[ Soraru PoV ]
Setelah melewati masa-masa yang membosankan di sekolah, akhirnya bel pulang berbunyi. Pertanda kebebasan yang haqiqi telah berada di depan mata. Dengan penuh sukacita, gue bersiap untuk pulang. Gue udah ga sabar menikmati kencan dengan bantal guling gue tercinta di pulau kapuk pribadi gue. Membayangkannya saja udah bikin ngiler.
"Yo Soraru-san~" dan ekspetasi gue hancur seketika setelah mendengar suara Mafu yang tiba-tiba muncul di depan pintu kelas dengan Sakata entah dari mana.
"Y-yo..ada apa?" Ujar gue berusaha menahan perasaan yang tiba-tiba bergejolak di dalam diri gue. Sabar Soraru..Lo ga boleh OOC.. batin gue.
"Hari ini gue mau pergi ke toko game sama Sakatan-san. Gue mau beli game 'Fake Love' dan 'Demonquest' yang baru rilis, Lo mau ikut?" ucap Mafu dengan raut yang penuh semangat.
"Hah? Game apaan tuh?"
"Lo ga tau!? Itu game yang lagi populer lho..bahkan orang-orang rela ngantri panjang demi beli game itu!"
"Sekarang kan sudah siang, sebaiknya kita cepat Sakatan-san! Pasti udah banyak yang ngatri. Keburu kehabisan gamenya!!" Seru Mafu bersiap untuk beranjak.
"Eh!? Tung-" Sakata meraih tangan gue tiba-tiba dan menyeret gue untuk pergi bersamanya.
"Ayo Soraru-san!!" Ucapnya seraya mulai berlari.
WT*..kenapa gue harus ikut, dan sejak kapan gue setuju buat ikut sama kalian. Kencan gue... batin gue pasrah dalam hati.
Setelah berlari marathon selama beberapa menit, akhirnya gue sampai di toko itu. Gue bener-bener kehabisan nafas, plus tenaga gue terkuras seketika. Gila! Jauh amat tempatnya, mana pake lari segala.. YA LORD! KUATKANLAH HAMBA!!
" Sakatan-san! Antriannya udah panjang! Ayo cepat!"
Gue mengalihkan pandangan gue ke arah yang ditunjuk Mafu. Terlihat antrian manusia yang sudah menunggu di depan toko. Bahkan mereka menunggu toko buka sambil duduk, sudah berapa lama mereka disini!? Mafu menarik gue dan Sakata menuju antrian tersebut.
" Kita harus bersiap-siap, sebentar lagi tokonya buka. Jangan sampai gugur!" Ucap Mafu seraya mengepalkan tangan.
" Yosh! Soraru! Kau juga harus persiapkan fisik dan mentalmu!" Lanjut Sakata kemudian.
Lo kira mau perang? Batin gue dalam hati. Seorang petugas terlihat keluar dari toko tersebut. Dengan sigap orang-orang langsung berdiri untuk bersiap-siap.
" Baiklah, masuklah dengan tertib. Jangan berebutan, buatlah antrian di sebelah sini!" Petugas tersebut menunjuk ke arah sampingnya.
" Ayo!" Mafu menarik tangan gue dan Sakata menuju tempat antrian.
Setelah berdesak-desakan dengan pengunjung lain, akhirnya kita berhasil mendapatkan antrian.
" Semua harap tenang! Toko akan segera di buka!" Seru salah satu petugas.
" Sakatan-san! Kita tidak akan mendapat bagian, gamenya terbatas. Tidak akan cukup sampai antrian kita!"
" Cih! Tidak ada cara lain selain 'itu'!"
" Dimengerti!" Apa yang kalian rencanakan? Sangat mencurigakan..
Pintu toko terbuka perlahan, menampakkan isi toko. Berbagai game terpampang di rak-rak toko tersebut dengan rapi. Pengunjung perlahan mulai masuk satu persatu. Sekilas Sakata terlihat menjulurkan kakinya ke depan kaki pengunjung yang berada di depannya. Seketika pengunjung itu kehilangan keseimbangannya dan jatuh menubruk pengunjung lain yang mengantri di depannya. Kejadian itu terus berlanjut hingga pengunjung yang paling depan. Bahkan petugas yang mengatur sempat tertindih. Tanpa membuang kesempatan, Mafu dan Sakata berlari dengan ganas menuju toko tersebut. Dasar cheat!
KAMU SEDANG MEMBACA
Utaite High School
AcakKetika para Utaite sekolah di Utaite High School, sekolah yang dipenuhi orang-orang yang tidak peka sekaligus tidak 'beres'. Kejadian gaje yang haqiqi terjadi setiap harinya. Dan inilah kisah para Utaite ketika sekolah di Utaite High School. Can you...
