Pukul 5 pagi Linong dan Haknyeon udah pulang dari Masjid. Yongguk membiasakan anak-anaknya untuk rajin ibadah sejak dini untuk bekal mereka kelak.
Subhannallah ya kan? :")
Kalau di tanya kenapa harus dari kecil, jawaban Yongguk adalah 'biar nggak kayak gua dulu. Dikira, Sholat itu cuma pas jumat sama idul fitri, idul adha aja,'
Tiap pagi pula Yongguk dan Sihyun gantian ngebangunin si bungsu. Soalnya, Haknyeon ini sedikit beda dari kakaknya.
Kalau Linong di tepuk pundaknya aja udah langsung bangun, nah kalo si bungsu kudu di kepret pake air cucian piring dulu baru bangun.
"Assalamualaikum! Mamaa!! Dedek pulang!!"
"Assalamualaikum!! Kakak juga!!"
"Assalamualaikum!! Baba juga!!"
Sihyun menyambut tiga jagoannya dengan tangan terbuka. Minta di peluk maksudnya. Dan dengan senang hati, tiga jagoan itu memeluk bidadarinya.
"Waalaikumsalam jagoan jagoan Mama! Yuk lah pada mandi langsung. Hari ini kan udah masuk sekolah lagi," kata Sihyun sambil mengelus-elus pipi kakak dan adek.
"Ma, dedek mau bekel emih goreng pake nasi ya?" Pinta Haknyeon
"Kakak mau telor kucek-kucek pake mayones," imbuh Linong
"Papa mau bekel cium Mama aja deh biar kuat kerja sampe malem hehehe,"
"Yeuuu!!" Tiga orang itu cuma bisa nyorakin Yongguk.
"Yaudah yuk pada mandi!" Sihyun menggiring anak-anaknya ke kamar mandi. Sedangkan Yongguk ke kamar molor lagi sepuluh menit.
Setelah mereka semua siap dengan seragam masing-masing, acara sarapan bersama pun dimulai. Biasanya saat sarapan begini, mereka saling bercerita apa saja. Entah itu acara main PES Linong dengan Haechan, atau protesan Haknyeon karena ciki taro serebuannya sekarang cuma berisi 8 biji.
Tapi pagi ini sedikit berbeda. Meja makan kelihatan hening. Sihyun dan Yongguk jadi saling tatap lantaran heran dengan kesunyian anak-anaknya.
"Kakak, Adek, kok diem aja sih? Biasanya cerewet," tegur Sihyun.
Linong terlihat tidak semangat mengaduk-aduk nasinya. Haknyeon pun tidak beda jauh. Biasanya anak itu akan melahap sarapannya dengan beringas, tapi pagi ini wajahnya menekuk dan hanya mencomoti satu demi satu butir nasi.
"Ada apa kak, dek? Cerita dong sama Mama," bujuk Sihyun.
Dua anak kecil itu masih saja diam.
"Kakak, adek, Baba nggak suka ya kalian mainin makanan. Ayo cerita dong kalian kenapa?" Tambah Yongguk.
Linong mulai mengangkat wajahnya. Pelupuk matanya basah seperti ingin menangis.
"Eeh kakak kok nangis? Kenapa kak?" Sihyun langsung bangkit untuk memeluk anak sulungnya.
"Adek juga mau peluk Mama!" Kata Haknyeon dengan suara bergetar.
Yongguk cuma bisa menatap bingung kedua jagoannya. Tadi, waktu sholat subuh di masjid juga mereka banyak menunduk. Kira-kira apa yang mengganggu pikiran jagoan-jagoannya?
"Anak-anak mama kenapa hey?" Tanya Sihyun lembut. Tangannya mengusap-usap punggung Linong dan Haknyeon secara bergantian.
"Mama, adek nggak mau sekolah deh," kata Haknyeon yang sudah setengah menangis.
"Kakak juga!" Tambah Linong.
Sihyun melotot mendengar pernyataan anak-anaknya. Kenapa tiba-tiba nggak mau sekolah? Biasanya mereka sangat semangat berangkat sekolah karena akan ketemu teman-teman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pohon Cemara Tulip
Cerita PendekWARN!!! BXB! MPREG! LOCAL!AU DILARANG SALAH LAPAK DAN REPORT OR I WILL HAUNT YOU!! Cerita tentang kehidupan sehari-hari penghuni cluster tulip beserta pasukan smashblast jilid 2. "Koh nanti jangan lupa jemput Linong pulang les ya. Haknyeon nanti pul...
