Kim berlari membelah hutan. Perasaannya sedikit kelabu sekarang. Wajahnya penuh amarah dan kesedihan.
"KIM!" teriakan Jin tetap diabaikannya. Apa yang kau lakukkan bodoh! Bila Sir Luke tau, kau akan dihukum!
Kim juga tak meperdulikan yang satu itu. Dia hanya terus berlari dengan kecepatan yang semakin bertambah, hingga sebuah akar membuat kakinya terantuk dan jatuh terguling dengan sangat tidak mulus. "KIM!"
Dia yang terbaring diantara dedaunan kering, menatap langit senja dengan semburat cahaya keemasan. Dia mengatur nafas sebelum menutup wajah dengan lengannya. Entah menahan tangis atau apa.
"Hah..hh.." Jin tengah tersengal-sengal. Dia berjalan mendekati Kim yang baru saja terjatuh itu. "Kau ini mau kemana? Kau ini kenapa? Sudah semakin gelap, kupastikan kau dalam masalah.
Jin mengulurkan tangannya ketika Kim telah menyingkirkan lengannya dari wajahnya itu. "Aku ingin melihat Saeun, Jin. Bayangkan saja, ketika keinginan yang mustahil terwujud..tiba-tiba saja orang dengan wajah serupa itu muncul. Menyebalkan."
Jin terdiam mendengar itu, dia pun menatap langit temaram diatas sana. "Entah Kim, tapi aku percaya Saeun juga ingin melihatmu lagi. Maka dari itu, dia bereinkarnasi?"
Kim mendudukan tubuhnya. Pikirannya melayang jauh pada hari itu. Hari dimana dia melihat Saeun dalam kesakitan. Menyesakkan.
GSRAK!
Suara itu membuat Jin dan Kim seketika terperanjat. Kim berdiri menajamkan pendengaran dan penglihatannya.
STAK!
Suara ranting patah itu membuat Jin menyigapkan dirinya. Jauh dari asrama dan hari hampir gelap. Hanya satu yang memenuhi kepalanya saat ini, strigoi.
Dan benar saja. Ke lima strigoi menampakakan dirinya tak tanggung-tanggung. Mengepung mereka berdua layaknya singa yang mengepung rusa. "Halo Kim." Ucap salah satu dari mereka. Dan Kim rasa dia adalah ketuanya.
"Apa aku mengenalmu?" tanya Kim menatapnya tajam.
"Kalian siapa?" Jin membuat mereka menyeringai tipis.
"Apa kau tau Kim? Seharusnya kami ber enam, aku N, Leo, Ken, Ravi, Hongbin, dan..Hyuk." N mengitari anggotanya sekedar memperkenalkannya pada Jin dan Kim.
Kim mengkernyitkan keningnya. N tersenyum sinis melihatnya. Dia berjalan mendekati Kim dengan pelan, lalu langsung saja menubrukkan punggung Kim dengan pohon di belakangnya.
"KIM! Apa yang kau lakukkan!" Jin yang akan menyingkirkan N segera ditahan oleh Hongbin dan Ravi.
Kim sedikit meringis, pasalnya N sangatlah kuat. "Apa kau tidak tau? Adikmu dan Hyuk, mereka memiliki hubungan. Mungkin adikmu hanya menganggap hubungan itu adalah pertemanan biasa, tapi Hyuk? Dia menyukai adikmu itu." N mengeraskan tangan pada kerah baju Kim.
"Saeun.. dan Hyuk? Kau pasti bercanda. Kau salah orang. Jangan main-main denganku!" dengan sekuat tenaga Kim melepaskan cengkraman N dan mendorongnya jauh.
"Itu..benar Kim." Ucap Jin membuat Kim menatapnya tak percaya.
"Kau mengetahui itu? Kau menyembunyikannya dariku?" Kim sungguh sangat geram saat ini. Sahabatnya telah menyembunyikan sesuatu darinya.
"Aku tak sengaja mendengar percakapan Saeun dan Jimin. Hanya itu."
Kim menatap N yang tengah menatapnya penuh kebencian. "Jadi kau menyalahkan Adikku? Bahkan adikku mati karena monster sepertimu!"
"Malam itu Hyuk akan pulang dengan selamat bila dia tidak mencium keberadaan adikmu! Kakak macam apa yang tak bisa menjaga adiknya sendiri?" N tak kalah untuk meninggikan suaranya. "Dan para dhampir brengsek itu. Asal kau tau, Hyuk membantu menyingkirkan strigoi-strigoi yang akan menyerang Saeun. Namun para dhampir membunuhnya juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Luminous (Sequel of Red Hair)
FanfictionAda, namun tak nampak. Tak ada yang tau pasti dimana kota itu berada. Perwujudan miniatur dunia didalamnya. Ada yang bilang terletak disekitar Benua Eropa. Ada yang bilang dekat dengan Negara Yunani. Ada yang bilang terletak ditengah pusat dunia. S...
