Tragedi Rak Emih

1.8K 297 58
                                        

Dari pagi, Yongguk udah ditinggal Sihyun ke acara reuni SMAnya. Sebagai penyandang predikat Baba keren, dia berencana main seharian sama dua jagoannya.

Subuh hari, selesai sholat di masjid, Haknyeon dan Linong kembali tidur. Sedangkan Sihyun sibuk menyiapkan sarapan dan beberapa cemilan untuk anak-anaknya selama dia pergi.

Lain lagi dengan kegiatan Yongguk. Rencananya hari ini dia mau main tembak-tembakan sama dua jagoannya di halaman rumah. Jadi sekarang dia sibuk merancang rintangan kecil untuk acara bermain nanti. Triplek tipis dan beberapa gabus di susun sedekimian rupa untuk menunjang permainan nanti.

"Koh, aku bikin jelly cokelat sama kue lidah kucing buat cemilan. Kalau mau, ambil aja di kulkas. Ini susu adek sama kakak aku pisahin. Yang toples biru punya kakak. Yang ijo punya adek,"

"Okey sayang!" Jawab Yongguk tanpa mengalihkan fokusnya.

"Kokoh liat sini bentar dong ih!" Titah Sihyun. Yongguk akhirnya melepaskan gabus di tangannya dan langsung nyamperin Sihyun.

"Ini nasi uduk buat sarapan. Makan siang kalian beli aja atau bikin emih juga boleh. Kalo adek mau nasi, aku udah masak kok. Terus kamu, jangan lengah ngawasin anak-anak ya," dikte Sihyun panjang.

"Siyap nyonya!" Yongguk memberi hormat pada Sihyun.

Istrinya itu cuma terkekeh lalu berjinjit untuk mengecup pipi suaminya. "Jangan lupa juga, kamu harus selalu kangen aku," tambahnya sambil berkedip jail.

Yongguk tertawa lalu mencium permukaan wajah Sihyun habis-habisan. "Nggak mungkin lupa kalo yang itu,"

"Yaudah aku berangkat ya. Bye baba! Love you!"

"Bye Mama! Love you too!"

Sip deh! Hari ini ayo senang-senang!

🏘🏘🏘

"Ayo coba jawab ya ka, kenapa dinosaurus nggak bisa tepuk tangan?" Tanya Yongguk pada Linong yang sedang mengunyah nasi gorengnya.

Saat ini, mereka bertiga sedang sarapan sambil main tebak-tebakan. Setelah ini mereka mau mandi di halaman depan. Disiram aja gitu pake selang.

"Karena tangan dinosaurus pen-"

"Karena dinosaurusnya udah punah," potong Haknyeon.

Linong yang omongannya di sela cuma bisa merengut sambil menghentak sendoknya ke piring.

Yongguk mau ngetawain jawaban anak bungsunya, tapi takut si sulung ngamuk. Jadi dia diem aja ngunyah nasi gorengnya lagi.

"Sekarang giliran adek. Kenapa kalo makan buah malem-malem tuh dilarang?"

"Hah emang ada larangan begitu dek?" Tanya Linong.

"Jawab aja sih kak!"

"Huffh! afhek nghak boleh gifuh ke hahak!" Tegur Yongguk dengan mulut penuh.

"Telen dulu dong Ba," suruh Linong sewot.

"Huss ade nggak boleh gitu ke kakak. Yang sopan dong kalo main juga," kata Yongguk setelah menelan nasinya.

"Yaudah iya jawab dong buruan. Keburu abis nih nasinya adek,"

"Karena takut nggak bisa di cerna?" Tebak Linong ragu.

"Salah! Karena gelap. Kan nggak keliatan buahnya kalo makan malem-malem. Apalagi kalo mati lampu," jawab Haknyeon. Setelah itu dia terbahak kencang sampai nasi di mulutnya mental kemana-mana.

"Hadeh serah adek aja dah,"

🏘🏘🏘

"Nongnong~ Haknyeon~ maen yok!" Suara Haechan menggelegar dari luar pagar.

Pohon Cemara TulipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang