Ada, namun tak nampak. Tak ada yang tau pasti dimana kota itu berada. Perwujudan miniatur dunia didalamnya. Ada yang bilang terletak disekitar Benua Eropa. Ada yang bilang dekat dengan Negara Yunani. Ada yang bilang terletak ditengah pusat dunia. S...
Chloe adalah seorang wanita baik yang Hyuk kenal. Ibunya selalu menjadi contoh teladan baginya. Ibunya begitu ramah senyum. Bila menegur tak pernah sekalipun menyentaknya. Bila dia salah ibunya menasihatinya dengan suara penuh kehangatan.
"Hyuk, kau pangeran ibu satu-satunya!"
Namun sikap ibunya berubah ketika akademik dipindah tangankan kepada adik tiri ibunya yang merupakan pamannya, Adam. Hyuk sangat tau bagaimana ibunya mengembangkan akademi, bagaimana ibunya memberikan inovasi-inovasi, bagaimana ibunya menata semua dengan sangat baik. Jerih payahnya dibayar dengan seperti ini? Terlebih lagi Adam hanyalah adik tirinya.
Chloe menjadi begitu pendiam. Pikirannya tak terduga. Kelakuannya aneh. Begitu sensitif dan temperamen. Hingga suatu malam dia nekat berjalan keluar sendirian. Mungkin dia bisa bertemu strigoi bila beruntung. Dan malam itu adalah malam keberuntungannya. Tidak hanya dia, namun Hyuk.
"Ibu!" Hyuk menahan lengan ibunya untuk membawanya kembali. Dasom --dhampir Hyuk-- yang datang bersama Hyuk sedikit khawatir karena suara asing mulai merasuki telinganya.
"Hyuk kita harus pergi." ucap Dasom. "Miss Chloe, kita harus pergi."
"Tidak..biarkan saja aku sendiri. Pergi kalian." pintanya.
RRrrrhm. Beberapa geraman itu membuat Dasom siaga dengan memegang paku peraknya dan Hyuk yang semakin mengguncangkan ibunya.
"Aku hanya memilikimu bu, ayo pergi..Hyuk mohon." Mendengar perkataan itu Chloe kembali kepada realitanya. Pikirannya hanya tertuju pada betapa bodohnya dia selama ini, tertekan sendiri dikala sekelilingnya ada yang peduli padanya. Tiba-tiba tubuhnya tersungkur, didorong oleh Hyuk. Bila Hyuk tidak mendorong ibunya maka ibunyalah yang akan terkena serangan salah satu strigoi yang telah siap sedaritadi.
"H-hyuk..HYUUUUK!" Chloe histeris, menjambak rambutnya sendiri.
Dasom bergerak cepat menghabisi empat strigoi yang mengepung mereka bertiga lalu berlutut disamping Hyuk, mengangkat kepala Hyuk untuk menyandarkannya dipahanya. "Hyuk..maaf ..aku gagal menjadi dhampir.." ucap Dasom dengan meneteskan air matanya.
"J-jaga ibuku Dasom..kumohon." Hyuk mencengkram Dasom erat. Dasom mengambil paku perak bersiap menancapkannya pada leher Hyuk namun Chloe merebut dan melemparnya entah kemana.
"Miss Chloe kita harus pergi." Dengan menarik paksa, Dasom berhasil membawa Miss Chloe berlari meninggalkan Hyuk disana yang sebentar lagi menjadi Hyuk yang bukan mereka kenali dulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jimin, Jhope dan Anne berjalan dengan beberapa senjata ditangannya, juga sabuk paku perak yang melingkari pinggang mereka.
"Apa Luminous akan hancur Jim?" tanya Jhope tanpa menatap Jimin.
"Entahlah..aku tak mengerti. Situasinya begitu rumit."
"Jim, apa kau menyukai Karin?" pertanyaan Anne tentu sangat mengejutkan.
"Hey An, ini bukan situasi yang tepat untuk bertanya hal itu." Tutur Jhope membuat Anne bersungut.
"Aku tak bisa berada didekatanya An, itu membuatku marah juga sedih. Aku terlalu berbahaya untuk Karin, melihat Karin seperti melihat Saeun. Peduli padanya mungkin karena dia memiliki wajah Saeun. Aku benar-benar tidak bisa menentukan perasaanku padanya. Yang aku lihat adalah Saeun. Aku akan lakukkan apapun untuk Saeunku. Tapi nyatanya dia bukanlah Saeun. Aku menggila karena itu. Dia bukan Saeunku. Tapi aku takut sekarang, aku melihatnya sebagai Karin saat ini. Jujur, aku sedih saat dia tidak mengenaliku." Jelas Jimin pada Anne yang mendengarkan penuturannya sejak tadi. "Kau cemburu padanya An?"
"Apa maksudmu?"
"Tragedi di kantin." Jhope mengingatkan.
"Aku..entahlah. Suga tak pernah melihatku seperti dia melihat Saeun. Tapi aku biasa saja dengan itu. Kemarin, Suga menatap Karin dengan tatapan yang belum pernah kulihat. Tidak hanya aku, Suga menatap Karin tidak sama dengan dia menatap Saeun. Itu membuatku kesal. Dan terlebih lagi, aku belum pernah melihat Suga menangis dalam rengkuhan seseorang."
"Suga menangis?" Jhope seakan tak percaya dengan hal itu. "Mustahil."
"Dia menangis dalam rengkuhan Karin Jhope. Aku melihatnya."
Jimin menghentikan langkahnya. Membuat Anne dan Jhope ikut berhenti. "Apa kalian dengar sesuatu?"
Jhope dan Anne menajamkan pendengarannya. "Kuda?" Anne tak begitu yakin.
"Ada yang datang." Jhope memegang Katananya dan Anne dengan Yarinya. Jimin mengambil anak panahnya.
Terlihat seseorang berjubah hitam menunggangi kuda sembari menarik ketiga kuda lainnya dibelakang. Jhope, Anne, dan Jimin menahan pergerakkan mereka ketika si penunggang memelankan lajunya hinga jarak lima meter didepan mereka dia berhenti. Si penunggang melompat turun dan menurunkan kapucongnya.
"Kau siapa?" tanya Jhope memasukkan kembali katananya.
"Dia Dasom. Dhampirnya Hyuk." jawab Jimin.
"Hyuk..anak Miss Chloe?" Jhope mensejajarkan dirinya dengan Jimin.
"Aku akan membawa kalian ke Karst. Teman-temanmu dikurung di gua. Kita lewat Distrik Padang Rumput, itu akan lebih cepat. Naik kuda, jangan berjalan."
"Wow..wow..wow..pelan-pelan. Apa kau tau sesuatu?" Tanya Jhope membuat Dasom berbalik menaiki kudanya lagi, disusul dengan Jimin dan Anne.
"Akan aku ceritakan dijalan. Cepatlah, mereka membutuhkan pertolongan."
Jhope pun menaiki kuda yang tersisa. Mereka langsung melajukan kudanya menuju Distrik Padang rumput. Tak lama pemandangan menjadi warna hijau. Rerumputan terhampar berhektar-hektar. "Chloe meracuni Ablu Lake menggunakan getah Pohon Blarrveom." Kalimat pertama yang diungkapkan Dasom.
"Tidak ada pohon itu disini." tukas Anne. "Bagaimana bisa? Bukannya Pohon Blarr hanya ada di Luminous Timur?"
"Faeries maksudmu An?" tanya Jhope sedikit keras agar suaranya tak tenggelam oleh angin yang berhembus. Anne pun menganggukan kepalanya.
"Benar, Luminous Timur. Pikirkan bagaimana bisa Chloe mendapatkan getah itu? Bahkan pohon itu berada didalam hutan terlarang."
Jimin berpikir sebelum angkat bicara. "Jungkook..Yeri." Jimin menatap Jhope. "Apa yang Miss Chloe rencanakan sebenarnya?"
Darisitulah Jimin, Jhope dan Anne tau masalah dibalik semua ini. Miss Chloe yang tak bisa mengambil alih akademi, dia ingin menghancurkannya beserta orang-orang didalamnya. Mengorbankan dirinya sendiri untuk menjadi strigoi membuatnya berpikir akan semakin kuat.
Tentu tak ada yang tau bila Kim yang memanas-manasi pikiran Miss Chloe waktu itu didalam ruangan.
"Anakmu mati dihari yang sama dengan adikku. Ini semua tidak akan terjadi bila bukan karena Jimin. Apa kau diam saja? Bahkan kau berada dalam satu gedung bersama pembunuh anakkmu, dhampir. Apa yang akademi pikirkan atas tragedi ini? Apa yang dipikirkan Adam, Chloe? "