Matahari menyambut pagi dengan sinarnya. Hari baru yang cerah telah tiba, secerah hati orang-orang yang mulai melakukan aktivitas sehari-hari dengan gembira. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Soraru. Suasana hatinya sangat suram hari ini. Sesuram pantat panci yang sudah dipakai bertahun-tahun lamanya.
[Soraru PoV]
Hari ini gue bener-bener merasa tidak semangat. Untuk bangun dari tidur aja butuh tenaga ekstra dan waktu yang cukup lama. Setelah berusaha untuk bangun dan akhirnya gue bangun setelah ngedipin mata berkali-kali, antara sadar dan tidak sadar selama 1 jam. Dan berakhir setelah mendengar alarm nyaring dari mulut nyokap gue. The power of emak-emak, you know that. Itu adalah perjuangan yang sangat panjang.
Hari ini semangat gue bener-bener di ujung tanduk. Pasalnya hari ini gue dipaksa ngajarin mafu-mafu. Karena sebentar lagi bakal ada ujian. Dan asal kalian tahu, ngajarin mafu-mafu belajar rasanya sama kayak lari marathon 1 km. Diemin dia aja susahnya minta ampun, sebelas duabelas kayak diemin bocah PAUD. Gue udah sangat berpengalaman dalam hal ini.
( Flashback )
"Nah, kalau sudah ketemu rumus torsinya lo tinggal masukin aja angkanya. Nanti bakal ketemu resultannya,"
Mafu-mafu hanya mengangguk singkat, masih fokus menulis di bukunya. Merasa curiga, gue liat hasilnya. Siapa tau sesat di jalan,"gimana? Udah belom?"
Dan betapa terkejutnya gue ketika lihat coretan ga jelas di bukunya mafu. Demi sempaknya Neptunus!! Jadi selama 1 jam tadi dia cuma gambar ga jelas, sementara gue jelasin panjang lebar!!?? "Lo gimana sih? Kan udah gue suruh cari rumusnya, kok malah gambar?"
"Ya elah, sans aja kali. Ini lagi nyari,"
Nyari gundulmu!! "Oy..lo serius ga sih? Masa nyari rumus pake gambar segala. Lo pikir pelajaran seni?"
"Hidup itu ga segampang yang Lo bayangin Soraru. Kita harus mengawasi sekitar kita, terutama orang lain. Kita harus bisa memprediksinya, sebelum nantinya jadi sesat," elu yang sesat bege! "Gimana kalau nanti emaknya Andi nyamber tali katrolnya? Kan gayanya jadi bertambah. Belum lagi kalau ada keluarganya yang lain lagi boker, kan malah jadi rebutan. Nanti malah beda rumusannya,"
BODO AMAT!! "Lo ga usah nyari yang ga ada di soal mafu-mafu yang 'pintar'..kalau Lo cari kemungkinan kayak gitu, nyampe kiamat Lo ga bakal kelar." Fix, kesabaran gue udah di ujung tanduk.
"Oh iya ya, ngapain dicari? Kan yang ditanya gaya dari Andinya. Lagian keluarganya ga ada yang tau dia lagi ngerek sumur. Berarti tinggal cari rumusnya trus masukin, selesai.." Itu yang gue bilang ke Lo tadi YA LORD!
Gue hanya bisa menahan amarah gue yang sudah mencapai batasnya mati-matian, kalau gue marah bisa-bisa gue OOC. Sementara mafu-mafu dengan wajah polosnya mengerjakan soal.
"Nah! Selesai..,ini mah soal gampang. Sebentar juga selesai, kan Soraru?"
Kalau lu bisa ngerjain sendiri, kenapa lu minta diajarin!? Ngajak ribut nih anak. Sia-sia usaha gue. Ternyata gue ngajarin bocah yang pura-pura bego. Untung lu temen gue, kalau engga lu udah berakhir di alam sana sekarang. Gue hanya bisa speechless. Kembalikan waktu istirahat gue..
( Falshback end )
Gue masih heran, sebenarnya dia itu beneran bego atau begoin gue sih!? Gue ga habis pikir sama tuh anak. Kerjaannya nempel mulu sama gue. Tapi bawaannya ngeselin mulu, mana gue sering dijadiin objek kejahilan dia lagi. Sebenarnya dia mau deketin gue atau mau musuhin gue? Serba salah emang.
Setelah menempuh perjalanan panjang yang sangat membosankan, gue langsung masuk ke kelas dan duduk dengan manis. Seandainya gue bisa menghentikan waktu, gue bisa bakar sekolah gue tanpa ada yang tahu. Sehingga ujiannya bakal di batalkan. Dan kalau lagi beruntung, ujiannya bakal diganti sama libur panjang. Kalau gitu sih, gue bakar aja tuh sekolah setiap tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Utaite High School
RandomKetika para Utaite sekolah di Utaite High School, sekolah yang dipenuhi orang-orang yang tidak peka sekaligus tidak 'beres'. Kejadian gaje yang haqiqi terjadi setiap harinya. Dan inilah kisah para Utaite ketika sekolah di Utaite High School. Can you...
