Sudah lama aku menantikan Sudah lama pula aku merasakan Merasakan kehampaan Kehampaan ketika engkau tidak datang Kehampaan yang sangat terasa, seperti diujung semesta dan tidak ada seorangpun disana Hanya ada aku dan jiwa-jiwa temaram yang kian nanar Aku rindu akan aromamu Petrikor; yang dapat menenangkan jiwaku Aku rindu bunyi itu Bunyi khas yang menandakan kedatanganmu Aku rindu saat-saat dimana hanya engkaulah yang mengerti perasaanku Ketika engkau datang, aku merasa tenang Dan aku rasa, aku telah menang Menang dari segala bentuk hujaman rasa hingga lara dalam dada Ketika itu rasaku ikut hanyut, ikut larut dalam ketulusan yang kerap kali engkau janjikan Dan benar, janjimu bukanlah hal yang palsu, Tidak seperti janji para bedebah yang kerapkali membisu ketika ditanya akan kalimatnya waktu itu. Bagiku, engkau adalah sebaik-baiknya teman Engkau adalah 'Hujan' yang kerap kali aku idam-idamkan Dan, engkau akan tetap menjadi pemenang hingga tiba saat semesta menjemput ku pulang
—NisaApriliya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.