Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 2

1.7K 187 7
                                        

Halo~

Aku harap kalian masih membaca ^^

.
.
.
.
.

Saat berjalan pulang, aku tidak sengaja bertabrakan dengan pria berhoodie. Wah, sepertinya dia memiliki hari yang buruk.

Dia menatapku, dan aku hanya bisa melihat matanya yang berkilat ungu.

Tunggu, apa?

"Y/N,"

Aku berbalik melihat Jungkook yang juga menatap pria itu.

Sedetik kemudian, pria itu pergi tanpa berbicara.

"Um, ada apa dengan pria itu?"

"Entahlah. Dia terlihat berbahaya. Untung saja dia tidak melakukan hal yang aneh..."

Aku mengangguk.

Tapi, ada yang aneh di mata pria itu. Sesuatu seperti... menarikku masuk... dan itu mengerikan.

"Y/N? Kau baik-baik saja?"

Aku mengangguk. "Aku hanya... berpikir,"

"Tentang pria tadi? Lupakan saja. Dia orang yang aneh, aku yakin,"

Aku mengangguk lagi, dan berjalan pulang, tidak ingin memikirkan pria tadi.

Aku merasa ada yang mengikuti kami pulang, dan sepertinya Jungkook juga sadar.

Seseorang yang mengikuti kami tidak berbuat apa-apa, dan itu membuatku semakin khawatir.

Bagaimana jika ia menunggu waktu yang tepat, dan berencana membunuh kami berdua?

Saat aku sudah sampai di pintu apartemenku, aku menatap Jungkook yang berada di samping ku.

"Y/N, jika terjadi sesuatu, teriak lah,"

Aku hanya bisa mengangguk.

Dia memelukku dengan erat, dan aku memeluknya balik.

Dia ini sudah seperti saudaraku.

Setelah kira-kira dua menit berpelukan, Jungkook melepasnya dan tersenyum.

"Sampai jumpa besok, tetangga!"

Aku ikut tersenyum, "Sampai besok!"

Aku pun masuk ke dalam apartemenku, dan menguncinya.

Tak mungkin aku membiarkannya masuk, bukan?

Ah, aku merasa aneh.

Yang membuatku merasa aneh, tentang bola yang kudapat tiga hari yang lalu.

Aku mengambil bola aneh itu, masih bersinar-sinar seperti biasa.

"Hm, benar juga..."

Aku duduk di sofa, dan mengamati bola itu.

"Kemarin, aku datang ke supermarket itu, dan karyawan yang kemarin tidak ada... Saat aku bertanya, manajernya bilang tidak ada karyawan seperti itu... Aneh..."

Aku mengetuk-ngetuk cangkangnya. Hoh, kaca!

"Apa mungkin dia melakukan kesalahan besar jadi manajernya tidak mau mengatakan sesuatu tentang dia? Woah, itu bisa jadi!"

"Kau sangat penasaran, ya~"

Tunggu, itu bukan suaraku.

Dan aku tinggal sendiri.

Aku mengangkat kepalaku dari bola tadi, dan menatap seorang wanita berjubah hitam, dan dia tersenyum padaku.

"Hai~!"

[Nosce te ipsum.] {kth} ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang