Minggu ceria

2K 344 90
                                        

"Kokoh ih!!! Aku bilang kan jangan sampe lupa kasih pewangi! Bilas lagi!" Omelan Sihyun terdengar kayak petasan imlek di minggu pagi.

Yongguk yang lagi makan sambil nyuapin Haknyeon hampir menumpahkan isi sendoknya.

"Astagfiruloh untung sabar charlie puth," ujarnya sambil mengelus dada.

"Baba sih pikun! Cepetan sana. Nanti Mama marah lagi," imbuh Linong.

Memang dari dulu anak sulungnya itu selalu memihak Sihyun.

"Bentar, yang!! Aku lagi nyuapin Haknyeon," balas Yongguk.

Sihyun memasuki dapur sambil menyangklongkan tasnya.

"Pokoknya nanti pas kamu nyusul ke restoran, jemuran udah beres, anak-anak udah mandi," perintah Sihyun.

"Iya sayangku," jawab Yongguk sabar.

"Mama pergi duluan ya. Kalian mandi sama Baba oke?" Sihyun pamit sambil mencium puncak kepala kedua jagoannya.

"Bye Mama! Hati-hati!"

"Tiati cinta! Bilang tante Yoon daging panggangnya jangan di abisin!!"

Sihyun cuma mengacungkan jampolnya lalu menuju mobil Donghan.

Hari ini adalah hari pembukaan rumah makan Jisung di pusat kota. Seluruh penghuni gang tulip di undang untuk acara pembukaan.

Dari pagi Sihyun sibuk merapikan rumah. Niatnya sih biar nggak terlambat ke acara peresmian. Tapi, suami dan anak-anaknya malah bangun lambat dan mengacaukan semuanya. Sihyun ngomelin Yongguk sebentar lalu bersiap dan pamit. Biarlah tiga laki-laki pemalas itu menyusulnya nanti.

"Loh Taedong mana?" Tanya Sihyun yang kebingungan karena di mobil Donghan cuma ada dirinya dan Haechan.

"Molor. Nanti nyusul katanya. Dia tadi jam 4 baru sampe rumah. Kemarin habis ada rapat besar sama semua pemimpin cabang. Kadang aku tuh kasian Ci sama dia. Kerja kayak di perbudak gitu," Donghan malah asik curhat tanpa berniat menjalankan mobilnya.

Sihyun mengangguk paham. Dia memang mengerti perasaan itu. Sejak ia memutuskan untuk resign saat hamil Haknyeon, Yongguk jadi bekerja dua kali lebih keras. Dia berjanji agar seluruh kebutuhan keluarganya tidak akan kekurangan meskipun Sihyun berhenti kerja.

"Terus kamu udah manjain dia belom?"

"Ya udah aku kelonin sih tadi pagi. Sumpah nggak tega banget aku Ci sama dia. Hu.... hu....."

"Lah kenapa jadi mewek gini?" Sihyun yang kebingungan karena Donghan menangis tiba-tiba, cuma bisa memberi tisu sambil mengelus lengan sahabatnya.

"Mama kok nangis? Haechan nakal lagi ya Ma? Maaf ya Ma. Haechan nggak nakal lagi deh. Janji. Mama berenti nangis dong," bujuk Haechan.

"Sayang, Mama kamu nggak nangis gara-gara kamu nakal kok," ujar Sihyun memberi pengertian.

"Mama nggak apa-apa kok. Bukan salah Haechan. Hiks... udah yuk jalan. Nanti telat lagi," Donghan menyudahi acara nangisnya dan mulai menjalankan mobil.

Sihyun tersenyum kecil melihat Donghan yang sibuk ngelap air matanya. Mungkin dia memang terlihat galak dan keras kepala di depan Taedong, tapi sebenarnya, jauh di lubuk hatinya, Donghan sangat mencintai Taedong. Dan dia hanya akan menunjukkannya di saat-saat tertentu saja. Justru kadang, itu yang membuat Donghan istimewa. Itu juga salah satu alasan yang membuat Taedong jatuh cinta.

🏘🏘🏘

Meja panjang di tengah ruangan mulai terisi penuh. Tante Yoon udah selesai dengan urusan persiapan pembukaan rumah makannya. Sekarang hanya tinggal menunggu seluruh personel gang tulip datang.

Pohon Cemara TulipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang