Jimin mendengar sebuah erangan yang tak jauh dari tempatnya berdiri. "Jhope!" dia melihat Jhope yang terjepit dibawah reruntuhan. Dengan segera Jimin berlari menghampirinya dan memindahkan reruntuhan itu dari atas tubuh temannya. Jimin meraih tangan Jhope untuk membantunya bangun. "Mana Kai?"
Bukannya menjawab, Jimin hanya terdiam. Jhope memperhatikannya, dia menatap apa yang Jimin tatap. Dilantai, ada darah yang bercucuran membawa mata mereka terus mengikuti asalnya hingga ke sebuah tubuh yang sudah terkoyak. Isi perut yang keluar. "Kai.." Jhope yang tercegang digiring oleh Jimin berjalan memasuki UKS tanpa bersusah payah membuka pintu karena pintunya pun sudah tidak ada.
Setelah melihat kesekitar, Jimin mendudukan Jhope disalah satu ranjang. "Mereka tidak disini." Ucap Jimin. Dia berpikir nasib Suho, Lay dan Sehun sama seperti Kai atau mungkin lebih buruk lagi hanya karena terlalu banyak darah diruangan itu, entahlah.
"Jim lenganmu." Jimin hampir lupa dengan lengannya. Jhope langsung mencari perban untuk menghentikan pendarahan Jimin. "Menurutmu mereka menyerang untuk apa?"
"Aku tidak tau, apakah ada kaitannya dengan Kim? Tapi bagaimana bisa..dia bersama strigoi bukankah hal yang mustahil? Tidak ada yang masuk akal, itu tidak ada sangkut pautnya."
Jhope kembali dengan perban ditangannya, menyuruh Jimin duduk. Dia membuka tutup alkohol dan menyiram lengan Jimin sebelum melilitkan perban pada lengannya. Membuat Jimin perih dan linu. "Cukup masuk akal bila dia telah menjadi strigoi. Juga orang dalam pun ikut serta."
"Orang dalam?"
"Iya. Bila hanya Kim yang melakukkan ini, dia tak akan menyerang seluruh akademi seperti ini. Dia hanya benci padamu Jim, apa untungnya bagi dia menghancurkan akademi juga membuat keributan gila ini. Apa kau masih ingat yang Jungkook katakan mengenai binatang yang mencabik itu?" Jhope mendapat respon anggukan dari Jimin. "Iya, binatang itulah yang kutakutkan sejak awal, striwolf. Aku tak sempat memeriksa distrik. Terlalu banyak hal yang terjadi."
"Kukira striwolf hanyalah sebuah cerita belaka." Jimin bangkit berdiri sedikit merenggangkan tubuhnya.
"Kau berada di Luminous bodoh. Tempat hal diluar nalar dapat terjadi."
"AAAAAAAAAAAAAA!" tiba-tiba sebuah teriakan nyaring menusuk telinga Jimin dan Jhope. Mereka pun segera berlari menuju sumber suara.
"Itu Anne bukan?!" tanya Jhope meyakinkan Jimin yang belari di depannya.
"Iya!" Jimin berlari keluar gedung menembus tembok yang memang sudah hancur. Dia berhenti melihat Anne yang sudah terduduk ditanah dengan strigoi dihadapannya bersiap menerkam.
Jimin melihat paku perak yang tergeletak. Dia mengambilnya, menggenggamnya erat. Jhope pun mencari paku perak untuk pertahanannya. Jimin berlari mengendap hingga mendekati punggung strigoi itu. Jhope berlari berlawanan dari Jimin, dia menghadap strigoi itu membuat strigoi itu teralih padanya. "Rrrr."
"An, kebelakangku." Titah Jhope. Anne pun bersusah payah berdiri dan langsung berlari untuk diam dibelakang punggung Jhope.
Strigoi itu pun geram dan langsung berlari ke arah Jhope, namun Jimin menariknya dari belakang, menancapkan paku perak tepat dilehernya. Sekian detik pun iblis itu menjadi abu.
Anne pun menyembunyikan wajahnya dipunggung Jhope. Tubuhnya gemetar, benar-benar ketakutan. Jhope membiarkannya sementara. "Mana yang lain An?" tanya Jhope membuat Anne menggeleng. "Aku..sepertinya pingsan. Aku tadi baru terbangun di bis.."
Jim menatap bis yang terbalik, dia yakin mereka berusaha pergi menggunakan bis itu. "Aku sendirian di bis, yang lain sudah tidak ada tak tau kemana. Aku berusaha keluar karena strigoi yang tadi telah masuk untuk menyerangku. Ketika aku keluar dan berlari, dia pun mengejarku. Aku terlalu lelah hingga terjatuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Luminous (Sequel of Red Hair)
FanfictionAda, namun tak nampak. Tak ada yang tau pasti dimana kota itu berada. Perwujudan miniatur dunia didalamnya. Ada yang bilang terletak disekitar Benua Eropa. Ada yang bilang dekat dengan Negara Yunani. Ada yang bilang terletak ditengah pusat dunia. S...
