Pagi hari seusai makan pagi, Pangeran harus menanti kedatangan gadis pertama Pelangi Kim Evangellynn.Pangeran berdiri di depan pintu masuk sambil terus menggerutu dalam hatinya. Ia tidak mengerti mengapa Ratu tega melakukan hal ini padanya. Ratu menyuruh Pangeran menyambut kedatangan tiap gadis dengan cara seperti ini.
Ketujuh gadis itu benar-benar harus diperlakukan dengan istimewa oleh Pangeran.
Pangeran tidak boleh membantah semua keinginan mereka. Pangeran harus mengikuti semua keinginan mereka.
Membayangkan kedatangan para gadis itu sudah membuat Pangeran ingin pergi apalagi ditambah harus mengikuti keinginan para gadis yang macam-macam.
Tak berapa lama kemudian, kereta keluarga Kim Horthrouth tiba di depan Pangeran.
Dengan enggan, Pangeran mendekati kereta itu dan membantu gadis di dalam turun dari keretanya.
Suzy tersipu-sipu mendapat sambutan langsung dari Pangeran. Pangeran meraih tangannya dan menciumnya dengan segala hormat.
"Selamat datang, Lady Suzy," kata Pangeran memberi salam, "Silakan mengikuti saya. Ratu telah menanti Anda sejak tadi."
Sengaja Pangeran melanggar ajaran Ratu. Ratu memerintahkannya untuk berkata, "Saya senang bertemu dengan gadis secantik Anda. Saya telah menantikan kedatangan Anda sejak tadi."
Semalaman Ratu mengajari Pangeran untuk menghafal kata-kata itu. Pagi ini Pangeran ingat apa yang harus diucapkannya berdasarkan ajaran Ratu tetapi ia tidak mengucapkannya. Pangeran tidak tertarik untuk menanti para gadis itu dan ia tidak mau berbohong pada dirinya sendiri.
Dari semua orang di Istana, yang paling mengharapkan kedatangan para gadis itu adalah Ratu. Semua orang tahu itu. Dan, yang paling tidak menginginkan kedatangan mereka tentu saja sang Pangeran.
Dengan enggan Pangeran mengantar Suzy ke Ruang Tahta di mana Ratu dan Raja telah menanti.
"Hamba, putri pertama Earl of Kim Horthrouth, Suzy , menghadap Paduka Raja dan Paduka Ratu Kim Evangellynn."
"Berdirilah, Suzy," kata Raja.
Suzy mengangkat punggungnya. Ia berdiri dengan anggun di depan Raja dan Ratu.
Ratu tersenyum dalam hati melihat Suzy. Tidak salah gadis itu banyak dipuja lelaki.
Matanya yang hijau seperti daun yang telah matang. Rambutnya yang emas kecoklatan berombak dengan indah. Wajahnya yang putih memancarkan kelembutan. Matanya memancarkan kecerdasan. Rambutnya yang digelung rapi membuatnya tampak dewasa. Bibirnya yang memerah tersenyum ramah.
"Siapa yang tidak tertarik pada gadis secantik dia?" tanya Ratu pada dirinya sendiri.
"Aku senang engkau bersedia datang," kata Raja, "Silakan engkau menghabiskan waktumu di Istana. Anggap istana adalah rumahmu sendiri."
"Hamba akan berusaha, Paduka Raja. Istana jauh lebih besar dari rumah kami. Akan sulit menyamakannya dengan gubuk kami."
Ratu tersenyum. "Ajaran orang tuamu selalu melekat pada dirimu. Aku takkan bisa melupakan bagaimana mereka mengajarkan setiap putrinya untuk bersikap rendah hati. Aku tak heran kalian tidak sombong walau kalian sangat cantik."
"Anda terlalu memuji kami, Paduka Ratu," Suzy tersipu.
"Bersenang-senanglah kalian," kata Raja.
"Ajaklah dia berkeliling Istana," Ratu memberikan saran.
Pangeran menatap Ratu dengan enggan. Ia menangkap perintah dalam saran itu dan ia tidak tertarik untuk melakukannya tetapi ia berkata, "Baik, Ibunda."

KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Hari Ketujuh (Surene)
FanfictionFF ini adalah hasil Remake dari novel dengan judul yang sama karya Sherls Astrella. Terdapat beberapa perubahan nama atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhan cerita. . . . private pada chapter tertentu.