AC 10

838 129 22
                                        

Chupp...

Cukup lama chanyeol mengecup kening sehun. Menyalurkan kerinduan yang beberapa hari ini telah ditahannya.

'Aku akan tetap mencintaimu oh sehun'

.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 10
Kesalahan yang mereka nikmati memang indah. Namun itu bukan berarti hati kecil mereka tak memberontak. Walau bagaimanapun kai adalah sosok sahabat bagi chanyeol dan kakak bagi sehun.
Tapi seperti yang pernah chanyeol katakan. Ia egois. Yah park chanyeol yang egois dengan caranya.

Kini keadaan chanyeol telah pulih. Bahkan ia sudah terlihat kembali beraktivitas seperti biasanya. Seperti saat ini ia tengah duduk disalah satu kursi kafenya di universitas. Yah karena hanya disinilah mereka bebas mengekspresikan perasaan mereka.

Sehun nampak memperhatikan sang kekasih yang tengah serius berbicara dengan seseorang via ponsel.

"Yah. Lakukan apapun untuk menahannya disana"

"..."

"Aku mengandalkanmu"

Pip

"Siapa yang kau hubungi chan?"

"Seseorang yang bisa membantu kita"

Sehun mengernyit tak mengerti. Terlebih chanyeol hanya menanggapi dengan sebuah senyuman bukan penjelasan.

***

At SM Ent. Building.
Kai benar benar disibukkan dengan aktifitasnya sebagai calon trainer. Bahkan pria tampan itu nampak lelah dalam duduknya disalah satu ruang meeting SM.

"Sebenarnya ini cukup aneh kai-ssi"

Kai menolehkan kepalanya pada namja mungil bermata bulat layaknya burung hantu.
Namja yang diketahui akan menjadi salah satu member dalam group yang akan di debutkan SM bersama dengan Kai.

"Apa yang aneh?"

Raut bingung tak mampu tersembunyi dari wajah kai. Jujur kai belum terlalu mengenal namja mungil disampingnya. Namun mengingat mereka akan debut bersama, itu mengharuskan mereka saling mengenal agar nyaman satu sama lain.

"Kau bahkan baru masuk menjadi trainer. Tapi sudah diharuskan tinggal di asrama agensi".

Yah. Rapat yang dihadiri kai memang menyinggung tentang pelatihan mereka. Serta asrama yang telah agensi persiapkan untuk mereka tempati selama masa training. Membuat kai harus bersiap untuk memindahkan keperluannya ke asrama secepat mungkin.

Kai baru menyadari satu hal itu. Yah jelas itu aneh. Karena biasanya asrama digunakan untuk anggota yang akan mendekati debut ataupun trainer lama. Sebagai seorang trainer baru, tentu seharusnya kai masih bisa menghabiskan waktunya dirumah dengan orang tua serta sehunnya tentu saja.

"Mungkin agar kita cepat beradaptasi kyungsoo-ssi"

Namja mungil yang ternyata bernama kyungsoo itu hanya mengangguk. Tak ingin berfikir yang tidak tidak.

***

Bohong jika kai tak memikirkan perkataan kyungsoo. Bukan! yang difikirannya bukan agensi yang berlaku aneh. Tapi kenyataan bahwa dirinya yang harus tinggal di asrama pasti akan membuat kai tak memiliki waktu bersama sehun. Kai menghela nafas kasar. Bahkan ia sempat memukul setir mobilnya frustasi.

Oh ayolah. Ia baru saja melamar sehun. Ia memang tak berniat menikahinya dalam waktu dekat. Mengingat sehun yang harus menuntaskan kuliahnya. Kai hanya berniat mengikat sehun terlebih dahulu, karena kai tahu saat ia berstatus trainer SM atau bahkan debut. Akan sulit baginya menemui sehun. Tapi ia tak berfikir akan secepat ini agensi menyuruhnya pindah ke asrama.

Americano CoffeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang