Chapter 2 - Sport Time (1)

1K 115 55
                                        

[Shoose PoV]

Gue adalah salah satu murid di SMA Utaite, nama gue adalah Shoose. Gue suka banget olahraga. Sejak gue masuk SD, gue udah bakat jadi atlet. Dan ketika gue SD kelas 3 sampai sekarang, gue selalu berhasil mendapatkan juara olahraga tingkat RT setiap tahunnya.

Dan hari ini bakal ada pelajaran olahraga. Itu membuat gue merasa semangat sekolah. Karena saking semangatnya, gue berangkat dari rumah jam 04.30. Dan tentu aja gue berangkat jalan kaki, lebih tepatnya lari sih. Ya, itung-itung jogging pagi sampai sekolah. Setelah 30 menit kemudian, gue sampai di depan gerbang sekolah. Sampai di sana gue heran, kenapa gerbangnya masih di tutup? Biasanya setiap gue sampai di sekolah, gerbangnya udah kebuka. Ga mau terlalu mikirin, gue memutuskan untuk menunggu di depan gerbang. Saking lamanya nunggu, gue kelepasan tidur.

Gue langsung bangun ketika ngerasa ada yang nggoyangin pundak gue."Dek..Dek..bangun Dek,"

Dengan berat hati gue membuka mata perlahan, dan mendapati satpam sekolah yang sedang menatap gue absurd. Mungkin sekolahnya udah di buka. Gue langsung berdiri dan bersiap masuk. Namun, tangan gue di cekal sama satpam sekolah tadi.

"Mau ngapain Dek? Disini ga memberi sumbangan. Maaf, cari tempat lain aja ya."

What!? Tadi dia bilang apa? SUMBANGAN!? Dia pikir gue gembel apa? Minta sumbangan segala. Padahal penampilan gue aja udah kayak milionare bangkrut. Nih orang minta di sunat kali ya. Untung hari ini mood gue lagi baik. Kalau engga, udah gue potong anunya dia."ga Pak, saya murid sini. Bukan gembel,"

"Oh gitu, saya kira anda gembel tadi. Maaf Dek,"maaf !? Lu kira segampang itu? Ini menyangkut harga diri orang woy!

"Hehe, ga papa Pak. Saya permisi dulu.." gue langsung cabut dari sana, karena gue sama sekali ga tertarik untuk berdebat saat ini. Tapi, pantesan satpam tadi ngira gue gembel. Seragam gue kotor gara-gara jogging tadi plus tidur tanpa alas di depan gerbang. Gimana ga mirip gembel?

Tapi lupakan saja, yang sudah berlalu biarkanlah berlalu. Yang terpenting gue hari ini bakal seneng-seneng. Karena gue sekolah di sini hanya karena itu. Gue jadi ga sabar buat pelajaran olahraga nanti.

(Skip time)

Akhirnya waktu yang gue tunggu-tunggu tiba. Saatnya gue merasakan surga dunia. Tapi, kenapa firasat gue ga enak gini ya? Ah, cuma perasaan gue aja. Tiba-tiba gue ngeliat kucing hitam lagi mantap gue dari jauh, seketika gue merinding disko. Mungkin cuma perasaan gue, mungkin..

Olahraga kali ini adalah sepak bola. Setelah semua anggota kelas X-A berkumpul, kita langsung mulai permainannya. Satu kelas dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim merah dan biru. Tim merah terdiri dari Mafumafu, Luz, Kain, Nqrse, Sekihan, dan Un:c. Sedangkan gue berada di tim biru dengan Amatsuki, Shima, Sakata, Urata, dan Senra. Dan Soraru menjadi wasit permainan.

Dan setelah itu, kita bersiap-siap untuk memulai permainan. Sebelum itu kita memutuskan untuk menyusun rencana dengan kelompok masing-masing. Gue membentuk lingkaran dengan anggota tim gue. Amatsuki sebagai ketua kelompok telah membuat rencana.

"Gue punya rencana yang bagus. Kita harus berusaha untuk mendapatkan bola. Lalu bawa bolanya ke gawang lawan, jangan sampai di ambil musuh! Setelah itu kita masukkan bolanya ke gawang musuh. Dan kita akan muncul sebagai juaranya!"seru Amatsuki dengan semangat.

Seketika gue drop. Rencana macam apa itu!? Bukannya itu emang aturan mainnya? RENCANA BAGUS GUNDULMU! Lagipula kenapa dia ngomongnya kenceng amat sih? Buka mata lu woy! Musuh ada di samping kita bego! Gue hanya bisa speechless melihat kebegoan mereka. Ya Lord..kenapa gue bisa punya temen kayak gini.

"Yosh..minna ganbatte!~"teriak Amatsuki sambil mengepalkan tangannya di udara.

"Ou~"koor anggota lain dengan semangat yang ga jauh berbeda, kecuali gue tentunya.

Semua kelompok telah berada di posisi masing-masing. Suasana menjadi tegang seketika. Angin berhembus melewati batas garis tengah. Sebuah ban menggelinding dari samping kanan, menyebrangi lapangan di tengah keheningan. Tunggu? Ban darimana itu? Karena tidak fokus, gue ga tahu kalau wasit sudah mau memulai permainannya. Soraru bersiap dengan peluit di tangannya. Dia menghitung mundur, kemudian peluit bersuara pertanda permainan dimulai.

Kali ini bola berasal dari kelompok merah, yaitu Luz. Luz menyeringai seram, sisi yanderenya mulai muncul. Kenapa muncul disaat seperti ini?"Akan kuhabisi kalian satu persatu.." lu kira mau perang apa? Lagipula itukan pelanggaran. Dia ngesleding aja pelanggaran apalagi bunuh pemain lain, mungkin dia langsung di kick dari lapangan. Sungguh pintar.

Luz menggiring bola menuju gawang lawan. Namun, Amatsuki berhasil merebut bola dari Luz."Tidak semudah itu!"Amatsuki segera membawa bola menjauh, menuju arah sebaliknya. Luz terlihat berdecih pelan, dan berlari kearah Amatsuki.

Tanpa diduga Luz berhasil kembali merebut bola dari Amatsuki. Namun, Amatsuki tidak hanya berdiam diri. Alhasil terjadilah perebutan bola yang sengit antara mereka berdua. Mereka terlalu sibuk berkompetisi dan mengabaikan anggota timnya yang melambaikan tangan, memberi kode untuk menyerahkan bola padanya. Dan berakhir dengan terkacang, sungguh miris.

Setelah beberapa saat akhirnya Amatsuki berhasil membawa bola menjauh dari Luz. Dengan cepat dia membawa bola menuju gawang. Kebetulan saat itu yang menjaga gawang hanya keeper dan satu pemain. Sehingga dia leluasa untuk menendang bola. Dengan seluruh kekuatannya, dia menendang bola ke arah gawang. Waktu terasa berjalan lambat. Bola semakin dekat dengan gawang. Sang keeper terlihat kewalahan menahan tendangan Amatsuki. Bola meluncur masuk ke dalam gawang. Seketika lapangan menjadi hening.

Beberapa detik kemudian, sorak sorai terdengar dari pihak tim biru. Kami berseru sambil berlari mengelilingi lapangan bak orang gila. Sementara anggota tim merah dikelilingi aura hitam. Sepertinya mereka sudah menyerah. Bukannya ini baru gol pertama ya? Tapi gue ngerasa kalau ada hal yang aneh. Yang gue lihat adalah, keeper yang kebobolan gawangnya adalah Urata. Bukannya itu..

"Bukannya itu gawang kita ya? Kayaknya Lo salah memasukkan bola Amatsuki.."pesta yang berlangsung seketika berhenti setelah gue selesai ngomong, bagaikan film yang sedang di pause. Bahkan gue bisa mendengar suara jangkrik dari sini.

Setelah beberapa detik kemudian tim merah yang merayakan pestanya. Sedangkan tim biru seketika drop, bahkan aura hitamnya lebih pekat dari tim merah tadi. Keadaan berbalik hanya dengan sepersekian detik. Kok gue nyesel ya?

Ronde kedua dimulai, kali ini bola berasal dari tim biru. Soraru kembali bersiap meniup peluit. Setelah mendengar peluit dibunyikan, Sakata menggiring bola dengan gesit. Sayangnya bolanya berhasil diambil oleh Mafu. Tidak mau membuang kesempatan, Mafu segera membawanya ke arah gawang musuh.

"Mafu kesini!"Shima terlihat melambaikan tangan dari jauh. Dengan cepat Mafu menendang bola kearah Shima, dan berhasil mendarat dengan baik.

"Mafu apa yang Lo lakuin!? Shima adalah musuh kita!"Kain berteriak frustasi melihat apa yang dilakukan Mafu di depan matanya.

"Oh iya gue lupa, te he~"Mafu dengan muka polosnya berkata seperti itu sambil mengerlingkan sebelah matanya tanpa rasa bersalah, sungguh biadab. Sedangkan Kain hanya bisa speechless.

Shima berlari menggiring bola menuju gawang tim merah. Awalnya semua berjalan lancar, namun tiba-tiba seseorang dengan 2 gender menghadangnya ati depan.

"Maaf, tapi tidak semudah itu Shima.."dengan senyum intimidasinya Nqrse memasang kuda-kuda untuk bertahan.

"Hmph..tapi gue yang akan keluar menjadi pemenang,"

"Jangan harap, lewati dulu mayat gue.." dengan kecepatan tinggi Nqrse mendekati Shima, berusaha mendapatkan bolanya.

Kenapa mendadak jadi Medan peperangan? Dan entah kenapa keadaan ini terlalu ambigu. Karena proses otak gue yang lambat, gue jadi ga bisa ikut andil dalam permainan ini. Dan sialnya, hari ini yang harusnya menjadi hari yang menyenangkan bagi gue. Malah menjadi hari yang absurd menurut gue. Emak..tolongin Shoose Mak. Shoose ga kuadh..

Maafkan saya kalau updatenya lama.. akhir-akhir ini saya sibuk sama urusan sekolah 🙏

Dan terimakasih banyak buat yang udah voment, hontou ni arigatou gozaimasu~ 🙇

Terus dukung saya ya, karena dukungan kalian sangat berharga bagi saya..eaakk 😂

Ok, sampai ketemu di next chapter 🙋

- Vaughn

Utaite High SchoolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang