Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Epilogue

1.7K 131 38
                                        

Namjoon sedang berada di dapur, ekstra hati-hati karena dia tahu dia pria yang ceroboh.

Ia sedang membuat ramuan obat, menggunakan banyak tanaman yang telah ia kumpulkan dua hari yang lalu.

Setelah selesai, ia menyimpannya di lemari yang aman, lalu menuju ruang keluarga.

Ia melihat Yoongi duduk di sofa panjang yang besar, menonton film.

Yoongi berbalik, menatap Namjoon. "Hei, Joonie. Bagaimana dengan ramuan mu?"

"Berhasil dengan mudah," Namjoon tersenyum. "Bagaimana dengan Jungkook?"

"Dia anak yang bekerja terlalu keras," Yoongi menepuk kepala Jungkook yang tertidur di sebelahnya. "Dia punya potensi menjadi penyihir yang kuat,"

"Seperti dirimu, hyung,"

"Ah, baik," Yoongi terkekeh. "Ya, maksudku, jujur saja, dulu aku pikir dia akan takut pada kita, atau melapor pada pihak-pihak berwenang, menguras uang dari hal itu dan menjadi terkenal..."

Namjoon tertawa, "Hyung, kau terdengar sangat konyol,"

Yoongi tersenyum, "Aku tahu! Tidak seharusnya aku berpikir seperti itu,"

"Aku bukan orang yang seperti itu kok, hyung!" teriakan tak terima Jungkook mengagetkan Yoongi dan Namjoon. "Aku takkan pernah melakukan hal kotor seperti itu!"

"Aku pikir kau kecapekan karena latihan??" Yoongi kembali menepuk kepala Jungkook. "Dan ya, maaf telah berpikir seperti itu tentangmu, Kook,"

"Tadinya aku memang tertidur, tapi aku mendengar kalian berbicara dengan keras," Yoongi menggelengkan kepalanya. "Apa hyung pikir aku baik??"

Namjoon dan Yoongi tertawa, "Tentu saja!"

Namjoon menatap Jungkook dengan wajah bangga, "Kau terlalu baik, Kook. Dan kau juga kuat. Hebat, dan sangat bertalenta,"

Jungkook tersenyum besar.

Dia berbaring pada paha Yoongi, "Hyung, ayo, pegang lagi rambut ku!"

"Apa? Kalau aku tidak mau?"

Jungkook terdengar seperti merengek, "Hyuunggg~! Kumohoooon~ Ya ya ya ya ya??? Aku lelaaaahhh sekali!"

Namjoon menggelengkan kepalanya. Dia tahu Jungkook sangat suka bermanja-manja pada Yoongi.

"Memangnya kenapa kalau aku tidak memegang rambutmu??" Yoongi menahan senyum lebarnya dengan sekuat tenaga.

"Supaya aku bisa tidur lagiii~" Jungkook menatap Yoongi dengan mata bulatnya. "Mau kan?"

Yoongi menghela napas. Melihat mata itu, membuat pertahanannya rubuh. Dia akan mengorbankan dan melakukan apa saja untuk Jungkook kalau anak itu mulai memakai mata bulatnya yang berkilap dan menahan jutaan bintang-bintang di dalamnya.

Namjoon hanya terkekeh. Jika Jungkook memakai kekuatan puppy eyes miliknya, bahkan dia juga akan lemah seperti Yoongi.

Pada akhirnya, mereka berdua tertidur di sofa, wajah damai mereka membuat Namjoon gemas.

Bunyi ketukan pintu tidak membangunkan kedua orang itu. Namjoon berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Hei!" Namjoon tersenyum lebar. "Apa kabar kalian?"

Kau dan Taehyung berjalan masuk dengan pelan, tangan saling bertautan.

"Kami baik-baik saja," Taehyung tersenyum lebar. "Bagaimana dengan kalian?"

[Nosce te ipsum.] {kth} ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang