"WOY WOY WOY JANGAN SENTIL KESITU NANTI KALAH!!"
"IIH KELERENG HOHO NTAR ABIS DONG BANG UJIN!"
"EEHH NYARI RIBUT NIH!!! AYO LOMBA SEPEDAHAN SAMA HAECHAN SINI!"
"Eh eh baal! Jangan di bawa pulang kodoknya! Nanti Mami ngamuk!"
"Yaelah min, titipin di rumah teh Jihoon lah,"
"Euiwoong kamu mau ciki taro nggak? Tadi abis dibeliin sama kak Nongnong nih,"
"Duh ya Allah Nongnong pusing main sama mereka :("
Percakapan itulah kira-kira yang sedang terjadi saat ini. Di lapangan perbatasan komplek, anak-anak bau minyak telon itu berkumpul untuk main sore. Ada yang lomba kelereng, ada yang PDKT, ada yang ngajak ribut, Nongnong yang lempeng kayak muka bapaknya, jadi bingung harus apa.
"WAH BENERAN NANTANGIN NIH!!! AYO SIAPA TAKUT!!! SEPEDAHAN YOK SAMPE KE MASJID DEPAN! YANG KALAH, BELIIN SOSIS BAKAR SAMA MIMIK JAGUNG!" Tantang Haechan.
"WOH SIAPA TAKUT!!!" sambut si anak berbadan gembul.
Nongnong disuruh jadi juri. Pokoknya dia nurut aja biar nggak pada bawel lagi.
"Siap?" Tanya Nongnong. Kedua bocah yang akan berlomba pun mengangguk.
Supporter Haechan, alias pasukan smashblast jilid dua berteriak heboh untuk menyemangati jagoan mereka. Sedangan anak-anak sisanya yang berasal dari komplek sebelah cuma bisa mencibir gara-gara jumlah mereka kalah banyak.
"Mulai!"
Seiring dengan perintah dari Nongnong, dua anak yang berlomba itu mulai menggoes sepeda mereka kencang-kencang.
"HAECHAN! HAECHAN! HAECHAN!"
"HARUS MENANG CHAN!!! DEMI SOSIS DAN MIMIK JAGUNG!!!"
"AYO BANG HAECHAN SEMANGAT!!!"
"CHAN HARUS MENANG!!!! NANTI BANG IQBAAL BELIIN YUPI ULET DUA BUNGKUS DEH!!!"
"MANGAT CHAN!!!! NANTI BANG UJIN TRAKTIR SIOMAY YAHUD MBOK MINAH DEH!"
Mendengar dukungan dari teman-tannya, Haechan semakin bersemangat mengayuh sepeda. Lawannya yang gendut itu tertinggal jauh di belakang. Masjid sudah di depan mata. Haechan tinggal berputar untuk bisa sampai ke garis finish.
"AWAS LOBANG!!!!"
BRUKK!!!!
Haechan terpelanting cukup jauh setelah menghindari lubang jalanan dan malah menabrak trotoar. Tubuhnya terhempas ke atas aspal sedangan sepedanya ringsek mengenaskan.
"BANG HAECHAN!!
"HAECHAN!!!!"
Teman-temanya berlarian menghampiri Haechan yang terbaring diatas aspal. Haechan menangis kesakitan sambil memanggil-manggil Mama dan Papanya.
"Duh gimana ini?! Kakak panggil Om Taedy dulu ya! Kalian jagain Haechan!" Nongnong pun berlari terbirit-birit ke rumahnya.
Seingatnya, sebelum berangkat main, Om Taedy datang ke rumahnya sambil bawa papan monopoli. Mau main sama Baba katanya.
"ASSALAMUALAIKUM!!! OM TAEDY! OM TAEDY!!" Nongnong berteriak heboh di dalam rumahnya.
"Mashaallah kakak! Kuping Mama pengeng nih! Ngapain teriak-teriak sih?" Omel Sihyun yang baru keluar dari dapur.
"MAMA!!!! OM TAEDY MANA? HAECHAN KECELAKAAN MA!!!"
"HAH?! ANAK AKU KENAPA?!" Donghan yang juga baru muncul dari arah dapur langsung terkejut mendengar penuturan Nongnong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pohon Cemara Tulip
Short StoryWARN!!! BXB! MPREG! LOCAL!AU DILARANG SALAH LAPAK DAN REPORT OR I WILL HAUNT YOU!! Cerita tentang kehidupan sehari-hari penghuni cluster tulip beserta pasukan smashblast jilid 2. "Koh nanti jangan lupa jemput Linong pulang les ya. Haknyeon nanti pul...
