7. Its Not a Dream

376 61 11
                                        

Daniel berlari menaiki tangga, secepat mungkin berusaha sampai ke lantai paling atas kerajaan. Tubuhnya ada disana tetapi pikirannya berkelana pergi. Pria yang tadi ia temui, siapa?

Brak!

Daniel nyaris terjatuh ketika bongkahan batu besar jatuh tepat di sebelah kanan kepalanya. Sangat dekat, jika Daniel telat menyingkir sebentar saja, mungkin ia akan tertimpa batu itu dan jatuh ke lantai bawah. Ia memegangi dadanya sambil melihat batu besar itu hancur ketika menyentuh lantai dan juga darah yang menyiprat dari bawah batu.

"Sial, kuharap Jisung sudah siap ketika aku sampai." Gerutu Daniel. Ia kembali berlari, tetapi langkahnya terhenti di lantai 5.

"Chanyeol..."

Chanyeol berhenti berlari mengikuti komplotannya, ia menengok ke arah suara dan matanya membulat. Ia membuat wajah Bagaimana cecunguk ini bisa berada di sini?. Mungkinkah Daniel sudah menggali banyak informasi tentang Exodus? Chanyeol terkekeh memikirkannya.

"Cecunguk sialan, pasti kau sudah membawa Seong Wu bersamamu ya." Rutuk Chanyeol.

Baru saja Daniel hendak menjawab, sebuah batu lagi lagi jatuh di tengah tengah mereka dan membuat suara berdentum keras. Lantai 5 perlahan mulai roboh. Daniel dan Chanyeol berlari ke arah yang berlawanan. Mereka berdua sama sama menuju ke atas, tetapi sekarang Daniel hanya terdiam di tempatnya berdiri. Ia bisa mendengar Chanyeol memaki dan menyumpahi dirinya sambil terus berlari. Daniel mengernyitkan dahinya.

Tadi itu Seong Wu?

***

Daniel merasakan lengannya ditarik ke belakang. Ia menoleh dan mendapatkan wajah yang sangat familiar tersenyum lebar padanya.

Tidak.

Jangan lagi.

"Da.. Danik!" Serunya.

Sudah lama sejak terakhir kali Daniel mendengar nama panggilan itu. Daniel sangat merindukannya.

"Kau datang mencariku?" Tanyanya.

Daniel terdiam dan hanya menatap sedih pria di depannya.

Tentu aku datang mencarimu.
Tapi kamu yang sekarang ada di depanku.
Pasti hanya bayangan kan?
Tidak mungkin Chanyeol mengajakmu keluar.

Tapi...

Mungkin ini nyata...

Daniel mengedipkan matanya lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tidak. Jangan terpengaruh. Ini hanya bayangan. Berkali kali Daniel mengingatkan dirinya sendiri. Ia mendiamkan halusinasinya lalu berbalik pergi.

Sudah cukup bermain main dengan pikirannya, sekarang Daniel punya tugas yang lebih penting. Ia harus mencari tahu rencana Chanyeol dan melumpuhkan seluruh anggota Exodus. Setelah itu ia akan mencari markas Exodus lalu menyelamatkan Seong Wu.

Seong Wu tunggu aku.

***

Tanpa pikir panjang Daniel melompat ke lantai bawah. Seong Wu yang tadi ia temui, itu Seong Wu yang asli. Bukan bayangannya. Bukan halusinasinya. Daniel merutuki dirinya sendiri, jika saja saat itu Daniel langsung menarik Seong Wu pergi bersamanya, Seong Wu pasti selamat. Tetapi Daniel malah meninggalkannya sendiri di situasi yang sangat buruk.

Locked ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang