Lovember langsung turun dari mobil saat ia dan Farhan baru saja sampai di rumah mereka. Ketika Lovember terbangun tadi pagi, ia cukup terkejut melihat Farhan yang tertidur lelap sambil memeluk pingangnya dengan erat. Setelah membuka pintu rumah, Lovember melangkah masuk dan meninggalkan Farhan yang masih berada di ruang tamu.
Melihat Lovember yang masih cuek padanya, Farhan mengekori langkah istrinya masuk kedalam kamar mereka. Terlihat Lovember sedang menguncir rambutnya dan mengeluarkan beberapa barang dari dalam tasnya.
"Love," panggil Farhan yang tidak mendapat sahutan dari Lovember.
Cewek itu malah sibuk merapikan isi tasnya, tidak menghiraukan panggilan Farhan. Karena gemas panggilannya tidak disahuti, Farhan memeluk Lovember dari belakang.
"Ck, lepas ah. Berat kamu tuh." Ucap Lovember seraya melepaskan tubuhnya dari pelukan Farhan.
"Tapi kalau kita gini-gini terus, nggak akan selesai." Sahut Farhan, mengikuti langkah Lovember.
Ketika Lovember akan melangkah masuk ke kamar mandi, Farhan kembali memeluknya dari belakang lagi. Menghentikan langkah Lovember yang akan masuk. Beberapa saat mereka terdiam dengan posisi yang sama, hingga akhirnya Farhan membuka suara.
"Aku minta maaf." Ucap Farhan.
Lovember masih membisu, seolah menunggu apa yang akan Farhan ucapkan selanjutnya.
"Iya, aku tahu aku salah. Aku minta maaf. Tapi yang kamu lihat itu, nggak seperti apa yang kamu pikirin. Aku nggak sebejat itu buat ngelakuin hal-hal lain sama Gina. Aku udah punya kamu dan anak kita." Jelas Farhan. "Udah dong marahnya, aku beneran kesiksa lho ini, kamu marah dan diem sama aku. Pleaseeee... Forgive me."
"Jelasin semuanya." Ucap Lovember.
Farhan langsung melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Lovember hingga berhadapan dengannya. Selanjutnya, Farhan menjelaskan semuanya pada Lovember. Bahkan hingga detail kecil pun ia sampaikan.
"Kamu inget waktu aku bilang mau nobar?" Tanya Farhan.
Lovember mengangguk. "Inget."
"Aku bohong sama kamu. Kita bertiga nggak ada yang nobar, tapi dateng ke acara ulangtahun Eros di club." Ucap Farhan jujur.
Reaksi Lovember setelah mendengar ucapan Farhan adalah mencubit hidung Farhan sekencang-kencangnya, hingga membuat cowok itu mengaduh kesakitan.
"Aduh Love, sakit."
"Makanya jangan suka bohong sama istri. Sekongkol ya, kalian bertiga!"
"Itu juga karena dipaksa Eros buat dateng. Aku sebenernya sama yang lain nggak mau dateng juga." Farhan membela dirinya.
Lovember melepaskan cubitannya dihidung Farhan. "Lanjutin ceritanya."
"Terus aku nggak sengaja waktu pulang ketemu Gina lagi mabok. Hangover parah. Eh, supir taksi yang dipanggil dia, malah nyuruh aku buat nganter karena udah kualahan sama Gina." Lanjut Farhan bercerita. "Ya aku nggak punya pilihan lain dong. Aku anter dia sampai apartemennya. Tapi, waktu aku sampai, Gina malah cium aku. Sepanjang perjalanan ke apartemennya, dia ngeracau semua hal tentang suaminya. Mereka ada masalah, tapi Gina malah lari ketempat kayak gitu. Sumpah demi Allah, Love, aku bahkan langsung lepasin ciuman Gina."
Tanpa melepaskan pandangan dari kedua mata Farhan, Lovember menatap suaminya itu. Menelisik dari dalam bola mata, apakah ia berbohong atau memang berkata yang sejujurnya. Namun yang Lovember dapatkan adalah jika Farhan sama sekali tidak berbohong. Mengatakan hal yang sejujurnya.
"A," panggil Lovember pelan.
Farhan menatap Lovember dengan cemas. "Kamu percaya sama aku 'kan sayang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ex-Lovember
Ficción GeneralList nama mantan: 1. Lovember - (ini mantan apa bukan ya? Gue belum putus sama dia kayaknya) 2. Gina - (Married) 3. Nadila - (OTW Married) 4. Haura - (OTW Married) Lima nama diatas adalah nama-nama dari mantan Farhan sejak SMA. Namun ada satu n...
