[ Mafumafu PoV ]
Gue dengan Soraru akhirnya mencapai lantai 2. Oke, gue mulai menyadari kenapa rumah hantu ini terkenal mengerikannya. Gimana ga terkenal, hantunya aja sangat mengerikan. Gue berharap malam ini gue ga mimpi buruk.
Dengan langkah pelan gue menyusuri koridor lantai. Gue berharap segera menemukan boneka beruang itu, supaya gue bisa cepet-cepet keluar dari sini. Mungkin setelah ini gue kapok masuk ke rumah hantu lagi. Tiba-tiba netra gue menangkap sebuah pintu yang sedikit terbuka. Setelah mempersiapkan diri, gue melangkah mendekati ruangan itu dengan hati-hati.
Ruangan itu adalah UKS. Ruangannya sedikit rapi. Namun, tempatnya kotor. Banyak debu dan sarang laba-laba. Setelah memastikan tidak ada makhluk aneh di dalam, gue memutuskan masuk untuk mencari boneka. Soraru mengikuti di belakang gue. Sebenarnya gue heran, sejak tadi Soraru tidak mengeluarkan suara apapun. Mungkin itu karena dia tidak lihat makhluk mengerikan tadi. Namun lebih baik daripada dia merengek ingin keluar dari sini.
Gue menyusuri ruangan. Mencari ke setiap sudut dengan teliti. Akan tetapi gue tetap tidak menemukan apapun. Tiba-tiba gue merasakan sesuatu di pundak kanan gue. Mata gue membelalak. Mengira-ngira makhluk apa yang telah menyentuh pundak gue. Gue memalingkan wajah pelan-pelan. Dan gue mendapati makhluk yang amat sangat mengerikan. Sangat menjijikkan, tidak ada tangan disana. Posisinya bahkan merayap. Tubuhnya tidak seperti manusia. Wajahnya tidak terlihat atau bisa dibilang datar. Seketika gue berlari menjauh sambil meneriakkan makhluk di pundak gue, setelah gue menyingkirkan makhluk itu dengan jurus tapak budha tentunya.
" KECOAAAKKKK!!" teriakan gue menggema.
Gue lari terbirit-birit, setelah bertemu dengan makhluk yang paling mengerikan di dunia. Makhluk yang sering bersembunyi dan sewaktu-waktu bergerak sangat cepat. Mengejar siapapun yang berada di hadapannya. Sebesar apapun makhluk itu. Musuh bebuyutan manusia sejak dulu. Bahkan mereka bisa menyamar diantara tumpukan kurma. Mengingat bentuk dan warnanya hampir sama.
Oh lupakan kecoak, gue bahkan berlari tanpa Soraru. Sial, bagaimana gue bisa meninggalkan Soraru sendirian!? Gue berlari ke tempat tadi dengan terburu-buru. Tak lupa gue sempat mengambil benda apapun sebagai senjata. Itung-itung buat jaga-jaga kalau harus ada pertempuran diantara kedua umat. Gue hanya mendapat sebuah raket. Yah, benda itu cukup untuk melawan makhluk biadab itu. Walaupun gue berharap mendapatkan semprotan pestisida, senjata ampuh untuk melawan kecoak. Tapi gue ga mungkin keluar dari rumah hantu buat beli pestisida di supermarket trus balik lagi kesini.
Sesampainya di tempat terakhir, gue segera mencari kebenaran Soraru. Manik gue menemukan seorang anak kecil yang tengah duduk di pojok seraya menekuk lututnya. Wajahnya di tenggelamkan diantara kedua lututnya. Sementara tangannya memeluk dirinya sendiri dengan erat. Dari postur tubuh dan bajunya itu pasti Soraru. Sepertinya Soraru sangat ketakutan. Gue segera menghampiri Soraru.
" Soraru ga papa? Maaf ya, tadi kakak ga sengaja ninggalin kamu," ucap gue seraya menggenggam tangan kecil Soraru.
Soraru menatap gue dengan wajah sayunya. Ugh, gue merasa bersalah sekarang. Sepertinya Soraru sangat ketakutan. Soraru hanya menanggapi perkataan gue dengan anggukan kecil. Membuat gue menghela sedikit nafas lega. SEDIKIT, ingat kami belum keluar dari tempat terkutuk ini.
Gue kembali melanjutkan perjalanan. Menyusuri koridor yang sepi. Terkadang kami menemukan makhluk-makhluk aneh. Dan berakhir berlari terbirit-birit, tak lupa diiringi teriakan membahana gue. Sampai akhirnya gue dengan Soraru sampai di sebuah ruangan yang terlihat mencolok. Pintunya terbuka lebar begitu saja. Karena belum menemukan boneka beruang tersebut, akhirnya gue terpaksa memeriksa ruangan itu. Di bagian atas pintu ruangan terdapat papan yang bertuliskan 'Laboratorium'. Oke, ini adalah tempat yang paling mengerikan.
Gue menyempatkan diri mengintip ruangan tersebut. Dan gue tidak menemukan apapun di dalam. Hanya berbagai perabotan lab yang sudah terlihat usang. Gue mengangkat raket di tangan gue, takut-takut kalau ada makhluk biadab itu lagi. Tak lupa gue menggenggam erat tangan Soraru yang dingin. Gue melangkahkan kaki perlahan. Dengan cermat gue menatap sekeliling untuk mencari benda yang sejak tadi gue cari-cari. Hingga manik gue terpusat pada benda yang berada di lemari kaca. Sebuah boneka beruang berwarna cokelat.
Seakan-akan melihat secercah harapan. Gue langsung berlari menghampiri benda itu dengan wajah sumringah. Setelah membuka lemari kaca, gue langsung mengambil boneka itu dan menjaganya dengan mendekap boneka tersebut. Ketika gue berbalik hendak keluar ruangan, kaki gue dicekal sebuah tangan. Gue menatap kaki gue ngeri. Sebuah tangan penuh darah menggenggam pergelangan kaki kiri gue. Tangan tersebut tersambung dengan badan tanpa kaki. Kepalanya menengadah keatas, tepat menatap kearah gue. Bola matanya tidak ada, tersisa genangan darah yang mengalir hingga dagunya. Mulutnya sudah hampir tidak berbentuk, menggumamkan sesuatu.
" Long..to-tolong...tolong..."
Gue kembali lari terbirit-birit seraya berteriak ria. Dalam hati gue mengutuk rumah hantu ini agar segera bangkrut. Bagaimana bisa mereka memberikan mimpi buruk bagi pengunjungnya!? Sungguh apapun yang berada di dalam rumah hantu ini sangat mengerikan.
Gue berlari dengan cepat menuju lantai satu. Berusaha segera keluar dari tempat mengerikan ini. Dengan Soraru yang berada di belakang gue. Akhirnya gue sampai di pintu keluar. Gue merasa sangat lega setelah melihat petugas yang tengah berjaga di dekat pintu keluar. Setelah merasa cukup dekat dengan petugas itu gue berhenti sejenak. Gue merasa kekurangan oksigen setelah berlari dengan cepat tadi.
" Selamat, anda berhasil keluar. Apakah kau mendapatkan bonekanya?" Ucap petugas itu sopan.
" Y-ya, a-aku mendapatkan...boneka itu." Jawab gue terputus-putus seraya menyerahkan boneka tersebut.
" Silahkan duduk di sini sambil menunggu teman anda keluar," lanjut petugas itu sambil menunjuk kursi panjang di sampingnya.
Gue akhirnya duduk di kursi tersebut. Diikuti Soraru yang duduk di samping kiri gue. Gue sibuk mengambil oksigen dan menghilangkan bayangan mengerikan selama beberapa menit. Alhasil suasana menjadi hening. Beberapa menit kemudian muncullah Shoose, Sakata, Soraru, Amatsuki dan Un:c dari arah yang sama.
" Mafumafu!" Gue yang tidak menyadari kedatangan mereka segera memalingkan wajah.
" Lho? Kok kalian bareng sih!?" Seru guega terima.
" Kita ketemu di jalan tadi, ah itu ga penting. Lo gimana sih!? Masa Soraru Lo tinggal sendirian di UKS!? Harusnya Lo jagain dia dong!" Geram Amatsuki seraya menunjuk Soraru dengan dagunya.
Soraru terlihat menggenggam tangan Amatsuki erat. Matanya sembab, hidungnya juga kemerahan karena habis menangis. Lollipop sudah hilang dari mulutnya entah kemana. Soraru menunduk, raut ketakutan terlihat jelas di wajahnya. Tunggu, bukannya tadi gue pergi kesini sama Soraru ya?
" Kok Soraru disitu? Bukannya tadi.." gue mengalihkan pandangan gue ke tempat duduk yang tadi Soraru tempati. Dan gue tidak menemukan siapapun disana.
Gue menelan ludah kasar," lho? Ga mungkin! Tadi gue inget banget gue kesini sama Soraru!" Seru gue ga terima.
" Apa yang kamu bicarakan dek? Tadi kamu datang kesini sendirian," lanjut petugas itu heran. Membuat gue membeku seketika.
" Lha terus yang gue liat siapa dong?" Ucap gue takut-takut.
" Lo liat siapa emang?" Tanya Un:c heran.
Tiba-tiba mata gue tertuju pada tikungan di sudut lantai satu. Seorang anak tengah mengintip dari arah dalam. Kepalanya keluar menatap gue. Mulutnya melengkung perlahan-lahan. Membentuk seringai yang sangat menyeramkan. Dan saat itu juga teriakan gue memenuhi koridor lantai satu.
Yeeaayy akhirnya part Play selesai! Jangan lupa voment ya! I love feedback ❤ ^^
Btw mau tanya dong. Disini ada yang punya LINE? Ada OA khusus Utaite ga sih? Kalau ada yang punya saya minta dong 😂 add ID:69_Vaughn ya, sekalian biar tambah akrab. Hehe :3
- Vaughn
KAMU SEDANG MEMBACA
Utaite High School
RandomKetika para Utaite sekolah di Utaite High School, sekolah yang dipenuhi orang-orang yang tidak peka sekaligus tidak 'beres'. Kejadian gaje yang haqiqi terjadi setiap harinya. Dan inilah kisah para Utaite ketika sekolah di Utaite High School. Can you...
