Donghan duduk di sisi ranjang Haechan. Emang dasar bocah kelebihan gula, luka Haechan cukup banyak. Dan dugaan Donghan benar. Rusuk Haechan ada yang patah. Anak itu harus di rawat selama seminggu.
"Pusing pala mama, chan," lirih Donghan disamping Haechan yang tertidur pulas.
Sihyun antara kasihan dan ingin tertawa geli. Padahal tadi pagi, Donghan juga berulah di rumahnya. Semenjak menikah, Sihyun jadi percaya istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Sudah banyak buktinya. Ribet kalau dijabarin satu-satu. Pokoknya liat aja kelakuan Haechan. Sama plek kok sama kelakuan Taedong Donghan.
"Hey, terus kapan mau ngasih tau Haechannya? Dia pasti seneng kalau denger berita ini," tegur Sihyun.
Donghan cuma menggeleng tak pasti. Dia menghela napas berat lalu mengelus tangan anaknya.
"Masalahnya ni anak kalau tau bakal punya ade, pasti jejingkrakan. Tambah potel aja rusuknya ntar,"
"Iya juga sih,"
🏘🏘🏘
Jadi ceritanya, sebelum kecelakaan menimpa Haechan di siang hari, paginya Donghan nangis-nangis dateng ke rumah Sihyun setelah memastikan garis yang tercetak di testpack berjumlah dua. Taedong mah santai aja main monopoli sama Yongguk sambil makan pisang goreng. Anak-anak udah pergi main. Jadi nggak akan ada yang tau kelakuan Donghan.
"Etdah bini lo. Ketahuan hamil ngapa malah mewek?!" Tanya Yongguk sewot.
"Kan udah gue bilang, dia tuh takut gabisa didik anaknya. Soalnya liat aja sekarang noh anak gua. Sebelas dua belas sama petasan imlek. Melanting sana melanting sini. Pusing pala gua," dumel Taedong.
Yongguk ngakak sampai pisang gorengnya muncrat-muncrat. Emang para suami tidak tahu diri.
"CICI KUMAHA IEU?! AAAHH AKU TEH SIEUN!!!" (Cici, gimana ini? Aku tuh takut) donghan masih menangis seperti bayi.
Sihyun antara mau ngakak dan ikut iba. Akhirnya dia merangkul donghan dan mengelus perut rata sahabatnya itu.
"Han, kamu tuh ibu yang baik. Percaya sama aku. Haechan itu bukan anak nakal tapi anak cerdas. Coba sekarang kamu inget-inget. Kenakalan yang dia lakuin di sekolah itu semuanya berdasar pada keingintahuan. Atau engga, dia nakal demi belain temennya. Harusnya kamu bersyukur punya anak kayak Haechan,"
"IH TAPI MASA IYA KODOK DIKASIH NASI SAMA BON CABE? YA MATI LAH TUH KODOK!"
"Ppfffttt maksudnya dia kan kepo si kodok tu kuat pedes apa engga," ujar Sihyun lembut.
"Ya tapi jangan kodok piaraan kepseknya juga dong yang dijadiin eksperimen. Kan aku yang kena marah jadinya," dumal Donghan lagi.
Mereka saat ini memang membicarakan kejadian tiga hari lalu. Dimana Haechan dengan keingintahuan yang tinggi mengambil kodok piaraan kepala sekolahnya dari akuarium. Berhubung hari itu Donghan males masak, dia cuma ngasih haechan nasi sama telor dadar. Tanpa sepengetahuannya, ternyata itu bocah bawa sebotol bon cabe yang di setok Taedong buat nambahin napsu makan.
"Atuh han udahan lah nangisnya. I trust you kok. Kamu pasti jadi ibu yang hebat," bujuk Sihyun lagi.
Donghan cuma bergumam tak jelas sambil menghisap ingusnya.
"Ajarin aku jadi mama yang baik ya ci. Plis......" pinta Donghan.
Sihyun terkekeh lalu mengangguk setuju. "Iyaa sayangku nanti aku ajarin. Sekali lagi congratulations!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pohon Cemara Tulip
Kort verhaalWARN!!! BXB! MPREG! LOCAL!AU DILARANG SALAH LAPAK DAN REPORT OR I WILL HAUNT YOU!! Cerita tentang kehidupan sehari-hari penghuni cluster tulip beserta pasukan smashblast jilid 2. "Koh nanti jangan lupa jemput Linong pulang les ya. Haknyeon nanti pul...
