10 (Private)

2.9K 90 1
                                        

Guys sabar ya agak slow updateny

Authornya lgi banyak aktivitas sama mau ujian :(


"Abigail..." 

"Ya Harry bicara saja."

"Please Abigail, duduk. Aku nggak bisa bicara kalau kamu dari tadi mundar-mandir."

"Aku sibuk Harry. Kamu bisa bicara sambil aku beres-beres."

Harry menarik salah satu tangan Abigail dari belakang. Badan Abigail tertarik dan hampir menabrak dada bidang Harry. Tapi sebelum itu semua terjadi Harry telah mencium bibir Abigail. Lagi-lagi Harry melumat bibir Abigail. 

Setelah beberapa detik Abigail mulai tersadar dari rasa kagetnya. Dia berusaha melepaskan ciuman tersebut. Tapi yang terjadi Harry semakin melumat bibirnya dengan serakah. Ditahannya kepala Abigail hingga Abigail makin tidak bisa melepaskan ciuman tersebut.

"Ha--aa--ry..."

Abigail terus memberontak dengan mendorong dada bidang Harry. Tetap saja tenaganya kalah dari Harry dan Harry terus bermain didalam mulut Abigail. 

Harry sadar nafas Abigail mulai kehabisan. Terpaksa Harry melepaskan ciuman tersebut. 

"Apakah ini cara untuk membuatmu diam Abigail?"

Plaakk...

Wajah Harry memerah oleh tamparan Abigail. Tapi tamparan tersebut tidak bisa menyadarkan Harry yang sedang kesal oleh cemburu. Harry tidak bisa mengungkapkan dengan baik kekesalannya tersebut. Yang ingin dia lakukan saat ini hanyalah meluapkannya. Lebih tepatnya sikapnya yang sekarang adalah luapan dari rasa kesalnya. 

Harry membopong tubuh Abigail menuju kamar.

"Harry...Harryy... Turunin!" Pinta Aigail sambil memukul dada Harry.

Tapi tidak dihiraukan Harry sama sekali. Harry melempar tubuh Abigail diranjang. Dengan cepat Harry membuka jas dan dasinya. 

Melihat hal itu Abigail mundur perlahan.

Apakah dia ingin memperkosaku?

Harry menimpa tubuh Abigail dan menciuminya lagi hingga Abigail tidak kuat memberontak. Tubuhnya tidak kuat melawan Harry. Perlahan karena tidak ada perlawanan ciuman Harry melonggar dari bibir Abigail. Beralih ke kening hingga menurun pelahan ke pipi dan leher.

Merasa ciuman tersebut akan beralih ke leher. Abigail berusaha memberontak lagi.

"Harry... Please lepasin- Harry. Ini salah." Rengek Abigail.

Tapi kedua tangan Abigail ditahan oleh kedua tangan Harry hingga Abigail tidak bisa memberontak lagi.

"Harr!!!!!!!!" Abigail berteriak ketiak lehernya merasakan geli dan kemudian tersengat oleh tanda leher yang diberikan Harry.

Tiba-tiba Abigail terisak. Mendengar isakan itu Harry melepaskan segala aktifitasnya terhadap Abigail.

"Kamu jahat Har..." Abigail menutup mukanya dengan kedua tangannya.

"Ya ampun." Sesal Harry sambil mengusap kasar wajahnya.

"Abigail..."

"Arghhh!!!!" Abigail berteriak ketika Harry ingin menyentuh bahunya.

Tangisan Abigail semakin kencang.

"Maaf Abigail aku benar-benar kacau. Aku minta maaf. Aku benar-benar kesal melihat cowok tadi. Tanpa sadar aku luapin ke kamu. Maafin aku Abigail." 

Tapi yang terjadi tangisan Abigail terdengar semakin kencang. Harry bingung apa yang harus dilakukan ketika wanita menangis. Mungkin pelukan. Setau dirinya pelukan dapat membuat orang semakin tenang.

Jadinya Harry memeluk tubuh Abigail yang sekarang sudah berada dipojokan ranjang. Tentunya Abigail memberontak dari pelukan Harry. Tapi tetap saja Harry memaksa memeluknya hingga Abigail lelah sendiri untuk memberontak. 

"Harry... Aku takut." Kata Abigail sambil menangis.

"Takut kenapa Abigail? Apa tadi aku benar-benar menyakitimu? Apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya Abigail? Aku tadi benar-benar diluar kendali. Maafin aku." Harry mengelus rambut Abigail. Dia berusaha membuat Abigail tenang.

"Bukan kamu yang buat aku takut Harry. Tapi dia."

"Dia? Maksud kamu?" Tanya Harry kebingungan

Harry memegang wajah Abigail dengan kedua tangannya. Ditatapnya wajah Abigail dengan tajam. Menunggu jawaban datang dari Abigail. 



Stay With MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang