Part 11

5.1K 267 0
                                        

2 Bulan Kemudian...

Ya Allah, gini banget sih nasib gue. Dapat bonus nggak, naik jabatan nggak dan gue di ancam di pecat sama big boss. Sial banget sih hidup gue...

Ucap Tiara sambil berbaring di sofa dan menghentak-hentakkan kedua kakinya.

Kenapa loe kak?

Bete gue sama si Zian.

Proposal loe belum di ACC juga sama Zian?

Iya.
Udah deh jangan ganggu gue. Loe pacaran aja sana sama Nisa.

Iya.
Kak, loe mau ikut gue ngedate di cafe nggak sama Nisa?

Ngapain gue jadi obat nyamuk buat loe berdua. Lebih baik gue nonton TV.

Loe kan sendirian kak di rumah, mama papa kan lagi ke rumah om Firman. Kalau ada apa sama loe gimana?

Loe tenang aja, gue nggak akan kenapa-napa? Udah, loe pergi aja sana. Nanti Nisa kelamaan nungguin loe.

Ya udah deh, gue pergi dulu ya kak...
Hati-hati di rumah ya kak, kalau ada apa-apa, loe telepon gue aja.

Iya.

Assalammualaikum kak Ara...

Waalaikumsalam.

Tirta pun pergi ke rumah pacarnya Nisa, tidak lama kemudian Tirta mengajak pacarnya Nisa ke sebuah cafe. Di cafe tersebut Tirta menyanyikan sebuah lagu romantis untuk Nisa.

Tanpa Tirta sadari seseorang mengawasi mereka berdua sambil memfoto dan merekam lewat kamera hp. Pria tersebut pun langsung mengirim foto dan video tersebut pada Tiara.
_______________

Di rumah Tiara...

Tet...tet...tet...

Siapa sih, yang datang bikin bete aja deh...
Ucap Tiara ogah-ogahan bangun dari sofa.

Apa Tirta udah balik ya? Kok cepat banget sih. Apa jangan-jangan mereka berdua bertengkar seperti dulu?

Ucap Tiara berbicara sendiri menuju pintu ruang tamu. Tiara pun membuka pintu rumahnya.

Assalammualaikum Ara...

Waalaikumsalam...
Ngapain loe kemari? Ngapain loe ke rumah gue?

Gue mau ngapelin calon istri gue. Tiara Syarif calon istrinya Zian Zachary.
Ucap Zian diplomatis.

What?
Calon istri?
Sejak kapan?
Mabuk loe ya?
Ucap Tiara sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Nggak kok, gue nggak mabuk. Gue kan nggak pernah minum alkohol, haram. Sayang, aku kok nggak diizinin masuk gitu. Kamu kok tega sama calon suami sendiri.

What?
Aku?
Kamu?
Sayang?
Calon suami?
Loe apa-apaan sih, bikin bete' aja deh. Udah proposal gue nggak di ACC. Loe ke rumah gue ngomong ngawur gini.

Ucap Tiara kesal tanpa bergerak sedikit pun dari depan pintu rumahnya. Zian pun langsung masuk ke rumah Tiara begitu saja sambil berkata...

Assalammualaikum papa dan mama mertua. Ini Zian datang, calon suaminya Ara. Putri papa dan mama yang cantik plus bawel. Zian bawa sedikit makanan untuk mama dan papa mertua.

Tiara speecless mendengar semua ucapan Zian.

Bokap nyokap gue nggak ada dodol. Percuma aja loe ngomong kepedean gitu. Mereka berdua nggak bakal dengar.

Benarkah?
Mama dan papa mertua gue pergi kemana, Ra?

Mama dan papa mertua?
Sejak kapan?
Mimpi loe?
Bokap nyokap gue lagi di Bandung, ke rumah om dan tante gue.

Oh...

Ucap Zian yang langsung duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton TV.

Loe ngapain duduk di ruang keluarga gue?

Koper Cinta (1-18 End).Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang