Sebelum baca boleh di vote dulu untuk menghargai tulisan yang abal-abal ini❤️
comment juga boleh ya teman-teman❤️
Terima kasih telah mengapresiasi karya saya❤️
**************************************
Author Pov
Sekolah hari ini terasa begitu menyeram karena kasus Alana kemarin yang sangat kejam. Semua anak-anak berbisik-bisik membicarakan Alana. Menebak-nebak penyebab Alana di serang dengan begitu sadisnya. Semua anak perempuan berpikir alangkah kasihannya seorang Alana yang akan memiliki bekas luka yang tak akan hilang terkecuali Alana melakukan operasi plastik. Belum lagi, seorang Alana adalah leader dari tim cheerleader sekolah mereka. Pertanyaan yang terbesit adalah siapakah pengganti leader tersebut karena sudah dipastikan Alana tidak bisa ikut dengan bekas luka yang sangat banyak di sekujur kakinya, sedangkan cheerleader harus menggunakan bawahan yang sangat pendek. Semua orang merasa iba dengan Alana. Semua orang tau jika Alana mencapai puncak itu tidak bermodalkan orangtua yang kaya raya, namun memang Alana dikaruniai wajah yang cantik dan sangat pintar dalam bidangnya sebagai cheerleader, jika Veronika dikenal dengan orangtua yang kaya raya, wajah cantik dan apapun yang dipakai serba mahal. Alana adalah anak orang kaya yang dikaruniai wajah cantik dan ketekunan yang ulet dalam berlatih cheerleader.
Refran, Vano, Keyra, dan Dipta duduk berempat di meja kantin menyantap cemilan mereka masing-masing, "mereka ngomongin siapa sih? Alana siapa?" tanya Keyra memecah keheningan.
"Itu cewek cheerleader kemaren diserang," jawab Dipta enteng.
"Diserang?!" kaget Keyra, "Diserang gimana? Maksud kamu?" tanya Keyra selanjutnya.
"Ditikam kemaren pas udah pulang sekolah, belum tau sih motifnya apa, tapi ngeri waktu liat kakinya dipenuhin sama goresan pisau gitu," jawab Vano.
"Dan kasihannya, sepertinya bekas lukanya bakal susah dihilangin, mana dia anak cheerleader kan," sahut Refran.
Belum lengkap jika mereka bereempat juga tidak ikut membicarakan soal kejadian kemarin yang menimpa Alana, belum lagi Keyra tidak ada di tempat kejadian dan Keyra merupakan anak pindahan. Tentu saja Keyra tidak akan tahu apa-apa mengenai kejadian kemarin. Walaupun banyak yang sedang memperbincangkan. Refran, Vano, dan Dipta menceritakan kejadian kemarin dengan pelan, Keyra menyimak dengan saksama, ekspresinya terlihat kaget setelah mendengar semuanya. "Beruntung Alana nggak hilang kayak aku dan korban lainnya ya," ucap Keyra diakhir cerita.
***
Pelajaran hari ini berakhir dengan seperti biasanya. Keyra kali ini duduk di samping Dipta lagi untuk menggantikan Natha di sana. Namun, Dipta menganggap seperti Keyra tidak ada di sana. Dipta acuh, hanya memperhatikan pelajaran yang dilaluinya. Menjawab obrolan Keyra seadanya karena Dipta masih pusing memikirkan Natha yang belum kunjung ketemu. Kali ini Keyra menyenggol tangan Dipta, "Dip, aku nebeng pulang ya, aku nggak mobil soalnya," pinta Keyra.
"Nggak bisa Key, sama Vano aja ya," baru hendak Dipta memanggil Vano, Keyra langsung memegang ujung baju Vano dan memilinnya.
"Aku maunya dianter kamu pulang, Dip. Kamu nggak takut aku kenapa-napa kah? Aku kemaren abis diculik juga loh Dip." Rengeknya pada Dipta lagi.
"Kan biasanya lo ada yang jemput Key, jadi aman, bukannya gue nggak peduli sama elo, gue peduli kok, peduli banget malahan makanya gue nyuruh Vano aja buat nganterin elo pulang, aman kok Keyra... Gue mau nyari Natha, Key, lo tau kan betapa frustasinya gue sampe sekarang si Natha belum ketemu juga, stress gue, kayak orang gila nyariin dia," ujar Dipta sedikit menurunkan nadanya yang sempat ingin meninggi.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Black Mirrors
General FictionAku Keysha Nathania B. seorang anak SMA yang duduk di kelas sepuluh. Aku sedang berjalan menyusuri koridor untuk menuju ruang kelasku yang notabenenya begitu tidak menyenangkan bagiku. Bukan berarti aku tidak menyukai belajar, hanya saja kelas terl...