[Ketulusan Hujan]

32 3 0
                                        

Sudah lama aku menantikan
Sudah lama pula aku merasakan
Merasakan kehampaan
Kehampaan ketika engkau tidak datang
Kehampaan yang sangat terasa, seperti diujung semesta dan tidak ada seorangpun disana
Hanya ada aku dan jiwa-jiwa temaram yang kian nanar
Aku rindu akan aromamu
Petrikor; yang dapat menenangkan jiwaku
Aku rindu bunyi itu
Bunyi khas yang menandakan kedatanganmu
Aku rindu saat-saat dimana hanya engkaulah yang mengerti perasaanku
Ketika engkau datang, aku merasa tenang
Dan aku rasa, aku telah menang
Menang dari segala bentuk hujaman rasa hingga lara dalam dada
Ketika itu rasaku ikut hanyut, ikut larut dalam ketulusan yang kerap kali engkau janjikan
Dan benar, janjimu bukanlah hal yang palsu,
Tidak seperti janji para bedebah yang kerapkali membisu ketika ditanya akan kalimatnya waktu itu.
Bagiku, engkau adalah sebaik-baiknya teman
Engkau adalah 'Hujan' yang kerap kali aku idam-idamkan
Dan, engkau akan tetap menjadi pemenang hingga tiba saat semesta menjemput ku pulang

—NisaApriliya

—NisaApriliya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Larik AksaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang