Chapter 7 - Game (3)

638 84 27
                                        

[ Author PoV ]

" Eeeeehhh!?" Teriak Soraru, Mafu, Sakata, Shima, Senra, dan Urata kompak.

" Apa-apaan dia? Baru ketemu sekali aja udah nembak!? Gue juga belum mencet apa-apa!" Seru Soraru greged.

" Ini gamenya yang ga waras atau Honokanya yang bego ya?" Komentar Mafu kemudian.

" Mungkin karena Kazumi terlalu tampan dia jadi agresif. Lagipula wajahnya itu bisa membuat laki-laki nikung lho, untung dia berbeda dimensi." Lanjut Sakata.

" Tamatlah sudah kau Soraru, Honoka pasti di tolak mentah-mentah. Mana mungkin Kazumi menerima cintanya," ucap Shima.

Honoka : j-jadi Kazumi-kun, maukah kau menjadi p-p-pa-pacarku? (tersipu)

Kazumi : uhmm..maaf ya, tapi kita baru bertemu hari ini

" Tuh kan, sudah kuduga." Sela Shima.

Kazumi : (meraih tangan Honoka) jadi aku terima kau menjadi pacarku, supaya aku bisa mengenalmu lebih dalam (mencium punggung tangan Honoka)

Honoka : !? (merona)

" Eeehhhh!?" Teriak Soraru, Sakata, Mafu, Shima, Urata, dan Senra kompak untuk yang kedua kalinya.

" Bagaimana mungkin!!??" Teriak Sakata heran.

" Apakah Kazumi cinta Honoka pada pandangan pertama??" Sela Mafu.

" Benar-benar..kalau Author berkehendak, apapun bisa terjadi." Lanjut Senra geleng-geleng kepala. Sementara Soraru tetap bergeming, mencerna apa yang telah terjadi di hadapannya.

Honoka : aku mencintaimu Kazumi-kun! (memeluk Kazumi)

Kazumi : (balas memeluk Honoka) aku juga mencintaimu Honoka-chan..

Ini kapan gue ngendaliin Honoka ya Lord! Otomatis mulu! Bosen gue!! Batin Soraru mulai habis kesabarannya.

Dan akhirnya Honoka pulang ke rumahnya bersama Kazumi. Keesokan harinya Honoka berangkat ke sekolah lebih awal untuk menemui Kazumi di kelasnya. Dia ingin memberikan bento yang sudah ia buat untuk Kazumi. Sesampainya di depan pintu kelas Kazumi, dia melihat Kazumi tengah berbicara dengan seorang laki-laki. Awalnya Honoka gugup karena di dalam ada sahabatnya Kazumi. Tetapi karena merasa penasaran, Honoka bersembunyi di balik pintu dan mendengar pembicaraan mereka diam-diam.

Shinra : Kazu-chan, kemarin kau mendapatkan mainan baru ya?

Kazumi : ya, dia murid kelas sebelah. Namanya Honoka

Honoka : !?

Shinra : (menghela nafas) kau ini benar-benar, berhentilah bermain-main. Nanti kau bakal kena akibatnya lho..

Kazumi : ya aku tahu, tenang saja Shin. Selama tidak ada yang tahu, semua akan baik-baik saja

Shinra : kau selalu saja seperti itu, kalau terjadi sesuatu aku tidak mau ikut campur lho. Aku sudah memperingatkanmu

Kazumi : iya aku tahu. Lagipula aku tidak salah, dialah yang salah karena sudah menembakku duluan. Padahal aku baru saja bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Selain itu, kalau aku tidak melakukannya maka reputasiku sebagai cowok populer akan hancur dan hidupku akan semakin menyusahkan.

Shinra : mereka selalu saja menilaimu dari luar, sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya kau pikirkan.

Kazumi : haha, ya kau benar. Mereka tidak tahu kalau aku hanya tertarik pada waifu 2Dku. Wanita murahan seperti mereka tidak akan bisa menandingi waifuku. Bahkan wanita cantik sekalipun!

Honoka : ! (terdiam)

Shinra : (menghela nafas) kau itu. Kau harus segera menerima kenyataan bahwa kau berbeda dimensi dengan waifumu itu. Jadi percuma saja, semua itu hanya akan berakhir menjadi sebuah khayalan belaka.

Utaite High SchoolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang