memajukan wajahnya mendekati pipi kiri Seong Wu, ia mengecupnya lalu menggigitnya kecil sebelum melepaskannya.
"Kok digigit?!" Protes Seong Wu sambil memegangi pipi bekas gigitan Daniel.
Daniel tersenyum menggoda. "Yang kanan belum." Ucapnya sambil bergerak maju.
"Engga mau! Sakit tahu..." keluh Seong Wu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jangan gitu, nanti lama lama bibir kamu yang aku gigit." Ucap Daniel tanpa beban.
"Niel!" Seru Seong Wu. Wajahnya memerah seperti tomat karena ucapan Daniel.
"Kok marah, kan ini udah enggak aku cuekin." Goda Daniel, Seong Wu menundukan kepalanya karena malu. Jika ini kartun, kepala Seong Wu mungkin sudah mengeluarkan asap kecil karena wajahnya memanas.
"Uuu lucunya." Ucap Daniel gemas, ia menguyel uyel pipi Seong Wu dan mencubitinya. Yang di uyel hanya pasrah menerima nasib. Daripada dicuekin lagi, mending di giniin.
Daniel tertawa gemas melihat ekspresi masam Seong Wu, Daniel mengusak kepala Seong Wu lalu mengacak acak rambutnya. Seong Wu meremat tangan Daniel kesal dan berusaha mendorongnya.
"Daniik! Ih! Rambutku udah aku tata rapi rapi! Danik! Kang Daniel!"
Daniel melepaskan tangannya dari kepala Seong Wu, tawa tak hilang sedikitpun dari wajahnya. "Maaf ya."
Seong Wu memajukan bibir bawahnya menanggapinya. "Aku bosan niel." Keluh Seong Wu.
Daniel mengangkat alisnya. "Aku lupa aku mau menunjukanmu sesuatu, sebentar ya." Daniel berjalan meninggalkan Seong Wu yang duduk terbengong di atas karpet. Ia masuk ke sebuah ruangan dan tak lama setelah itu, terdengar suara benda berjatuhan secara beruntun dan pekikan kejut Daniel. Seong Wu menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas panjang.
"Im ok Seong Wu, jangan khawatir!" Teriak Daniel dari dalam ruangan.
'Siapa juga yang tanya.' Cibir Seong Wu dalam hati.
Seong Wu melirik ke arah laptop Daniel yang menganggur. Suara barang berjatuhan masih berlanjut. Daripada bosan menunggu, Seong Wu memilih untuk melihat lihat isi laptop Daniel. Bukan hal yang Seong Wu duga, kalau di dalam laptop seorang Kang Daniel terdapat permainan Cooking Academy. Seong Wu melihat lihat nilai dari resep resep yang pernah Daniel buat. Kalau ini Seong Wu menduganya. Rata rata nilainya F, paling bagus juga cuma D.
'Bantu naikin pangkat deh.' Batin Seong Wu
***
Setengah jam kemudian, Daniel keluar dari ruangan dengan membawa satu dus kecil. Ia disambut Seong Wu dengan tatapan mengerikan -aku lelah tahu, kau sangat lama- terbaca dengan jelas maksud tatapan Seong Wu. Daniel menyengir dengan wajah tanpa dosa. Ia menaruh dus itu di samping Seong Wu dan mencari cari sesuatu di dalamnya.
"Mencari apa?" Tanya Seong Wu.
"CD. Kau ingat minggu lalu? Kita merekam kencan kita dan kita belum menontonnya." Jelas Daniel. Wajahnya menggirang tatkala ia menemukan CD yang ia cari, ia melambai lambaikan CD itu di depan wajah Seong Wu yang di jawab dengan kikikan geli dari Seong Wu.
Daniel memasukan CD kedalam DVD lalu segera mengambil remot dan duduk manis di sebelah Seong Wu. Ia menekan tombol play lalu tergelak kencang, berbeda dengan Seong Wu yang wajahnya memerah. Baru saja rekamannya dimulai, wajah Seong Wu yang sedang tertawa sudah muncul duluan.
Rekaman berlanjut dan menampilkan percakapan Daniel dengan Seong Wu. Seong Wu bertanya pada Daniel yang sedang merekam Seong Wu.
['Coklat untukku?']
Daniel mengiyakan ucapan Seong Wu. Latar tempat berganti, sekarang Seong Wu sedang duduk di sofa sambil mencoba coklat dari Daniel. Ia mengerutkan keningnya karena merasakan rasa yang aneh dari coklat. Tak lama ia tertawa menyadarinya, coklat itu terasa pedas dan kecut dan tentunya itu ulah Daniel. Daniel mencampurkan saus sambal dan tomat ke dalamnya. Daniel terkikik geli melihat ekspersi Seong Wu.
"Aku masih ingat rasanya." Celetuk Seong Wu.
"Ahahahaha, sungguh?"
"Yah tidak terlalu pedas si, tetap saja jadi aneh."
Kali ini rekaman menunjukan Daniel yang sedang bergaya di depan kamera. Daniel tidak bisa berbohong kalau ia malu melihat dirinya yang bertingkah kekanak kanakan. Detik selanjutnya Seong Wu lah yang malu karena ia menanyakan hal yang sangat wah pada Daniel.
['Daniel apa kau mencintaiku?']
Seseorang yang kebetulan melihat mereka terkesiap akan pertanyaan Seong Wu.
['Bagaimana kau bisa menanyakan hal itu? Wah sangat berani.'] Komentarnya.
Seong Wu menutup wajahnya kala melihat rekaman itu, Daniel tertawa dan menarik tangan Seong Wu agar tak menutupi wajahnya sendiri.
['Hahaha, anak ini.'] Daniel berjalan mendekati Seong Wu.
['Aku hanya bercanda.'] ucap Seong Wu. Rekaman kamera terlihat turun merekam lantai, saat itu Seong Wu menunduk dan kameranya juga jadi ikut menurun.
['Bagiku Seong Wu hyung itu,'] kamera kembali merekam lurus ketika Daniel berbicara. ['Sinar Matahariku.'] Ucap Daniel yang berhasil membuat jantung Seong Wu berdegup kencang, kameranya kembali tak fokus.
Daniel mengangkat kamera itu agar tetap merekam jelas wajahnya.
['My only sunshine.'] Ucap Daniel dengan senyum manis, lalu rekaman berhenti.
"Seong Wu." Panggil Daniel. Seong Wu menengok ke arah Daniel dengan tangan yang menutupi mulutnya karena menahan malu. Seong Wu mengangkat dagunya, memberi isyarat pada Daniel untuk berbicara. Daniel hanya diam dan terus memperhatikan Seong Wu.
"Apa Niel?" Tanya Seong Wu yang tidak tahan.
"Kau tahu, bahkan sekarang, sampai kapan pun," Daniel menjeda kata katanya dan terdiam sebentar.
"You will always be my sunshine."
-|Locked|-
Tbc
Cheesy sangat ettak
Mud nulisku lagi kenceng ini
Ingin cepat cepat namatin :v
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked ✔
FanfictionKang Daniel dan Ong Seong Wu, the sweetest couple of the day, month dan year. Kedekatan mereka terlihat sangat manis, tapi siapa sangka Kang Daniel menutupi sesuatu dari Seong Wu yang membuat Seong Wu diculik oleh sekelompok mafia yang diketuai Park...
