still11

447 33 15
                                    


Beberapa bulan telah berlalu. Taehyung sudah banyak kemajuan, sekarang Taehyung sudah bisa berdiri tegak dan melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit. Pengobatan di luar negeri jauh lebih baik dibandingkan klinik rehabilitasi punya dokter Namjoon yang memang masih sangat terbatas peralatan medisnya.

Taehyung akan pulang kerumah dalam seminggu kedepan. Ia dan Jungkook akhirnya memutuskan untuk menikah. Novel karya Taehyung juga sudah terbit, bahkan sebentar lagi Taehyung akan menerbitkan novel ketiganya. Selain pulang untuk melaksanakan pernikahan dengan Jungkook, Taehyung juga ingin membantu Mingyu diperusahaan. Eomma Kim sering curhat kepada Taehyung melalui telpon tentang keadaan Mingyu yang jarang istirahat.

Sesuai janjinya dengan tuan Kim, Ayahnya. Mingyu betul-betul fokus mengurus perusahaan Ayahnya. Memenangkan banyak tender sesuai dengan permintaan Ayahnya. Mingyu betul-betul melakukannya, ia tidak peduli jika harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Mingyu juga selalu menurut jika harus ikut menghadiri jamuan makan malam dengan keluarga Eunha. Sampai ia tidak peduli lagi tentang perasaan dan kesehatannya.

#

Hari ini Taehyung dan Jungkook pulang untuk menyiapkan pernikahan mereka. Taehyung masih menggunakan kursi rodanya, karena kakinya belum kuat jika digunakan untuk berjalan jauh. Tapi paling tidak Taehyung sudah bisa berjalan kembali, meski sangat pelan dan harus dibantu penyangga. Namun itu adalah kemajuan yang sangat pesat.

Tuan Kim sudah setuju jika Taehyung menikah dengan Jungkook. Tuan Kim tidak masalah lagi Taehyung akan menikah dengan siapa, yang penting bagi Tuan Kim, Mingyu sudah bersedia menikahi Eunha, anak dari relasi bisnisnya.

Taehyung sudah sampai rumahnya, Jungkook-pun sudah kembali ke rumahnya karena ia juga merindukan keluarganya. Taehyung mencari keberadaan Mingyu yang tidak datang menyambutnya. Hanya Eomma Kim dan para pekerja di rumah yang menyambut kepulangannya.

"Mingyu mana Eomma?"

"Mingyu masih dikantor sayang, ia tambah sibuk akhir-akhir ini, bahkan semalam ia tidak pulang." jawab sang Eomma.

Taehyung mengangguk mengerti, "Tapi apa ia tidak merindukan hyungnya? Aku akan memarahinya nanti jika ketemu dengannya."

"Kau telpon saja Tae." usul Eomma Kim, "Telpon kantor saja, anak itu jarang mengaktifkan ponselnya sekarang."

"Baiklah Eomma, aku akan memarahinya supaya ia tidak melupakan kesehatannya."

Eomma Kim membantu Taehyung berjalan menuju kamarnya. Eomma Kim sangat bahagia melihat putra keduanya sudah bisa berjalan meski masih harus menggunakan alat bantu. Taehyung mengistirahatkan tubuhnya setelah menempuh perjalanan jauh.

Sementara Mingyu masih berkutat dengan berkas yang harus ia selesaikan untuk presentasi besok. Ia harus mempersiapkan dengan baik presentasinya supaya ia dapat memenangkan tender, dan membuat Ayahnya puas tentu saja. Walaupun Mingyu harus menahan sakit kepala yang menyerangnya. Mingyu akhir-akhir ini sering merasakan sakit kepala dan lemas pada tubuhnya. Tapi Mingyu acuhkan, Mingyu hanya menganggapnya hanya efek kelelahan saja. Jika ia memenangkan tendernya kali ini, ia akan minta ijin pada Ayahnya untuk berlibur bersama hyung-nya sebelum hyung-nya menikah dengan Jungkook.

Mingyu kembali tidak pulang kerumah. Ia menyuruh supir dirumahnyaa untuk mengantarkan baju yang akan ia gunakan untuk presentasi hari ini. Mingyu sangat gugup menghadapi prsentasi kali ini karena nilainya sangat besar, jika sampai kalah maka banyak keuntungan yang akan hilang begitu saja. Mingyu sampai tidak sempat makan makanan dari Eomma Kim yang dibawa oleh supirnya ketika mengambil baju miliknya.

#

Mingyu sedang berada di ruang tuan besar Kim. Tuan Kim marah besar pada Mingyu karena Mingyu kalah tender dengan perusahaan lain. Baru kali ini sebetulnya Mingyu kalah tender, tapi karena nilai tender kali ini sangat besar hingga membuat tuan Kim marah besar. Mingyu berdiri didepan meja kebersaran Tuan Kim sambil mendengarkan teriakan-teriakan dari Tuan Kim yang memarahinya.

Mingyu menundukkan kepalanya, menahat rasa sakit dikepalanya yang tiba-tiba datang. Bandanya terasa lemas, keringat dingin bercucuran. Mingyu sudah tidak peduli dengan teriakan-teriakan Ayahnya, ia sibuk menahan rasa sakit dikepalanya dan menahan badannya yang terasa sangat lemas supaya tidak ambruk dihadapan Ayahnya. Mingyu semakin menundukkan kepalanya, ketika ia merasakan cairan mengalir dari lubang hidungnya hingga menetes dilantai yang dilapisi karpet.

"Mingyu! Tegakkan kepalamu!" teriak Tuang Kim ketika tahu sedari tadi Mingyu menundukkaan kepalanya selama ia memarahinya. Tuan Kim sangat kecewa karena Mingyu tidak bisa memenangkan tender.

"Mingyu! Dengarkan jika ada orang mengajakmu bicara!" teriak Tuan Kim lagi.

Mingyu mendongak, tapi sebelum matanya bertatapan dengan sang Ayah, Mingyu sudah jatuh terlebih dahulu.

Bruk

"MINGYU!" teriak Tuan Kim, kali ini nadanya penuh kekhawatiran. Bagaimana tidak, ia meliat wajah anak bungsunya ketika mendongak untuk menatap matanya. Banyak darah yang mengalir dari hidung mancung Minyu yang sudah mengenai bibir Mingyu.

Tuan Kim mengendalikan rasa paniknya, ia memanggil sekertarisnya sambil mendekap Mingyu dalam pangkuannya.

#

TBC

Mungkin FF ini sebentar lagi tamat.

Jangan lupa cek work ya, ada ff baru "Oh My Kiming"

Vote dan komentarnya ya . . .

Love You. . .

Still Loving YouWhere stories live. Discover now