Chapter 3 - Sport Time (2)

1K 121 24
                                        

[Shoose PoV]

Setelah semua yang terjadi, entah kenapa gue jadi ga bisa ngapa-ngapain. Alhasil gue hanya mengejar bola kesana-kemari ga jelas. Permainannya berdeda jauh dari ekspetasi gue, gue jadi bingung sendiri.

Shima dan Nqrse terus berebut bola. Mereka sama-sama cepat, sehingga keadaannya menjadi sangat sengit. Sesekali mereka mengoper bolanya ke anggota timnya yang sedang bebas penjagaan. Sampai akhirnya bola jatuh ke tangan Nqrse.

Tanpa membuang waktu Nqrse membawa bola ke arah gawang tim biru. Setelah dirasa cukup dekat, dia menendang bola dengan kekuatan yang besar. Buset, badannya cewek tapi kekuatannya udah kayak badak aja. Gue jadi makin curiga sama gendernya.

Bola melesat dengan sangat cepat. Saking cepatnya, Sang keeper Urata tidak bisa merespon bola yang yang tiba-tiba. Akhirnya bola tersebut masuk dengan mulus. Bahkan jaring gawangnya bolong karena tidak dapat menahan bola. Sedangkan Urata terlihat terluka seperti sayatan kecil di pipi kanannya. Sehebat itukah tendangan Nqrse!? Bahkan Urata sampai terluka. Kok kayaknya Urata sial Mulu daritadi? poor you Urata.

Setelah melihat tendangan Nqrse yang cetar membahana, lapangan menjadi kembali hening. Semua orang terlihat speechless dengan mulut yang menganga lebar. Mungkin bisa dimasuki 2-3 lalat. Dan saat itu juga kita semua mengerti satu hal, 'jangan coba-coba berurusan dengan Nqrse'.

Setelah keheningan selama beberapa menit berlalu, ronde ketiga dimulai. Amatsuki menggiring bola tepat setelah peluit dibunyikan. Dia terlihat menjauhi Nqrse. Ya, dia adalah musuh yang berbahaya. Gue tahu itu. Namun, tiba-tiba Luz datang dan melakukan sleding kepada Amatsuki. Sontak Amatsuki terjatuh seketika. Luz kembali berlari bersama bolanya dengan menyeringai tanpa rasa bersalah. Itu pelanggaran! Wasit mana wasit!? Gue melihat ke sekitar lapangan mencari orang yang seharusnya bertanggung jawab mengawasi permainan. Dan fokus gue seketika teralih kearah orang yang sedang tidur di bangku penonton, yaitu Soraru. Disaat seperti ini dia malah tidur enak-enak!? Sungguh tidak bisa dipercaya. Sepertinya sia-sia kalau gue bangunin dia, yang ada dia bakal kembali ke pulau kapuk setelah sepersekian detik membuka mata.

Beralih ke Amatsuki yang kesakitan. Terlihat semua anggota tim biru mengelilingi Amatsuki. Raut mereka terlihat sedih.

"Amatsuki, Lo ga apa-apa? Lo harus bertahan!"teriak Sakata dengan mata yang berkaca-kaca.

"Sudah berakhir, gue sudah tidak kuat lagi. Gue serahkan semuanya kepada kalian.."

"Amatsuki!"

Woy! Hentikan drama kalian itu. Bisa-bisanya kalian meninggalkan gawang tanpa ada satu orangpun! Kalian hanya akan membuat usaha Amatsuki sia-sia bodoh! Sinetron macam apalagi ini!!?? Ya Lord!! Ujian macam apa ini!? Dan gue hanya bisa memandang kebodohan mereka dari jauh.

Ditengah drama picisan itu, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka. Orang itu menggunakan topeng kitsune."tenang Amatsuki, serahkan semuanya kepada gue. Gue berjanji akan membawa kemenangan untuk Lo. Usaha Lo tidak akan sia-sia.."usaha dia sudah sia-sia daritadi! Dan kau siapa!? Tiba-tiba masuk ke dalam permainan.

"I-itok.. terimakasih. Akan kuserahkan semuanya kepada Lo. Gue percaya sama Lo.."

Dan akhirnya Amatsuki digantikan oleh Ito Kashitaro. Ronde keempat dimulai. Dan yang mengejutkan, Itok bisa melewati musuh dengan cepat. Bahkan dia bisa melewati Nqrse dengan mudah. Dia terlihat seperti pahlawan bertopeng kitsune kesiangan. Walaupun sela-sela semua itu, terkadang dia terlihat menggumamkan sesuatu seperti mantra. Bahkan dia sempat berpose seperti Sailer Moon. Sudah kuduga kalau dia ga normal.

Tapi ada sesuatu yang salah. Saat dia hampir mencapai gawang dan menendang bola dengan akurat. Entah kenapa bolanya meleset kearah lain, lebih tepatnya membelok. Gue kira itu hanya kebetulan, tepi setelah gue liat itu terjadi berkali-kali gue jadi ngerasa aneh. Gue memutuskan untuk bertanya kepada Itok.

"Kok bolanya bisa meleset terus?"

"Sebenarnya.. sebenarnya gue ga bisa nendang bola masuk ke gawang. Pasti bolanya akan terus menghindari gawang, itu kelemahan gue."

"Ha?"gue hanya bisa melongo mendengar penuturannya.

Demi apa!? Dia punya skill bagus tapi ga bisa masukin bola ke gawang?? Bahkan bolanya sendiri yang menjauh!? Bukannya kalau gitu sama aja! Dasar pahlawan ga guna! Kali ini gue benar-benar frustasi. Kepala gue rasanya mau pecah.

Dan akhirnya permainan berlanjut sampai jam pelajaran habis. Dan kalian pasti udah bisa nebak siapa pemenangnya. Hari ini benar-benar hari yang sial bagi gue. Mungkin setelah ini gue setiap gue lihat kucing hitam gue harus sedia par*mex. Kuatkan lah hati ini ya Lord..

Yay~ akhirnya permainannya selesai. Wkwkwk poor you Shoose, ku tak bermaksud menyakitimu/slapped/ 😂

Jangan lupa voment ya..sekalian saya mau promosi cerita saya yang lain. Ini fanfic utaite juga. Cuman genrenya berbeda.

Genrenya action, blood, sad, dll. Dan main charnya Soraru dan Mafumafu. Saya terinspirasi dari lagu Loser. Lagunya bagus sih, hehe. Jangan lupa mampir ya~ 😁

Judulnya Loser. Covernya seperti ini 👇

Menceritakan tentang Mafumafu sebagai pembunuh yang bertemu dengan Soraru sebagai detektif saat dia sedang menjalankan misi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Menceritakan tentang Mafumafu sebagai pembunuh yang bertemu dengan Soraru sebagai detektif saat dia sedang menjalankan misi. Setelah bertemu Soraru, Mafumafu mengetahui banyak fakta yang membuatnya teringat akan masa lalunya yang kelam.

Setelah bertemu Mafumafu, Soraru sudah menyadari sesuatu hal pada diri Mafumafu. Dirinya dipenuhi dengan kesepian, kesedihan, dan balas dendam. Hal itu terlihat dari matanya. Dan dia menyadari bahwa Mafumafu mempunyai nasib yang sama dengannya. Namun, jalan mereka berbeda dan saling bertolak belakang. Apakah dia akan melindunginya? Atau membunuhnya?

Jangan lupa voment ya! Terus ikuti cerita saya..sampai ketemu chapter selanjutnya minna~ 🙌

- Vaughn




Utaite High SchoolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang