Sebutan baru

766 158 27
                                        

Sejak memutuskan untuk hidup bersama, Yongguk dan Sihyun sepakat untuk belajar bersama. Karena mereka tahu hidup itu adalah pembelajaran. Ujiannya bisa muncul kapan saja.

Membesarkan anak adalah salah satu proses pembelajaran yang luar biasa bagi mereka. Karena sejatinya, merawat anak dan menyaksikan pertumbuhan mereka adalah petualangan tersendiri bagi orang tua.

Setiap hari ada hal yang bisa dijadikan pelajaran. Setiap hari selalu ada cerita seru untuk dibahas saat makan malam. Setiap hari perseteruan kecil terjadi. Setiap hari selalu ada kejutan.

Yongguk dan Sihyun sangat menikmatinya.

Hari ini juga ada kejutan lagi. Minggu pagi yang syahdu seketika berubah ricuh saat Sihyun mengeluh sakit di perutnya.

Yap betul! Adik bayi sudah mau lahir!

Tiga laki-laki andalan Sihyun yang paling repot hari itu. Linong dan Haknyeon membantu Yongguk untuk mengemas baju Mama dan baju adik bayi. Yongguk tidak punya waktu untuk melihat apa saja yang dimasukan dua bocah itu kedalam tas. Karena si Baba sibuk menggendong si Mama ke mobil.

"Berangkat ba!" Titah Linong. Haknyeon dibelakang sibuk berbicara dengan umi dan abah mereka yang katanya langsung berangkat dari Cimahi.

"Sayang sabar ya," bisik Yongguk pada Sihyun. Istrinya itu cuma meringis pelan sambil mengangguk. Bahkan ditengah rasa sakitnya, dia masih bisa tersenyum. Kurang beruntung apa Yongguk mendapatkan istri seperti Sihyun?

"Mama," panggil Haknyeon

"Apa abang?"

"Sakit?"

Linong langsung menyentil dahi adiknya gemas .

"Iyalah! Pake nanya ini kecebong!"

"Kakak jangan nakal sama adeknya dong," Yongguk mau nangis rasanya saat melihat Sihyun masih bisa menasihati anak-anaknya ditengah kontraksi.

"Udah jangan pada berisik. Kakak udah kasih tau orang-orang di grup?" Tanya Yongguk.

"Udah, Ba. Katanya mang Donghyun sama mang Danik nanti kesana. Mang Taedong bilang nyusul. Mang Sanggyun bilang otw. Bunda minki cuma bilang 'aaaaaaduuuuuuu ayah dimana? Hayu ke rs!' Terus mang Hyunbin bilang 'ntar kesana abis nyuci tainya Hyunjin' terus Ateu Kenta bilang 'mangat ngedennya cici. Aku otw', terus ateu donghan bilang 'MAS TAED PULANG DULU JEMPUT AKU!' Terus-"

"Eh eh eh udah udah jangan dibaca semua. Pusing baba dengernya. Yaudah taro lagi hp Baba. Kalian elus Mama aja. Baba mau ngebut,"

🏘🏘🏘

Seperti disambar geledek, Yongguk langsung lemas. Dokter bilang Sihyun harus operasi jigem. Right now. Sekarang. Ayeuna. Saiki.

Pusing pala Yongguk. Sihyun melas tadi minta di temenin Yongguk operasinya. Masalahnya, dia takut darah. Cupu memang.

"Adeuh lieur aing lur!" Keluh Yongguk. Hyunbin cuma ngetawain sambil meperin tangannya yang habis dipake nyuci tainya Hyunjin. Yongguk terlalu lemas padahal dia sudah berniat nyelepet pantat Hyunbin.

"Nikmati saja atuh ler. Anak terakhir kan? Sihyunnya mana?" Kata Kenta.

"Didalem. Operasinya ntar malem sih. Doain ya gaes," pinta yongguk.

Mereka tahu sih apa yang di khawatirkan Yongguk. Mereka semua tahu kondisi Sihyun yang memang lemah. Maka dari itu, semuanya mendoakan yang terbaik.


🏘🏘🏘

"

Pohon Cemara TulipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang