Tuan, aku ingin bercerita banyak tentangmu Aku ingin mengatakan banyak hal untukmu Banyak yang ingin kuutarakan, namun satu hal yang nyata terpampang Aku rindu akanmu tuan! Ingatkah, saat setiap hari kita berpapasan? Aku ingin menyapamu duluan Tapi takut engkau hiraukan Aku yang kesana-kemari hanya untukmu Untuk Bertemu, sekaligus menghantarkan rindu Rindu yang bergeming, Membuat kepalaku pusing tujuh keliling Layaknya dua buah gasing yang bersabung Beriringan hingga memercikkan kerlipan cahaya saat berbentur, Cahaya yang menyala bagaikan api yang membara Membakar jiwa serta rasa dalam raga, Menuntunku untuk segera pulang dari kehampaan faal Lalu mengampirimu dalam bentara ingar bingar Menyampaikan rinduku yang kian nanar
-NisaApriliya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.