Ps. Tanda 〰️ artinya flashback
.
.
.
.
Kalau ada orang yang paling disayang sama Baba Yongguk, udah pasti jawabannya adalah dua jagoannya dan istri tercintanya.
Bagi Yongguk, keluarganya lebih berharga daripada sebongkah berlian.
Lebih menenangkan daripada aroma minyak fres ker.
Lebih hangat dari emih soto koya yang baru diangkat dari wajan.
Bagi Yongguk, Keluarganya adalah harta yang tidak bisa ditukar oleh apa pun.
Saat ini dia sangat bahagia bisa memeluk tiga malaikatnya di depan TV. Mereka baru selesai menonton film coco yang mengharukan. Haknyeon saja yang mengaku jagoan, menangis tersedu dalam pelukan Mamanya.
Jangan tanya soal si Kakak yang lembut hatinya. Di tengah cerita aja dia udah baper dan mulai bergelayut di tangan Mamanya.
Yongguk menyaksikan ketiga kesayangannya menangis sambil berpelukan. Mereka sama-sama sepakat mengambil kesimpulan dari film itu adalah, family always comes first, no matter what. And family have to support each other.
Yongguk bersyukur. Teramat bersyukur sampai doa-doanya untuk Tuhan, mungkin berebutan masuk lewat celah langit.
Dia bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan untuknya dan keluarga bahagianya. Bersyukur untuk kesehatan, kehangatan, serta keceriaan yang di terima oleh keluarganya.
Jika sudah larut begini, Yongguk dan Sihyun akan hanyut dalam nostalgia. Apa saja yang mereka ingin ingat, pasti akan di ceritakan ulang.
Seperti malam ini. Yongguk sedang teringat saat-saat ia baru tahu perihal kehamilan pertama Sihyun.
〰️
Saat itu hujan turus dengan derasnya. Suara peraduan rintik air dan atap rumah menemani Yongguk yang sedang menunggu Sihyun pulang dinas dari Kupang.
Jarum jam menunjukkan pukul 11 malam. Yongguk modar-mandir dengan gelisah di depan pintu rumahnya.
Terakhir, Sihyun mengabarinya pukul 8 melalui ponsel Luhan dan mengatakan bahwa daya ponselnya habis. Dia berjanji akan segera mengisi ulang jika menemukan colokan listrik.
Tapi sampai saat ini ponsel istrinya itu masih juga belum hidup.
"Astagfiruloh ini bini gua kemana yak?" Gumam Yongguk sendiri.
Dia gelisah. Meski sudah menelepon tiga jam lalu, Yongguk masih gelisah.
Sihyun akan pulang sendiri karena Luhan sudah di jemput Sehun.
Bukannya Yongguk tidak mau jemput, tapi Sihyun sendiri yang memaksa ingin pulang sendiri. Katanya dia harus ke suatu tempat.
Tanpa diminta atau di suruh, kalian tentu tahu kan kalau Yongguk tidak keberatan menemani istrinya kemana pun? Tapi lagi-lagi Sihyun menolak. Dan entah karena apa, Yongguk menyetujui. Walaupun, sumpah demi holoh dia khawatir sekali dengan Istrinya itu.
"Duh gusti! Bini gua ngapa jadi demen sendirian gini yak? Kaga selingkuh kan yak? Astagfiruloh mikir apa aing? Nyebut, guk!! nyebut!!!" Yongguk masih bermonolog sambil memukul2 mulutnya sendiri.
"Tarik napas dari idung, buang lewat bawah,"
Tut.
"Tarik napas dari idung, buang dari bawah,"
Dut.
"Si goblok! Ngapain aing hitut hitut sorangan?! (Ngapain gua kentut-kentut sendiri?)" Yongguk memukul jidatnya sendiri. Dia memang bodoh sekali -_-
KAMU SEDANG MEMBACA
Pohon Cemara Tulip
Historia CortaWARN!!! BXB! MPREG! LOCAL!AU DILARANG SALAH LAPAK DAN REPORT OR I WILL HAUNT YOU!! Cerita tentang kehidupan sehari-hari penghuni cluster tulip beserta pasukan smashblast jilid 2. "Koh nanti jangan lupa jemput Linong pulang les ya. Haknyeon nanti pul...
