Dengan semangat '45 Billy menuju kantornya yaitu Angkasa Corporation. Akhirnya cucunya akan segera belajar mengenai perusahaan dan meneruskannya.
Semua orang membungkukan kepala saat melihat Billy dan Harry. Di lift yang terpisah dengan para pekerja kantornya, Billy memencet tombol bertuliskan angka lima. Dilantai tersebut ada ruangannya dan ruangan yang akan digunakan Harry.
Seseorang mengetuk pintu ruangan Billy.
"Kakek." Panggil seorang wanita yang sangat antusias.
"Abigail kamu tepat waktu sekali."
"Maaf ya kek nggak bisa bawain apa-apa. Tadi kakek telponnya pas banget sama jam selesai kuliah. Jadi langsung buru-buru kesini deh."
"Iya nggak apa-apa. Abigail kenalin ini Harry cucu yang sering kakek ceritain ke kamu."
"Gue Abigail." Abigail mengulurkan tangannya mengajak salaman.
"Gue Harry." Sambil menerima uluran tangan Abigail.
"Abigail kapan kamu lulus kuliah?"
"Masih lama kek."
"Ayuk semuanya duduk." Mereka duduk disofa yang berada ditengah ruangan.
"Harry, kamu baik-baik sama Abigail. Kakek hutang nyawa sama dia. Kalau nggak ada dia kakek udah meninggal kecebur."
"Iya kek." Jawab Harry.
***
Dari tadi Harry membaca laporan, Abigail duduk disofa ruangan Harry sambil membaca buku-buku bisnis dirak ruangan tersebut.
Harry berusaha tidak mempedulikannya karena dia ingin fokus pada laporan-laporan tersebut.
Satu jam kemudian Harry masih tidak bisa fokus karena ada orang asing diruangannya. Abigail terlihat santai saja membaca buku sambil tiduran disofa rungan tersebut.
"Lu nggak pulang?" Tanya Harry
"Ngusir?" Tanya Abigail balik.
"Gue nggak bisa fokus."
"Masalah lu bukan gue."
Emosi Harry naik dia kesal jika ada orang yang berani nyolot padanya.
"Ini ruangan gue." Harry masih sabar mengingat kakeknya menyuruhnya baik-baik pada Abigail.
"Kakek bilang ini ruangan gue juga."
"Terserah." Kata Harry yang malas meladeni lagi.
Abigail sengaja diminta Billy untuk mengawasi cucunya selama satu hari bekerja di perushaan. Sebenarnya Abigail sangat ingin menolak. Namun karena merasa sudah akrab dengan Billy dan tidak enak menolah, sehingga Abigail menyanggupinya. Toh dia hanya akan berada satu ruangan denga Harry selama satu hari. Walaupun terasa canggung Abigail menutupinya dengan membaca buku.
Billy sebenarnya sengaja melakukan hal ini. Dia ingin sekali Abigail bersanding dengan cucunya. Pribadi Abigail sangat baik. Entah kenapa firasat Billy mengatakan Abigail dapat membuat cucunya berubah dan menjadi lebih baik.
Abigail juga menolak uang dan pekerjaan yang diberikan sebagai rasa terima kasih Billy telah menolongnya. Hal tersebut membuat dia yakin Abigail adalah cewek baik-baik. Jika dia bukan cewek baik-baik tidak mungkin dia mau merelakan dirinya tercebur menolong orang yang tidak dikenal. Disaat orang lain yang berada disana cuma teriak minta tolong. Hanya Abigail yang mau turun tangan langsung menolongnya.
Sosok Abigail mengingatkan Billy pada mendiang istrinya yang dulu juga sangat pemberani dan tulus. Jika bukan karena istrinya yang luar biasa tidak mungkin Billy bisa sampai membangun sebuah perusahaan.
Menurut Billy Abigail sama dengan mendiang istrinya. Dia berbeda dengan wanita pada umumnya.
Dikeluarga Angkasa ini harus ada malaikat yang mengembalikan terang pada kelurganya. Billy yakin Abigail adalah malaikatnya. Dia merasakannya sama seperti pertama kali melihat mendiang istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me
Romance12+ (Resiko kalau dewasa sebelum umurnya) Ada beberapa bagian yang harus di PRIVATE Jadi kalau mau baca seluruhnya harus FOLLOW dulu Bukan sebuah cerita cinta seperti Dilan karangan Pidi Baiq. Hanya sebuah cerita cinta yang diambil dengan latar bela...
