Daniel berjalan tergesa gesa ke kamarnya. Jisung yang melihatnya mengikuti Daniel dari belakang, keningnya mengerut heran. Jisung melihat Daniel mengambil sebuah pinset logam lalu duduk di atas kasurnya. Daniel mengarahkan pinset itu ke dadanya.
'Anak ini mau bunuh diri menggunakan pinset? Apa bisa?' Pikir Jisung dalam diam.
Setelah Jisung memperhatikan baik baik, ada sebuah jarum kecil tertancap disana. Jisung langsung bergerak mendekati Daniel, jarinya bersiap mencabut jarum itu tapi Daniel membentaknya.
"JANGAN DIPEGANG HYUNG!" Bentak Daniel sambil menepis tangan Jisung. Jisung terkejut lalu mundur beberapa langkah. Mata Daniel mengerjap pelan, seharusnya ia tak membentak hyung yang berusaha menolongnya.
"Ini beracun." Suara Daniel memelan ketika mengucapkannya.
Jisung mengangguk paham. "Biar ku ambilkan."
Jisung dengan sigap mengambil pinset itu lalu menarik jarum di dada Daniel dengan cepat, ia mengambil sapu tangannya lalu menaruh jarumnya disitu. Ia mengarahkan sapu tangan itu pada Daniel.
"Bisa jelaskan?" Tanya Jisung.
Daniel menghela nafas pelan. "Aku bertemu Chanyeol, lalu ini terjadi." Jelas Daniel pendek.
Daniel bisa melihat kalau wajah Jisung berubah marah dan mulutnya sudah siap mengeluarkan berbagai omelan, jadi Daniel berusaha menghentikannya.
"Daripada memarahiku, obati aku. Aku terkena racunnya." Ucap Daniel sambil memalingkan wajahnya. Daniel merasa bersalah.
Jisung menarik nafas panjang. "Oke baiklah. Aku harus mengetes racun apa yang ada pada jarum ini, butuh waktu beberapa jam. Kau merasa pusing atau tidak enak?"
Daniel menggeleng pelan, tapi Daniel yakin cepat atau lambat reaksi dari racun ini akan muncul dan membuatnya kesakitan atau lebih parahnya tidak sadarkan diri.
"Bagus. Berusaha untuk tidak tidur, jika kau tidur, efek racun akan menyebar dengan cepat." Jelas Jisung dan dibalas anggukan oleh Daniel.
Setelah itu Jisung meninggalkan Daniel semdirian di kamarnya dan benar saja, beberapa menit setelah Jisung pergi, Daniel merasa matanya sangat berat.
-|Locked|-
Seong Wu terdiam di kamarnya. Sudah beberapa jam sejak terakhir kali ia diberi makan dan pintu kamarnya terbuka. Ia tak bisa melihat keadaan di luar tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi di luar sana. Sedari tadi ada suara bisung yang masuk ke pendengaran Seong Wu. Seperti suara orang berlalu lalang dan suara barang barang yang menyentuh lantai.
Mungkinkah mereka akan pergi dari markas ini lalu meninggalkan Seong Wu sendirian? Berarti Seong Wu akan mati kelaparan? Tidak. Tidak bisa. Seong Wu tidak terima mati dengan cara menyedihkan begitu, ia menggeleng gelengkan kepalanya mengusir pikiran negatif yang hadir.
Saat itu suara pintu membuyarkan pikirannya. Chanyeol berdiri di sana dengan senyum miringnya yang khas dan wajahnya yang diangkat ke atas. Di genggaman Chanyeol ada satu setelan jas hitam dengan kemeja putih, ia melemparnya ke ranjang Seong Wu dan berhasil membuat Seong Wu mengerutkan keningnya.
"Ayo bersiaplah. Kau akan ikut denganku." Ucap Chanyeol lalu pergi meninggalkan Seong Wu. Jadi Seong Wu harus memakai jas ini?
Baru saja Seong Wu hendak memakai jasnya tiba tiba Chanyeol muncul lagi dari balik pintu. "Mandilah dulu, jas itu tidak dibuat untuk menahan bau badanmu." Kemudian kepalanya menghilang dari balik pintu.
"KAU PIKIR SIAPA YANG MEMBUATKU JADI BAU SEPERTI INI HAH?!" Teriak Seong Wu. Singanya bangun kan.
Zraash..
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked ✔
FanfictionKang Daniel dan Ong Seong Wu, the sweetest couple of the day, month dan year. Kedekatan mereka terlihat sangat manis, tapi siapa sangka Kang Daniel menutupi sesuatu dari Seong Wu yang membuat Seong Wu diculik oleh sekelompok mafia yang diketuai Park...
