T U J U H

1.4K 33 0
                                    

      
“Akhirnya tahu kenapa wanita itu diciptakan.”

April 2005
Suasana sekolah masih ramai walaupun bel pulang
sekolah sudah berbunyi sejak tadi. Lapangan sekolah pun sudah
dipenuhi beberapa anak yang langsung membagi diri menjadi dua
tim futsal. Ayu yang tadinya sedang bermain asal-asalan dengan
Ditto, langsung menyingkir ke pinggir lapangan untuk beralih
menjadi pendukung Ditto.
Di selasar, koridor kelas satu, Milla sedang duduk
sendirian menatap ke arah lapangan. Menatap Ditto, lebih
tepatnya.
Ditto, kakak kelasnya yang notabene juga pacarnya.
Tapi, pacar mana yang jarang menghubunginya? Mungkin
kalau Milla mau main curang, ia bisa saja berhubungan dengan
cowok lain di belakang Ditto dan sampai kapan pun Milla jamin
Ditto takkan tahu mengenai hal tersebut.
Kalau Milla mau menghitung total berapa kali ia jalan
bareng Ditto, mungkin tidak sampai menghabiskan kesepuluh
jemarinya. Ditto selalu punya alasan untuk menolak jalan
dengannya, atau untuk sekadar menghubunginya.
Teman-temannya mungkin sampai bosan mendengar
betapa cueknya Ditto selama delapan bulan ini. dari yang awalnya
mereka excited dengan hubungannya, sampai pada akhirnya
mereka bosan sendiri.
Milla pun bosan dengan ini semua. Kalau pada akhirnya
mereka memang tak cocok, mungkin lebih baik mereka berpisah
daripada hanya Milla yang bertahan dalam hubungan ini.
***
“Jadi udah beneran putus?” tanya Ayu saat keesokan harinya
mereka sedang makan di kantin bersama.
“Iyalah, anak-anak aja pasti udah pada tahu.” Ditto milirk
ke arah sekumpulan cewek kelas satu yang sedang mengobrol
sambil sesekali melirik ke arahnya. “Kayak nggak tahu aja cewek
itu gimana. Mana bisa disimpen sendirian.”
“Lo ngasih alasan apa pas dia minta putus?”
“Mau konse UAN.”
Ayu terbahak-bahak di samping Ditto. “Basi banget!”
“Seenggaknya masuk akal,” kilah Ditto. “Alasan gue itu
aja kayaknya masih nggak banget bagi dia, apalagi kalo gue
beneran ngomong gue bosen.”
“Iya juga sih, ya,” timpal Ayu setelah tawanya reda.
“Pantesan akhir-akhir ini udah jarang cerita sama gue, udah
ngerasa juga kali kalo curhat ke gue nggak ada gunanya.”
Kali ini ganti Ditto yang tertawa. Mereka kembali
menikmati waktu istirahat yang tinggal sedikit dengan
membicarakan bagaimana band sekolah mereka yang baru dan
penampilan perdana mereka di acara sekolah beberapa waktu
yang lalu.

Pendek yah??
Maaf yah
Jangan lupa like sama komentar nyaaa

TEMAN TAPI MENIKAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang